Rabu, 06 Januari 2010

SIAPAKAH UMAT KU

SIAPAKAH UMATKU?


Selamat datang kepada saudara sekalian yang telah hadir pada saat ini. Saya percaya kita semua diberkati Tuhan sampai hari ini, dan akan mendapat berkat dalam pertemuan kita saat ini.

• Siapa orang diantara kita yang percaya sepenuhnya kepada Yesus Kristus sebagai Juruslamat kita pribadi?
• Siapa di antara kita yang berani menyatakan bahwa kita adalah pengikut Kristus dalam keadaan apa pun?
• Malam ini kita akan memeriksa hati kita masing-2, apakah benar kita adalah pengikut Kristus yg sejati atau bukan.

Pada masa sebelum rezim komunis di Uni Sovyet runtuh, banyak orang-2 Kristen yang mati disiksa dan dianiaya bahkan dibunuh untuk membinasakan mereka. Mereka dilarang untuk berkumpul dan beribadah, bahkan Alkitab pun tidak boleh kelihatan kepada tentara atau pejabat pemerintah.

Keadaan ini membuat banyak orang-2 Kristen berusaha menghafalkan banyak ayat-2 Perjanjian Lama dan Baru secara pribadi dan mengadakan kebaktian dengan sembunyi-2 pada malam hari. Banyak peristiwa dimana umat Tuhan ditangkap setelah ketahuan mengadakan aktivitas keagamaan.

Suatu malam, sekelompok kecil umat Tuhan mengadakan pertemuan untuk berbakti, di sebuah rumah kecil di kaki bukit dengan pintu dan jendela yang terkunci. Mereka menyanyi dengan sangat perlahan-lahan supaya jangan didengar orang lain, lalu membagikan ayat yang dihafalkannya untuk saling menguatkan satu dengan yang lain. Tetapi tiba-tiba pintu didobrak dengan keras sampai terbuka, lalu masuk 2 orang berpakaian tentara dengan senapan laras panjang di tangannya. Mereka disuruh berdiri menghadap ke dinding dengan tangan ke atas.

Mereka semua ketakutan, lalu tentara itu berkata dengan keras, “Siapa yang mau menyangkal imannya kepada Yesus, dia boleh tinggalkan ruangan ini dengan aman segera!” Mereka semua gemetar, lalu tentara itu membentak lagi, maka 2 orang segera berlari keluar ruangan dengan muka tertunduk. Masih ada beberapa orang di dalam yang masih ketakutan, termasuk seorang ibu dan anak bayinya. Tentara itu membentak lagi,”Cepat tinggalkan ruangan ini untuk menyangkal iman mu, kalau tidak, harus siap menghadapi resikonya!”

Dengan tertunduk malu 3 orang segera meninggalkan ruangan itu lagi, tinggallah seorang ibu dan bayinya serta 2 orang pria. Ketika mereka benar-2 ditanyakan, mereka katakan bahwa mereka tidak akan menyangkal imannya, maka tentara itu menutup pintu dan menguncinya. Mereka yang masih tinggal ini sudah berpikir bahwa mereka akan siap masuk penjara, disiksa dan bahkan dibunuh, dan mereka sudah siap.

Tentara itu berbalik melihat kepada oarng yang masih berdiri mengangkat tangan itu dan berkata,”Tetap angkat tangan kalian, karma sekarang waktunya kita memuji nama Yesus Kristus, karena kami juga adalah orang Kristen.” Mereka masih yang tinggal kaget dan tidak percaya, lalu kemudian bertanya mengapa bisa seperti itu, lalu tentara itu menjelaskan bahwa 2 minggu lalu mereka juga ditugaskan menangkap kelompok umat Tuhan yang sedang berbakti, tetapi pada saat itu justru mereka bertobat dan menerima Kristus.”

Tentara yang satu berkata,”Maafkan kami kalau kami membuat anda sekalian ketakutan, karena kami sudah belajar berhati-hati, dan hanya yang orang yang tidak takut mati lah yang benar-2 pengikut Kristus yang sejati.”


Saudaraku sekalian, kalau malam ini kita ditanya oleh Yesus: “Siapakah saudaraku?”
Apakah yang akan kita jawab, siapakah yang akan berani berdiri dan menjawab: ”Inilah aku Tuhan”? Dan seandainya kita berhadapan dengan senjata yang siap ditembakkan, lalu disuruh untuk menyangkal iman kita, apakah kita akan tetap setia?

Di dalam Matius 12:48 Yesus bertanya: “Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?”

Pertanyaan itu juga sekarang diucapkan kepada kita yang hadir, siapa di antara kita yang adalah pengikut Kristus yang sejati?

Mungkin kita akan jawab dengan mudah, tetapi bila kita berhadapan langsung dengan moncong senjata, apakah jawaban kita masih sama?

Kemudian Yesus menambahkan dalam ayat yang berikutnya, Matius 12:50: “Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”

Barangsiapa yang melakukan kehendak Bapa di sorga adalah saudara Yesus yang sebenarnya. Apakah kita sudah melakukan apa yang Tuhan katakan melalui firmanNya dalam sepanjang hidup kita? Banyak orang yang mengaku pengikut Kristus tetapi tidak mau mengikuti jalan yang ditunjukkanNya, memilih mengikut setan daripada Yesus, memilih mengikuti kata hati walau pun berbeda daripada mengikuti Tuhan.

Tetapi pengikut Kristus yang sebenarnya adalah yang selalu menjalankan kehidupannya sesuai dengan apa yang Tuhan katakan, tidak peduli apa pun keadaannya dan dimana pun dia berada. Sekaranglah waktunya kita memperbaiki kehidupan dan tingkah laku kita kalau kita mau katakana bahwa kita adalah pengikut Kristus yang sejati.

Saudaraku sekalian, malam ini Yesus bertanya kepada kita masing-2, siapakah saudara-Ku laki-laki dan perempuan, yang tidak malu dan takut mengakui Yesus di hadapan manusia, dalam segala keadaan. Tidak malu dan segan untuk menyatakanya dalam hidup keseharian kita, bahkan menceritakan tentang Penebus kita yang sungguh mulia itu. Jangan ragu dan takut untuk memberitakan melalui hidup kita, sebelum kita tiba pada masa ujian terakhir di mana kita masing-masing akan berhadapan dengan musuh yang akan membinasakan umat Tuhan yang setia.

Kesetiaan kita harus dilatih dan dibangun dari sekarang, tidak akan datang tiba-tiba. Oleh sebab itu saudaraku, marilah kita terus menguji hati kita untuk melihat apakah kita memang sudah benar-benar pengikut Kristus yang sejati atau bukan. Karna akan tiba saatnya dimana lalang itu akan dipisahkan dengan gandum, walau sekarang kelihatannya sama, tetapi pada saatnya nanti Tuhan akan menyatakan yang sebenarnya, semoga kita akan didapati sebagi gandum yang setia di hadapan Tuhan.

Damai sejahtera dari sorga kiranya menyertai kita sekalian, untuk menjadi umat Tuhan yang sejati. Amin.

TIPS RAHASIA SUKSES

Faktor Pendukung Sukses:
  Faktor Penting

  Faktor yang Lebih Penting

  Faktor Terpenting

1. Faktor Penting untuk Sukses:
  Thomas Alva Edison: SUKSES= 98% kerja keras + 2% inspirasi.

Amsal 14:23
“Dalam setiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan.” 

terjemahan bebas:

“Setiap kerja keras menghasilkan keberuntungan, tetapi omong/bicara kosong alias No Action Talk Only” menuntun kepada kemiskinan.” 

Menurut laporan Penelitian Nielsen:
Sementara survey terhadap 1500 orang Amerika yang sukses menyatakan, mereka nonton TV rata-rata 1,5 jam sehari untuk berita atau acara penting.

Sementara sebagian besar penduduk dunia asyik menonton TV...

Apakah yang dilakukan oleh tokoh sukses dunia?
  Kerja Keras

Berharap SUKSES tanpa Kerja Keras adalah bagaikan berharap ada tuaian tanpa menabur.

2. Faktor Yang LEBIH Penting untuk Sukses:

Amsal 19:2
“Tanpa PENGETAHUAN, kerajinanpun tidak baik.” 

KERJA KERAS penting untuk SUKSES.

Tetapi 

PENGETAHUAN Lebih penting dari sekedar kerja keras.

  Kerja keras tanpa pengetahuan adalah BUTA. 

  Kerajinan tanpa pengetahuan adalah TIMPANG. 

  Ketekunan tanpa didukung pengetahuan yang benar adalah pemborosan tenaga dan pemborosan waktu.

3. Faktor Terpenting Untuk Sukses:

Pengkotbah 10:10 b
“tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah HIKMAT.”

Pengetahuan ≠ HIKMAT

  Pengetahuan bersifat teori, HIKMAT selalu praktis.

  Pengetahuan dapat dicari dari buku, sekolah, orang, HIKMAT berasal dari TUHAN. (Amsal 6:2)

  Pengetahuan bersifat mental, HIKMAT bersifat moral.

  Pengetahuan diukur secara kuantiti, HIKMAT secara kualiti.

  Orang yang menonjol dalam pengetahuan disebut pintar atau berpendidikan, sedangkan orang yang menonjol dalam HIKMAT disebut arif atau bijaksana.

  Pengetahuan adalah jumlah informasi yang dihimpun sebagai hasil belajar, sedangkan HIKMAT adalah kemampuan untuk menggunakan pengetahuan secara tepat guna dan tepat waktu.

Apakah kepintaran menjamin seorang sukses dalam hidup?

 Menurut Goleman (1995) IQ hanya berperan sebanyak 20 persen dalam menentukan hidup sukses, sedangkan 80% adalah berbagai faktor yang lain. 

Memiliki pengetahuan adalah satu hal, tetapi memiliki HIKMAT adalah satu hal yang lain. 
Jangan puas dengan pengetahuan yang sudah diperoleh sekarang, kejarlah HIKMAT--kemampuan untuk menerapkan pengetahuan itu dalam realita hidup.

Amsal 3:13
“Berbahagialah orang yang mendapat HIKMAT, orang yang memperoleh kepandaian” 

Mengapa?

Amsal 3:14
“karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas.

Amsal 3:15
Ia lebih berharga dari pada permata; apapun yang kau inginkan, tidak dapat menyamainya. 

Amsal 3:16
“Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan. 

Amsal 3:16
Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata.”

1 Raja 3: 5 
“Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu.” 

1 Raja 3: 7,9
7. “Maka sekarang, ya TUHAN, Allahku, Engkaulah yang mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman.”

9 “Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?"

 
Salomo meminta HIKMAT
1 Raja 3: 10
“Lalu adalah baik di mata Tuhan bahwa Salomo meminta hal yang demikian.” 

1 Raja 3: 12
Sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian. Sehingga sebelum engkau tidak ada seorangpun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorangpun seperti engkau.” 

Bagi kita yang hidup sekarang:

Yakobus 1:5
“Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan HIKMAT, hendaklah ia memintanya kepada ALLAH,-yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati. . . .” 

Kisah dua wanita memperebutkan seorang bayi

(1 Raja-Raja 3:16-28)

16-Pada waktu itu masuklah dua orang perempuan sundal menghadap  
raja, lalu mereka berdiri di depannya.

17-Kata perempuan yang satu: "Ya tuanku! aku dan perempuan ini  
diam dalam satu rumah, dan aku melahirkan anak, pada waktu dia ada di rumah itu.

18-Kemudian pada hari ketiga sesudah aku, perempuan ini pun melahirkan anak; kami sendirian, tidak ada orang luar bersama-sama kami dalam rumah, hanya kami berdua saja dalam rumah.

19-Pada waktu malam anak perempuan ini mati, karena ia menidurinya.

20-Pada waktu tengah malam ia bangun, lalu mengambil anakku dari sampingku; sementara hambamu ini tidur, dibaringkannya anakku itu di pangkuannya, sedang anaknya yang mati itu dibaringkannya di pangkuanku.
21-Ketika aku bangun pada waktu pagi untuk menyusui anakku, tampaklah anak itu sudah mati, tetapi ketika aku mengamat-amati dia pada waktu pagi itu, tampaklah bukan dia anak yang kulahirkan."

22-Kata perempuan yang lain itu: "Bukan! anakkulah yang hidup dan anakmulah yang mati." Tetapi perempuan yang pertama berkata pula: "Bukan! anakmulah yang mati dan anakkulah yang hidup." Begitulah mereka bertengkar di depan raja.

23-Lalu berkatalah raja: "Yang seorang berkata: Anakkulah yang hidup ini dan anakmulah yang mati. Yang lain berkata: Bukan! Anakmulah yang mati dan anakkulah yang hidup."

24-Sesudah itu raja berkata: "Ambilkan aku pedang," lalu dibawalah pedang ke depan raja.

25-Kata raja: "Penggallah anak yang hidup itu menjadi dua dan berikanlah setengah kepada yang satu dan yang setengah lagi kepada yang lain."

26-Maka kata perempuan yang empunya anak yang hidup itu kepada raja, sebab timbullah belas kasihannya terhadap anaknya itu, katanya: "Ya tuanku! Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia." Tetapi yang lain itu berkata: "Supaya jangan untukku ataupun untukmu, penggallah!"

27-Tetapi raja menjawab, katanya: "Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia; dia itulah ibunya."

1 Raja-Raja 3:28
• Ketika seluruh orang Israel mendengar keputusan hukum yang diberikan raja, maka takutlah mereka kepada raja, sebab mereka melihat, bahwa HIKMAT dari pada Allah ada dalam hatinya untuk melakukan keadilan.

1. Faktor Penting Untuk Sukses KERJA KERAS.
2. Faktor Lebih Penting Untuk Sukses PENGETAHUAN.
3. Faktor Terpenting Untuk Sukses MINTALAH HIKMAT dari  
  TUHAN.

"Menjadi Baru"

“Menjadi Baru”

Roma 12:2
“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

Dalam acara – acara televisi sekarang ini banyak menayangkan acara-acara perlombaan bakat. Banyak yang telah berhasil, yang dulunya penyanyi kampung sekarang menjadi penyanyi terkenal, dulu hanya seorang pedagang keliling sekarang telah menjadi seorang bintang. Dengan adanya perubahan status ini maka tentu saja dibarengi dengan perubahan gaya hidup. Mereka bukan lagi mereka yang dulu.

Tetapi apakah mereka benar – benar telah berubah? Secara penampilan memang mereka telah berubah.

Saudaraku,
Rasul Paulus memberikan sebuah tantangan kepada jemaat di kota Roma dan kepada kita sekarang ini, “Berubahlah”. Tetapi perubahan seperti apakah yang dimaksudkan disini ? 

Mari kita melihat secara detail kata-kata yang digunakan Paulus dalam kalimat”berubahlah oleh pembaharuan budimu”. 

Didalam bahasa aslinya digunakan kata “metamorphousthe”. Kata dasarnya adalah “morphe” yang artinya “inti terdalam dari sesuatu dan jati diri suatu individu”. Sedangkan kata berubah yang lain yang sering digunakan adalah “scema” yang artinya “tampilan/wujud luar”.
Dari kata asli ini maka kita bisa mendapatkan maksud Paulus dalam berubah ini adalah suatu perubahan dari dalam/inti terdalam/jati diri kita, siapa kita ini? Jadi bukan hanya tampilan luar kita saja yang diubah. 
Ada sebuah istilah yang sering kita dengar, “don’t just look the book from the cover”. Perubahan penampilan luar mungkin bisa saja menipu.

Sementara kata pembaharuan menggunakan kata “Anakainosei” berakar pada kata “kainos”. Kainos ini berarti “kualitas”, sedangkan kata yang biasa digunakan adalah “neos” tetapi neos ini berarti “baru dalam segi waktu”
Contoh: tetangga baru, tetapi setelah 15 tahun tinggal mereka bukan lagi tetangga baru. Neos ini digunakan sebagai kata yang barunya ini akan habis dengan berjalannya waktu. Sedangkan kainos baru dalam artian kualitas, benar – benar baru dan tidak akan habis dimakan oleh waktu.

Dari kata aslinya itu maka kita sudah dapat melihat sebuah gambaran apakah maksud dari Paulus memberikan tantangan ini kepada jemaat di Roma. 
Lebih lanjut Paulus memberikan penekanan mengenai perubahan ini
Roma 6:6
“ Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa”.
Manusia lama kita sudah mati, sudah turut disalibkan. Inilah perubahan itu, manusia lama kita telah diubah.

Efesus 2:15
“sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,”

Saudara dan saya telah diubah menjadi manusia yang baru, dan ini bukan hanya perubahan dari luar saja, tetapi kita telah diubah secara keseluruhan. Jadi sudah saatnya kita menunjukkan perubahan yang telah kita alami didalam Kristus.
Kita tidak bisa menjadi sama seperti yang dulu, karena manusia lama kita sudah mati. 
Inilah sebuah tantangan yang diberikan “berubahlah oleh pembaruan budimu”, sungguh – sungguhkah saudara dan saya mau untuk berubah?

Yesus telah mati untuk saudara dan saya, Yesus mati untuk memberikan sebuah perubahan dalam kehidupan kita, apakah kita masih belum mau untuk diubah secara keseluruhan oleh karena kita tidak mau dianggap berbeda oleh dunia ? Mari kita renungkan sejenak pertanyaan itu, apakah anda sudah siap untuk diubah oleh Allah unutk menjadi anak-anak-Nya ? 

Kiranya Tuhan akan memberikan kesanggupan kepada kita untuk mau diubah dan berubah sesuai dengan kemauan dan rencana Allah dalam kehidupan kita. Tuhan memberkati.

Nubuatan Yehezkiel pasal 9

Pembantaian dari  
Nubuatan Jehezkiel Pasal 9
  Yang Akan Datang




Nabi Jehezkiel menubuatkannya sebagai berikut :

“Dia berseru juga pada telingaku dengan suara nyaring, katanya: ‘Suruhkanlah mereka yang bertugas menjaga kota itu untuk datang ke sini, yaitu setiap orang dengan senjata pembantainya di tangannya. Maka, tengok datanglah enam orang dari jalan pintu gerbang yang lebih tinggi, yang terletak arah ke utara, masing-masingnya dengan sebuah alat pembantai di tangannya; maka salah seorang dari antara mereka itu berpakaian linen dan di sisinya terdapat suatu alat penulis; lalu masuklah mereka dan berdiri di sisi medzbah tembaga. Maka kemuliaan Allah dari Israel sudah naik dari atas cherub, tempatnya yang semula, ke ambang pintu rumah itu. Lalu dipanggilnya orang yang berpakaian linen itu, yang mempunyai alat penulis di sisinya. Lalu firman Tuhan kepadanya: ‘Berjalanlah di tengah-tengah kota, sepanjang tengah-tengah Jerusalem, dan bubuhlah suatu tanda pada dahi-dahi orang-orang yang berkeluh kesah dan berteriak karena sebab segala perbuatan keji yang dilakukan di tengah-tengahnya. Dan kepada yang lainnya katanya pada pendengaranku: Ikutilah dia dari belakang melalui kota itu lalu bunuhlah. Janganlah matamu menaruh sayang dan jangan kenal belas kasihan. Bunuhlah seluruhnya, baik orang-orang tua maupun orang-orang muda, baik anak-anak dara maupun anak-anak kecil dan perempuan-perempuan. Tetapi janganlah menghampiri setiap orang yang padanya terdapat tanda itu. Dan mulailah pada kaabah kesucianku. Lalu mulailah mereka terhadap orang-orang bangsawan yang berada di depan rumah itu Kemudian katanya kepada mereka itu: Najiskanlah rumah itu dan penuhilah semua serambinya dengan orang-orang yang terbunuh itu. Keluarlah kamu! Lalu keluarlah mereka itu, dan membunuh di dalam kota. Maka terjadilah kemudian, sementara mereka itu membunuh orang-orang itu, dan aku dibiarkannya hidup, sehingga aku bersujud dengan mukaku ke tanah, lalu berseru, kataku: ‘Ya Tuhan Hua, hendakkah Engkau membinasakan seluruh Israel yang sisa dalam mencurahkan amarah-Mu ke atas Jerusalem? Jawab-Nya kepadaku: Kejahatan dari isi rumah Israel dan Jehuda sudah sangat besar, maka negeri itu adalah penuh darah dan kota itu penuh ketidak-adilan; sebab kata mereka: ‘Tuhan sudah meninggalkan tanah ini, dan Tuhan tidak melihatnya. Karena sebab itu aku juga tidak akan merasa sayang dan tidak akan kenal belas kasihan. Kelakuan mereka itu akan Ku timpakan atas kepala mereka. Maka, tengoklah, orang yang berpakaian linen dan yang mempunyai alat penulis di sisinya itu memberi laporan, katanya: ‘Aku sudah melaksanakan sesuai yang Engkau perintahkan kepadaku.” --- Jehezkiel 9 : 1 – 11.
   
  Nabi Jehezkiel berasal dari kerajaan Jehuda. Nubuatan Jehezkiel di atas ini diperolehnya dalam khayal setelah ia bersama raja Jojachin selama hampir lima tahun 
lamanya menjadi tawanan dari kerajaan Babilon. Baca : Jehezkiel 1 : 1 – 3. Ini berarti Kerajaan Israel dari sepuluh suku bangsa itu sudah lebih dulu tercerai-berai ke seluruh dunia setelah dihancurkan oleh kerajaan Assyiria pada tahun 721 s. TM. Sedangkan kerajaan Jehuda dari dua suku bangsa yang sisanya baharu kemudian dikalahkan oleh Babilon pada tahun 587 s. TM. Jadi jelaslah bahwa semua nubuatan dari nabi Jehezkiel tidak mungkin lagi meramalkan ke belakang, melainkan harus ke depan meramalkan nasib dari seluruh Israel yang sisa, yaitu isi rumah Israel dan Jehuda yang melambangkan umat Masehi Advent Hari Ketujuh di akhir zaman.


  Dinubuatkan kepada
  Israel yang sisa, yaitu dua belas suku bangsa 
  Israel dan Jehuda di Akhir Zaman  


  Dari Jehezkiel 9 : 8 dan 9 yang berbunyi: Maka terjadilah kemudian, sementara mereka itu membunuh orang-orang itu, dan aku dibiarkannya hidup, sehingga aku bersujud dengan mukaku ke tanah, lalu berseru, kataku: ‘Ya Tuhan Hua, hendakkah Engkau membinasakan seluruh Israel yang sisa dalam mencurahkan amarah-Mu ke atas Jerusalem? Jawab-Nya kepadaku: Kejahatan dari isi rumah Israel dan Jehuda sudah sangat besar, maka negeri itu adalah penuh darah dan kota itu penuh ketidak-adilan;…” nabi Jehezkiel bertanya :’Oh Tuhan, maukah Engkau membinasakan seluruh Israel yang sisa ?’ Tuhan Allah menjawab: ‘Kejahatan dari isi rumah Israel dan Jehuda sudah sangat besar.’

  Tuhan Allah sendiri telah menegaskan, bahwa seluruh Israel yang sisa, yaitu i s i rumah Israel dan Jehuda, dari dua belas suku bangsa bani Israel, akan dibantai. Karena semenjak dari buku Jehezkiel itu ditulis sampai kepada hari ini, isi rumah Israel dan Jehuda (dua belas suku bangsa) itu sudah tidak lagi u t u h dikenal sebagai umat Allah, maka nubuatan Jehezkiel pasal 9 itu tak dapat tiada ditujukan h a n y a kepada Israel akhir zaman, yaitu umat Masehi Advent Hari Ketujuh sebagai contoh saingannya. Inilah alasannya, maka dalam mengomentari pemeteraian mereka 144.000 hamba-hamba Allah yang akan datang, hamba Tuhan Nyonya White telah mengeluarkan penegasannya sebagai berikut :

  “Pemeteraian hamba-hamba Allah ini adalah s a m a dengan apa yang ditunjukkan kepada Jehezkiel dalam khayal. ( Jehezkiel pasal 9 ). Yahya juga menyaksikan wahyu yang sangat mengejutkan ini. ( Wahyu 7 : 4 ).” --- Testimonies to Ministers, p. 445. (Tambahan di dalam kurung dari penulis). Artinya pemeteraian hamba-hamba Allah yang dinubuatkan pada buku Jehezkiel pasal 9 dan Wahyu pasal 7 itu tidak mungkin sudah digenapi dalam sejarah Wasiat Lama, sebab buku Wahyu pada waktu itu belum ada.  
Oleh sebab itu jelaslah, bahwa pemeteraian hamba-hamba Allah itu baharu akan jadi di depan. Oleh karena yang dibicarakan pada kedua nubuatan itu adalah pemeteraian mereka 144.000 hamba-hamba Allah yang akan datang, maka Nyonya White selanjutnya mengatakan :

  “Terutama dalam pekerjaan penghabisan bagi sidang, dalam masa pemeteraian mereka 144.000 itu, yang akan berdiri tanpa kesalahan di hadapan tahta Allah, mereka akan sangat merasakan secara mendalam berbagai kesalahan dari umat Allah. Inilah yang secara tegas dikemukakan oleh gambaran dari nabi itu yang berkenan dengan pekerjaan penghabisan di bawah gambaran orang-orang yang masing-masingnya membawa senjata pembantai di dalam tangannya. Salah seorang dari mereka itu berpakaian linen, dengan sebuah alat penulis pada sisinya. ‘Maka firman Tuhan kepadanya: ‘Pergilah ke tengah-tengah kota itu, sepanjang pusat kota Jerusalem, lalu bubuhlah sebuah tanda pada dahi orang-orang yang berkeluh-kesah dan berteriak karena sebab berbagai kekejian yang telah dilakukan di tengah-tengahnya.’”--- 3 Testimonies For The Church, p. 266.

  “Kelas orang-orang yang tidak merasa sedih atas kemerosotan rohaninya sendiri, atau meratapi dosa-dosa orang lain, mereka akan dibiarkan tanpa meterai Allah. Tuhan menugaskan kepada para utusan-Nya, yaitu orang-orang yang membawa senjata pembantai di dalam tangan mereka sebagai berikut: ‘Pergilah kamu mengikuti dia melalui kota itu, dan bunuhlah; …………tetapi janganlah menghampiri setiap orang yang padanya terdapat tanda itu; dan mulailah pada k a a b a h k e s u c i a n – K u. Lalu mulailah mereka itu terhadap orang-orang bangsawan yang berada di depan rumah itu.”

  “Di sini kita saksikan bahwa s i d a n g --- kaabah kesucian Tuhan --- adalah yang pertama sekali merasakan pukulan dari murka Allah. Orang-orang bangsawan itu, yaitu mereka yang telah diberikan t e r a n g b e s a r oleh Allah, dan yang telah berdiri sebagai pengawal-pengawal dari berbagai kepentingan kerohanian umat, t e l a h menghianati kepercayaan yang telah diberikan kepada mereka. ……….. .. A n j i n g – a n j i n g d u n g u yang tidak mau menyalak atau menggonggong ini, adalah orang-orang yang akan merasakan pembalasan yang adil dari suatu Allah yang murka. Pria, wanita, dan anak-anak kecil, semuanya binasa bersama-sama.” – 5 Testimonies For The Church, p. 211

  “T a n d a k e l e p a s a n itu ditempatkan pada orang-orang yang berkeluh-kesah dan berteriak karena sebab semua kekejian yang telah dilakukan. Kini malaikat maut itu keluar, yang dilambangkan dalam khayal dari Jehezkiel sebagai orang-orang yang membawa senjata-senjata pembantai, kepada siapa telah diperintahkan: ‘Bunuhlah seluruhnya baik tua maupun muda, baik gadis maupun anak-anak kecil, dan kaum wanita; tetapi janganlah menghampiri setiap orang yang padanya terdapat tanda itu; dan mulailah terhadap kaabah kesucian-Ku.’ Kata nabi itu: ‘Mulailah mereka itu terhadap orang-orang bangsawan yang berada di depan rumah.’ Jehezkiel 9 : 1 – 6. Pekerjaan pembinasaan itu dimulai di antara orang-orang yang mengaku sebagai pengawal-pengawal kerohanian umat. Para penjaga yang palsu itu adalah yang pertama sekali akan binasa. Tidak seorangpun yang akan menaruh sayang ataupun menaruh belas kasihan. Pria, wanita, gadis, dan anak-anak kecil, semuanya binasa bersama-sama.” – The Great Controversy, p. 656.

Penjelasan dari hamba Allah Nyonya White di atas sesungguhnya sudah cukup jelas, siapa-siapa mereka itu yang akan dibantai sebentar lagi. Yang jelas harus diakui bahwa pembantaian itu akan jadi di d a l a m sidang jemaat Laodikea kita sendiri, yaitu Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh di dunia ini. Pembantaian itu akan dimulai terhadap orang-orang bangsawan yang berada di depan rumah, yaitu terhadap para penguasa Organisasi Gereja kita di General Conference of Seventh-Day Adventists di Amerika Serikat. Dan kemudian kepada semua pelaku kekejian di dalam sidang di seluruh dunia.

Jangan dulu melukai sampai 
semua hamba Allah selesai dimeteraikan

  Yahya Pewahyu mengatakan: “Maka aku tampak seorang malaikat lain naik dari sebelah timur, membawakan meterai dari Allah yang hidup; maka berteriaklah ia dengan suara keras kepada empat malaikat itu yang telah diberi kuasa untuk melukai bumi dan lautan. Katanya: Jangan dulu melukai bumi, ataupun lautan, ataupun pohon-pohon kayu sampai kami selesai memeteraikan hamba-hamba Allah kita pada dahi dahi mereka. Maka aku dengar angka bilangan mereka yang dimeteraikan itu: maka telah dimeteraikan seratus empat puluh empat ribu dari s e l u r u h suku-suku bani Israel.”--- – Wahyu 7 : 2 – 4.

  Malaikat di dalam buku Wahyu melambangkan dua objek. Malaikat yang berteriak melambangkan pekabaran dari sorga. Contohnya ialah pekabaran dari malaikat yang pertama sampai dengan yang ketiga dari Wahyu 14 : 6 – 9, dan pekabaran dari malaikat Wahyu 18 : 1. Malaikat yang diam melambangkan para pemimpin. Contoh: Malaikat dari sidang jemaat Laodikea yang melambangkan para pendeta dan lain-lain.

  Malaikat yang naik dari sebelah timur itu melambangkan pekabaran mengenai pemeteraian 144.000 hamba-hamba Allah, yang diperoleh Nyonya White dalam khayalnya yang pertama di kota Portland, Amerika Serikat sebelah timur. Pekabaran itulah yang masih harus digabungkan dengan pekabaran Malaikat Wahyu 18 : 1 dari Houteff, baharu permasalahan 144.000 hamba-hamba Allah yang akan datang itu menjadi jelas. Jadi dapatlah dimengerti, bahwa setelah datang Houteff dalam tahun 1929 dengan pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 nya itu bergabung dengan pekabaran malaikat yang ketiga dari Nyonya White, maka sejak itulah masa pemeteraian itu dimulai. Kita kini masih berada dalam masa pemeteraian itu dan dalam masa pemeteraian yang masih berlangsung sekarang ini, akan ada kelak suatu pekerjaan penghabisan bagi sidang jemaat Laodikea kita, yaitu pembubuhan tanda kelepasan pada dahi orang-orang yang kini sedang berkeluh kesah dan berteriak melawan berbagai perbuatan keji di dalam gereja-gereja kita. Kemudian menyusul pembantaian sebagaimana yang dinubuatkan pada Jehezkiel pasal 9 dan Wahyu pasal 7. 

  Pemeteraian dan Pembantaian
adalah Pekerjaan Penghabisan bagi Sidang

  
  Karena masa pemeteraian itu dimulai sejak tahun 1929, sejak pekabaran perihal pemeteraian 144.000 hamba-hamba Allah itu mulai diberitakan kepada kita, maka pada sesuatu saat kelak sebentar lagi, masa pemeteraian itupun akan berakhir. Lalu kemudian menyusul pembantaian yang sangat mengerikan itu. Pembantaian itulah yang oleh hamba Tuhan secara serius telah diamarkannya kepada kita sebagai berikut :

  “Pelajarilah Jehezkiel pasal 9. Semua perkataan itu akan digenapi sebagaimana yang tertulis (secara literal). Namun waktu terus berlalu, dan orang banyak itu terus tidur. Mereka menolak merendahkan jiwanya dan tidak mau bertobat. Tidak berapa lama lagi Tuhan akan menahan sabar terhadap orang-orang itu, yang telah memiliki kebenaran-kebenaran penting yang sedemikian luasnya yang telah diungkapkan kepada mereka, tetapi mereka menolak membawakan kebenaran-kebenaran ini ke dalam pengalaman-pengalaman pribadinya. Waktunya sudah singkat. Allah sedang memanggil; maukah engkau mendengar? Maukah engkau menyambut pekabaran-Nya? Maukah engkau bertobat sebelum terlalu terlambat? Segera, sangat segera, setiap perkara akan diputuskan untuk kekal selama-lamanya.” – Letter 106, 1909, pp. 2, 3, 5, 7. ( Kepada gereja-gereja di Oakland dan Berkeley, September 26, 1909 ). “ --- Manuscript Releases , vol. 1, p. 260.

Artinya, semua yang diancamkan kepada kita di dalam nubuatan Jehezkiel pasal 9 itu akan benar-benar jadi sedemikian itu. Hari itu akan benar-benar mengerikan bagi mereka yang masih saja mau melalaikan berbagai kesempatan yang masih terbuka.

  Saudara! Kita kini masih berada dalam masa pemeteraian itu. Masa pemeteraian itu adalah sangat singkat, dan akan segera berakhir. Demikian kata hamba Tuhan. Oleh sebab itu berhati-hatilah, bahwa setelah pekabaran malaikat Wahyu 18 : 1 itu menggabungkan suaranya dengan pekabaran malaikat yang ketiga, dan menghasilkan terang besar yang menerangi bumi, yang dimulai di dalam gereja-gereja kita, maka sesungguhnya sudah tidak ada lagi alasan bagi siapapun juga untuk mengatakan: S a y a b e l u m m e n g e r -t i ! Untuk inilah hamba Tuhan memperingatkan :

  “Kebenaran-kebenaran yang luas yang perlu bagi penyelamatan umat telah dibuat jelas bagaikan siang tengah hari, maka tidak seorangpun akan keliru dan kehilangan jalannya, terkecuali mereka yang mengikuti penilaiannya sendiri sebagai gantinya mengikuti kehendak Allah yang sudah terungkap dengan jelas.” – 5 Testimonies For The Church, p. 331.

  Pembantaian dari 
Nubuatan Jehezkiel pasal 9 itu berkaitan 
dengan berbagai nubuatan lainnya 


  Pembantaian dari nubuatan Jehezkiel pasal 9 itu ternyata akan merupakan satu-satunya peristiwa besar dan terakhir di dalam sidang Tuhan Allah yang akan datang. Itu adalah peristiwa besar penyucian sidang jemaat Laodikea, sebagai hasil dari proses pengadilan yang telah berlangsung di dalam kaabah kesucian sorga semenjak dari tahun 1844 yang lalu. Itu adalah hasil dari sidang pengadilan tahap kedua yang dimulai di bumi ini terhadap semua umat Masehi Advent Hari Ketujuh yang masih hidup.

  Karena ada banyak nubuatan dan perumpamaan Jesus yang meramalkan berbagai peristiwa penting yang berkaitan dengan nasib umat Allah yang akan datang, maka tak dapat tiada peristiwa besar pembantaian dari nubuatan Jehezkiel pasal 9 itupun akan juga tampak dari beberapa nubuatan dan perumpamaan lainnya. Beberapa dari antaranya dapat kami kemukakan sebagai berikut :

[1] Pembantaian dari Jehezkiel pasal 9 itu berkaitan juga dengan nubuatan dari Wahyu pasal 7 : 3, yaitu pembantaian yang terjadi setelah 144.000 umat Allah itu dibubuhi meterai tanda kelepasan pada dahi-dahi mereka.
[2] Pembantaian itu juga yang berkaitan dengan nubuatan Maleakhi 3 : 2 yang menanya kan :’Siapakah yang dapat tahan berdiri?’ Karena mereka yang tidak dapat tahan berdiri itulah yang akan terkena bantai.
[3] Pembantaian yang sama dari Jehezkiel pasal 9 itu juga yang dinubuatkan pada Jesaya 66 : 16, 17. 
[4] Pembantaian yang sama dari Jehezkiel itu juga yang diramalkan pada Wahyu 12 : 15, 16. Artinya, orang-orang jahat yang dilambangkan oleh air semburan naga yang begitu banyak, sehingga telah menghanyutkan sidang Tuhan Allah atau perempuan itu ; air-air itulah yang akan ditelan oleh bumi, atau tegasnya, d i b a n t a i h a b i s.
[5] Pembantaian dari Jehezkiel pasal 9 itu juga yang akan digenapi pada kegenapan dari Matius 25 : 13, karena kedatangan Anak Manusia pada waktu itu kelak bagaikan pencuri pada malam hari, sehingga semua mereka yang tidak bersedia akan kelak tercuri nyawanya.

Hamba Tuhan Nyonya White memperingatkan : 
  “Hari pembalasan Allah sudah ada di depan kita. Meterai Allah itu akan ditempatkan pada dahi dari h a n y a mereka yang berkeluh-kesah dan berteriak karena sebab berbagai kekejian yang dibuat di dalam negeri, ……. T i d a k s e m u a yang mengaku memelihara Sabat akan dimeteraikan. Ada banyak, bahkan di antara mereka yang mengajarkan kebenaran kepada orang-orang lain, mereka itu tidak akan memperoleh meterai Allah pada dahinya.” – Testimony Treasures, vol. 2, pp. 67, 68.

“Tetapi hari-hari penyucian sidang itu sedang mendekat dengan cepatnya. Allah hendak memiliki suatu umat yang s u c i dan b e n a r .” -- Testimonies For The Church, vol. 5, p. 80

  W a s p a d a l a h S a u d a r a ! 

Hamba Tuhan memperingatkan :
  “Banyak yang menganggap berbagai ancaman di dalam Alkitab itu telah dibuat seolah-olah hanya untuk menakut-nakuti manusia supaya patuh, dan bukan untuk digenapi sebagaimana yang tertulis. Dengan demikian orang berdosa dapat hidup dalam keplesiran yang mementingkan dirinya sendiri, tanpa menghiraukan berbagai tuntutan dari Allah, sekalipun tetap juga berharap akan kelak pada akhirnya diterima ke dalam kasih Tuhan. Doktrin yang sedemikian itu yang menaruh harap pada hanya karunia Allah, tetapi melalaikan keadilan-Nya akan memuaskan hati yang jahat, dan membesarkan hati orang-orang jahat dalam kejahatan mereka..”--- The Great Controversy, p. 537

  Saudara! Jangan lagi mau diombang-ambingkan oleh para penghotbah yang telah mempraktikkan diri mereka sendiri sebagai nabi-nabi palsu, yang sedang dengan gigihnya memperdaya kita dengan mengatakan, bahwa berbagai ancaman dari nubuatan-nubuatan Jehezkiel pasal 9 dan Wahyu pasal 7 itu tak mungkin dapat diterapkan, sebab Kristus tidak akan sekejam itu. Nubuatan-nubuatan itu sesungguhnya sudah diungkapkan sendiri oleh Kristus kepada para hamba-Nya, Nyonya Ellen G. White dan Sdr. Victor T. Houteff di dalam ROH NUBUATAN. Oleh sebab itu, demi keadilan, maka semua perkataan nubuatan itu sudah p a s t i dan mengikat, sehingga tidak dapat ditawar-tawar lagi.

Jadi untuk ringkasnya, maka ingatlah selalu bahwa : 

[1] Nubuatan Jehezkiel pasal 9 itu adalah benar-benar dialamatkan kepada umat Allah di akhir zaman, dan sudah diungkapkan pengertiannya oleh Nyonya White dan Victor T. Houteff sebagai nabi-nabi Wasiat Baru di akhir zaman. Oleh karena,“ Sesungguhnya Tuhan Allah tidak akan berbuat apapun s e b e l u m mengungkapkan r a h a s i a – N y a kepada para hamba-Nya, yaitu n a b i – n a b i .”—Amos 3 : 7, maka sebab itu berhati-hatilah terhadap nabi-nabi palsu yang mencoba memutar-balikkan pengertian dari nubuatan Jehezkiel pasal 9 itu dalam kaitannya dengan Wahyu pasal 7 : 4 di atas.

[2] Tuhan Allah sendiri telah menegaskan, bahwa Israel yang sisa itu ialah i s i rumah Israel dan Jehuda, yaitu dua belas suku bangsa bani Israel, yang akan terkena bantai. Karena semenjak dari buku Jehezkiel itu ditulis sampai kepada hari ini, isi rumah Israel dan Jehuda (dua belas suku bangsa) sudah tidak lagi u t u h dikenal sebagai umat Allah, maka nubuatan Jehezkiel pasal 9 itu tak dapat tiada ditujukan h a n y a kepada umat Masehi Advent Hari Ketujuh sebagai contoh saingannya. 

[3] Apabila giliran Saudara dan saya tiba untuk diadili pada sidang pengadilan orang hidup yang akan datang, maka nubuatan Jehezkiel pasal 9 di atas akan benar-benar diberlakukan di antara kita. Setelah mereka 144.000 itu dibubuhi meterai tanda kelepasannya pada dahi-dahi mereka, dan setelah masa kesusahan Jakub itu berlalu, maka akan segera menyusul pembantaian itu. Hamba Tuhan Houteff mengatakan :

  “Semua yang akan ditemukan sebagai anggota sidang p a d a kegenapan dari Jehezkiel pasal 9 itu akan kelak menerima meterai lalu menjadi bagian dari mereka 144.000 itu, a t a u sebaliknya akan dibiarkan di luar lalu jatuh ke bawah senjata-senjata pembantai dari kelima orang itu. Hanya orang-orang yang berkeluh-kesah dan berteriak karena sebab semua kekejian di dalam s i d a n g yang akan l u p u t dari pembinasaan itu.” – The Symbolic Code, Vol. 1 No. 11, 12, p. 9.


* * * *

Melihat! Masalah sudut pandang

Bacaan Bersahutan: Markus 8:22 - 26
Ayat Inti : 

22 Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Betsaida. Di situ orang membawa kepada Yesus seorang buta dan mereka memohon kepada-Nya, supaya Ia menjamah dia.
23 Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung. Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, dan bertanya: "Sudahkah kaulihat sesuatu?"
24 Orang itu memandang ke depan, lalu berkata: "Aku melihat orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon."
25 Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas.
26 Sesudah itu Yesus menyuruh dia pulang ke rumahnya dan berkata: "Jangan masuk ke kampung!" 
Baik atau tidaknya Allah itu didasarkan pada apa ? tentu saja dari cara kita melihat
Seberapa tajamkah penglihatan kita?
Saat ini kita sedang memiliki masalah dalam penglihatan kita.

Disini Yesus meletakkan kembali tanganNya, ini berarti Yesus mengulang atau melakukan untuk kedua kalinya. Kenapa Yesus melakukan ini ? Oleh karena apa yang dilihat tidak sama dengan kenyataannya.
Siapakah yang salah ? Yang melihat ataukah yang dilihat. Tentu saja yang salah adalah penglihatannya.

Pernahkah saudara salah melihat/salah menilai seseorang ? Apa yang kita lihat sebenarnya tidak sama dengan apa yang terjadi. Inilah kadang – kadang yang sering menimbulkan perselisihan, pertengkaran bahkan perpecahan dalam gereja. Karena masing – masing kita salah dalam penglihatan kita.

Demikian juga dengan penglihatan kita kepada Yesus. Banyak orang mengenal Yesus tetapi sedikit yang mampu melihat Yesus dengan seutuhnya. Bagaimanakah penglihatan kita terhadap Yesus, apakah sudah jelas ataukah masih samar-samar.

Mari kita sedikit melihat perbedaannya ?
Dalam Matius 8:23-27 – cerita mengenai Yesus meredakan angin ribut. Dalam ayat 25 murid – murid merasakan ketakutan yang luar biasa dengan keadaan pada saat itu, dan pada ayat 26 Yesus katakan, “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya ? Dan pada ayat 27 mereka merasa heran, “Orang apakah Dia ini ?

Cerita yang kedua dalam Matius 8:1-4 – cerita mengenai Yesus menyembuhkan seorang yang berpenyakit kusta. Diayat 2 orang kusta ini datang kepada Yesus dan langsung katakan, Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku. “ Dan Yesuspun katakan, Aku mau,jadilah engkau tahir. Orang ini sembuh dan Yesus perintahkan untuk berikan persembahan syukur sebagai bukti.
2 cerita yang sangat berbeda, yang pertama dimana murid – murid yang selalu bersama dengan Yesus dalam membuat mujizat ketika mereka dalam masalah mereka merasakan ketakutan dan yang kedua orang kusta ini dengan yakin ia serahkan dirinya kepada Yesus. Inilah penglihatan yang berbeda mengenai Yesus.
Bagaimanakah penglihatan kita tentang Yesus, apakah seperti murid-murid Yesus ataukah seperti orang kusta ini yang memiliki penglihatan yang luar biasa, ia melihat ada suatu kuasa yang dimiliki oleh Yesus.

Kita memerlukan jamahan yang kedua dari Yesus agar kita mampu melihat Yesus itu dengan jelas sehingga tidak ada keraguan, kekuatiran dan kekurang percayaan dalam kehidupan kita. 
Saat ini kita perlu pertajam lagi penglihatan kita mengenai Yesus dengan cara belajar dan berdoa sehingga tidak ada lagi penghalang-penghalang yang akan menyamarkan penglihatan kita terhadap kuasa Yesus.

Jadi bagaimanakah penglihatan saudara mengenai Yesus di tahun 2010 ini, apakah Allah itu baik, ataukah Allah telah membuat anda kecewa, ataukah Allah telah membuat anda sedih, atau apakah Allah telah membuat anda menderita?

Saudaraku Yesus akan selalu bersama dengan kita untuk menjaga dan memberkati kita, hanya saja kadang-kadang bahkan sering kita tidak bisa melihat dan merasakan. Marilah kita pertajam penglihatan kita dengan menjalin suatu hubungan yang baik dengan Tuhan melalui membaca Firman Tuhan dan berdoa. 
Saat ini kita akan segera mengadakan upacara perjamuan kudus, marilah dengan acara ini kita coba kembali merasakan kebaikan Allah yang luar biasa melalui kematian Yesus di kayu salib melalui anggur dan roti yang akan kita nikmati bersama. Sehingga pada penutupan tahun nanti kita boleh dapat mengucap syukur kepada Tuhan karena ternyata Tuhan itu sangat baik dan biarlah ucapan syukur kita itu dapat kita wujudkan dalam persembahan penyangkalan diri yang akan kita pungut pada kebaktian akhir tahun seperti orang berpenyakit kusta yang tadi diperintahkan oleh Allah untuk memberikan persembahan syukur sebagai bukti. Marilah kita persiapkan hati kita untuk menerima berkat perjamuan kudus ini dan tentu saja kita akan dahului dengan acara basuh kaki. 

Hidup di Atas Tingkat rata-rata

A. Welcome Remarks and Appreciation
B. Introduction
C. Jimmy Carter
i. Salah satu dari mantan Presiden AS yang masih hidup adalah Jimmy Carter. Dalam otobiografinya yang berjudul “Why Not the Best?” ada satu kisah yang sangat tepat untuk jadi pelajaran bagi kita semua.
ii. Saat itu JC baru saja lulus dari Akademi AL dan melamar untuk bekerja di Program Kapal Selam Nuklir Amerika. Sebagai bagian dari ujian masuk, JC harus menghadapi interview oleh Admiral Rickover, pimpinan AL yang paling disegani di AS.
iii. Dengan penuh percaya diri, JC melangkah ke ruang interview. Berbagai pertanyaan telah berhasil dijawab. Tetapi makin lama, pertanyaan semakin sulit dan JC kewalahan menjawab. Lalu Rickover menanyakan ranking berapa dia di kelas sewaktu kuliah. Dengan bangga JC menjawab: “Saya berada pada rank 59 dari 820 orang.” Dia menyangka posisi tersebut sudah bagus, sehingga dia berharap mendapat pujian dari Rickover. Tetapi sebaliknya, Rickover dengan mata yang tajam memandang dia tanpa berkedip, serta bertanya: “Did you do your best?” Dengan sigap JC menjawab: “Yes Sir!” Tetapi tatapan mata Rickover yang tak lepas dari wajahnya membuat JC merenungkan kembali performancenya sebagai mahasiswa Akademi Maritim. Terbayang kembali di pikirannya bagaimana dia berkuliah sejak tahun pertama sampai tahun terakhir, bagaimana dia mengerjakan PR, kuiz dan ujian. Dia mulai mengingat bahwa pada berbagai kesempatan, dia masih membuang-buang waktu bersama teman, malas belajar, dan belum mengerahkan seluruh kemampuannya. Sadar akan keteledoran dan kekurangannyanya, dengan tergopoh-gopoh, JC mengganti jawabannya: “No Sir, I did not always do my best!” Admiral Rickover mengakhiri interview dengan satu kaliamat pertanyaan: “Why Not the Best?” Lalu Rickover bangkit dari kursinya meninggalkan JC sendirian di ruangan itu.
iv. Pertanyaan “Why Not the best?” membuat JC tersentak. JC menyadari ketidak sungguh-sungguhannya di masa lalu telah membuat pencapaiannya tidak maksimal skarang. Lalu dia membuat tekad ke depan, bahwa mulai sekarang dia akan selalu melakukan yang terbaik pada apa saja yang dia kerjakan. Akhirnya dia menuai dari tekadnya, karena dia terpilih sebagai Presiden AS yang ke-39.

D. Saudara-saudara yang saya kasihi di dalam Tuhan. Hari ini kita akan mempelajari satu kata dalam bahasa Inggris, dalam bentuk kata sifat “mediocre” dan dalam bentuk kata benda “mediocrity.”
i. Kamus Thorndike mengartikan “mediocre” sebagai “average or ordinary”
ii. Advanced Learner Dictionary menambahkan arti “mediocre” sebagai “neither very good nor very bad, dan second-rate.”
iii. Webster Dictionary menambahkan arti “mediocre” yang lain sebagai : “inferior.” 
iv. Dictionary of English Synonyms: “medium” or “indistinguished.” 
v. Kesimpulan: mediocre atau mediocrity artinya—rata-rata, sedang-sedang, biasa-biasa saja, tidak bagus tetapi tidak jelek, kualitas kelas dua, lumayan dan tidak menonjol.
vi. Di lingkungan kampus, mediocre itu dapat diartikan dengan “passing grade” atau nilai batas lulus, yakni nilai “C.” 
vii. Menurut statistik, dalam satu populasi yang normal, maka distribusi manusia yang memiliki karakter tertentu mengikuti kurva normal yang bentuknya seperti lonceng. Kurva normal ini menggambarkan bahwa majoritas manusia berada pada sekitar titik tengah atau nilai rata-rata, dan hanya sedikit berada pada titik ekstrim rendah atau ekstrim tinggi. Jika sistem penilaian di Perguruan Tinggi terdiri dari A sebagai nilai tertinggi, diikuti oleh B, C, D, dan F sebagai terendah, maka hanya sedikit orang dapat nilai A atau F; agak banyak yang mendapat nilai B atau D, serta paling banyak dapat nilai C.
viii. Grafik Nilai semester lalu: F = 39; D = 51; C = 279; B = 757; A = 142

E. Perkenalan Judul: Kotbah saya pada saat ini beri judul: Living Above the Level of Mediocrity. Terjemahan bebasnya: Hidup di Atas Tingkat Pas-Pasan.
i. Saya percaya Tuhan mengehendaki kita umat-Nya untuk hidup di atas tingkat pas-pasan atau sedang-sedang. Hal ini terbukti dari Firman Tuhan yang tertulis dalam Matius 5: 48 “Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna." 
ii. Yesus sendiri berkata bahwa sasaran yang Tuhan tetapkan bagi kita untuk dicapai bukanlah nilai tengah atau rata-rata, melainkan nilai sempurna.

F. Bagaimana caranya keluar dari “zona mediocrity?” Yesaya 40:31 mengatakan, “tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”
i. Ayat ini mengisyaratkan bahwa tanpa Tuhan, kita tidak berdaya. Tetapi bersama Tuhan, kita akan selalu mendapat kekuatan baru, bebas dari himpitan 5 L alias Letih, Lesu, Lelah, Lemah dan Loyo. 
ii. Dalam Alkitab bahasa Inggris digunakan istilah eagle. Kamus Bahasa Inggris-Indonesia menerjemahkan eagle sebagai rajawali, elang dan garuda. Karena di Indonesia lebih dikenal burung garuda, mari kita gunakan istilah garuda.
iii. Eagle has a keen eye: Eagle has 8 times cells/cm3 than does a human. Flying at 600 feet elevation, an eagle can spot an object the size of a dime moving through six-inches grass.It can see three-inches fish jumping in a lake five miles away.
iv. Flying with a high speed from a great height, it can maneuver its body so accurately to land without a runway.
v. Garuda merupakan yang terkuat dari jenis burung. Garuda terbang sangat tinggi di atas rata-rata unggas yang lain. Bahkan Garuda berani terbang pada saat ada angin ribut dan halilintar. Tidak heran jika Indonesia memilih burung Garuda sebagai lambang negara. Dan saya bersyukur karena para pelopor kemerdekaan negara kita memilih burung garuda dan bukan burung Kakak Tua.

G. Pada saat ini, kita akan gunakan burung garuda sebagai simbol manusia yang hidup di atas tingkat rata-rata. Untuk hidup sukses di dunia ini, kita butuh semangat garuda. Dengan semangat garuda, seorang manusia biasa menjadi manusia luar biasa. Di dunia ini ada beberapa ordinary persons yang menghasilkan extraordinary action and achievement.

H. Yang pertama adalah Nabi Elia. Yakobus 5:17 menguraikan, “Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujan pun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumi pun mengeluarkan buahnya.”
i. Saya mendengar banyak ceritra, bahwa untuk satu hajatan besar seperti pesta, perayaan, peresmian, dan pertandingan, diperlukan pawang hujan. Gunanya untuk menahan hujan tidak turun selama acara berlangsung. Menurut teman2, memang betul pawang itu berhasil menahan hujan tidak turun. Saya tidak tahu apakah itu betul atau hanya kebetulan saja. Tetapi Kitab suci menuliskan kisah tentang seorang pawang hujan. Dan pawang hujan yang satu ini berhasil menahan hujan tidak turun selama 3,5 tahun.
ii. Sekiranya Elia hidup skarang ini, dan KITA mau mengadakan satu hajatan besar, saya tidak akan panggil Elia. Saya takut, hujan tdk turun bukan hanya selama hajatan berlangsung tetapi keterusan sampai 3,5 tahun.
iii. Dan anehnya, pawang Elia mampu bekerja 2 arah: menahan hujan dan mendatangkan hujan. 
iv. Saya senang bahwa Alkitab menuliskan “Elia adalah manusia biasa sama seperti kita.” Artinya, jika dia bisa, kitapun pasti bisa. Yang menjadi pertanyaan: “bagaimanakah Elia dapat melakukan hal itu?” Alkitab menjawab, dengan berdoa. 
v. Saudara sekalian. Kita manusia adalah mahluk terbatas. Keterbatasan kita membuat ada perkara yang mungkin dicapai dan ada perkara yang mustahil dicapai. Di lain pihak, Allah Maha Kuasa dan tidak terbatas. Ke-Maha Kuasaan Allah itu membuat tidak ada yang mustahil bagi-Nya.
vi. Doa merupakan kuasa di tangan manusia untuk dapat ambil bagian dalam ke-Mahakuasaan Allah, sehingga dapat mengubah yang mustahil menjadi mungkin dicapai. Dengan doa, saudara akan dapat mengatasi segala permasalahan dan tantangan hidup. Itu sebabnya, banyak berdoa, banyak kuasa. Sedikit berdoa, sedikit kuasa. Tidak berdoa, maka tidak ada kuasa.
vii. Saudara-saudara yang saya kasihi di dalam Tuhan. Keluarga kita adalah rumah doa. Di tempat ini banyak kebaktian dan permintaan doa, paling sedikit 2 kali sehari, pagi dan petang. Saya berharap, kiranya semua doa kita jangan hanya sekedar ritual atau tata acara saja, sekedar mengisi waktu. Doa yang sekedar ritual dan tata tertib absensi yang tanpa penghayatan serta tidak bermakna adalah doa mediocre. Mari kita berdoa seperti Elia, penuh percaya.
viii. Elia merupakan seorang yang hidup di atas tingkat mediocrity. Doa bukan hanya membuat kuasa Allah turun ke dunia, melainkan mengangkat Elia naik ke surga. Saat ini Elia berada di surga sebagai perwakilan manusia biasa yang hidup di atas tingkat mediocrity. 

I. Yang kedua, kita akan mempelajari seorang tokoh Alkitab, seorang muda yang standar moral dan pengendalian dirinya di atas rata-rata.
i. Orang muda pada umumnya suka melihat gambar atau wanita cantik. “Melihat” dalam arti memandang dan mengagumi. Walaupun ada sebagian yang melangkah terlalu jauh, melihat lalu ingin memiliki. 
ii. Pelajaran Sekolah Sabat kita minggu lalu membahas Simson sebagai seorang pemuda pilihan yang kekar dan paling kuat di dunia. Namun Alkitab menuliskan bahwa Simson sangat tidak berdaya melihat wanita. Kalau saudara mencermati sejarah Simson dalam Alkitab, maka pekerjaan pertama yang dia lakukan tertulis pada Hakim-Hakim 14:1, “Simson pergi ke Timna dan di situ ia melihat seorang gadis Filistin.” Saudara para mahasiswa, tidak salah turun ke kampung atau ke Bandung lalu melihat gadis-gadis cantik di sana. Walaupun saya berpendapat bahwa gadis kampus UNAI lebih baik dan paling safe untuk dijadikan sebagai pacar bahkan sebagai teman hidup. Tetapi Simson tidak puas hanya memandang. Baca ayat berikut: Ia pulang dan memberitahukan kepada ayahnya dan ibunya: "Di Timna aku melihat seorang gadis Filistin. Tolong, ambillah dia menjadi isteriku" (ayat 2). Jika setiap wanita yang menarik dipandang diambil jadi istri, saya tidak tahu jadi apa ini kampus. Tetapi itulah Simson.
iii. Alkitab mencatat bukan hanya Simson yang punya kecenderungan kelemahan seperti itu. Bahkan seorang laki-laki yang terkenal dekat di hati Tuhan punya sifat yang sama, suka melihat perempuan. Kita baca 2 Samuel 11:2 “Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya.”
iv. Saya bersyukur karena Alkitab menuliskan bukan hanya pria yang jatuh terhadap godaan wanita, tetapi juga ada yang berdiri kokoh, yang standar moralnya di atas rata2. Tadinya pemuda ini memiliki status sosial di bawah rata-rata. Namun standar moral yang luar biasa membuat dia melambung tinggi seperti burung Garuda, sehingga statusnya lebih tinggi dari semua manusia di bumi, kecuali satu orang. Pemuda itu bernama Yusuf. Dan kisahnya tertulis dalam Kejadian 39 dan 40.
v. Yusuf adalah seorang pemuda yang punya kesempatan emas untuk menikmati kepelisiran dunia. Ibarat makanan sudah terhidang di atas piring, tinggal santap—begitulah tawaran istri Potifar kepada Yusuf. Kalau tawaran seperti itu dihadapkan kepada mahasiswa UNAI, saya tidak tahu apa yang akan terjadi.Tetapi Yusuf bertindak dengan standar moral di atas rata-rata orang-orang muda zaman sekarang, dan berkata tegas: “Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?" (Kejadian 39:9).
vi. Pengendalian diri yang di atas tingkat rata-rata membuat Yusuf diangkat menjadi pejabat tinggi negara Mesir. Dalam Kejadian 41:39-41, Firaun berkata kepada Yusuf: "Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau. Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu." Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf: "Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir." 
vii. Orang-orang muda yang saya kasihi di dalam Tuhan. Sanggupkah engkau berdiri kokoh seperti Yusuf. Bersama Tuhan engkaun pasti bisa, sehingga engkau akan melambung tinggi seperti burung Garuda, menjadi pejabat tinggi di dunia ini.

J. Tokoh yang ke-3 yang kita akan pelajari pagi ini adalah Daniel bersama Sadrakh, Mesak, dan Abednego. Daniel dan ketiga sahabatnya bersekolah di Universitas Kerajaan Babylonia. Mereka tinggal bersama dengan para mahasiswa Babilonia yang tidak menyembah Tuhan. Merekapun sama-sama makan di kafetaria, dengan menu yang diatur oleh ahli gizi istana. 
i. Salah satu penyebab banyak orang muda tergolong mediocre adalah karena tekanan sosial atau teman. Pada umumnya, orang muda mau sama dengan temannya, dan tidak mau berbeda sebab takut ditolak atau dikucilkan. Ruth W. Brenda designed an experiment to show how a person handled group pressure.
 a. ---------- b. ------------- c. --------------
ii. Tetapi daniel tidak takut berbeda dari teman-temannya. Agamanya adalah hidupnya. Dia tidak takut dikucilkan teman-teman karena menyembah Allah yang berbeda. Bagi Daniel, Allah itu nomor satu, dan dia tidak menginjinkan siapapun dan apapun memisahkan dia dari Tuhan. 
iii. Daniel punya tekad dan keberanian seperti Rajawali: “Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja.” (Daniel 1:8) 
iv. Hasilnya: “Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya” (Daniel 1:20).
v. Para mahasiswa yang saya kasihi. Jika engkau punya komitmen menurut Tuhan seperti Daniel, engkaupun akan mencapai prestasi yang spektakuler di dunia.
 
K. Saudara-saudara yang saya kasihi di dalam Tuhan. Napoleon Hill penulis salah satu buku terlaris di dunia, berjudul The Law of Success, menuliskan salah satu rahasia sukses adalah: The Habit of Doing More than What is Required (Kebiasaan Melakukan Lebih Dari Apa yang Dituntut). Saya teringat akan satu kutipan yang berbunyi: “The man who gets ahead is the one who does more than is necessary—and keeps on doing it.”
i. Sebetulnya konsep ini telah diperkenalkan oleh Yesus lebih dari 2000 tahun yang lalu. Dalam Kitab injil Matius 5: 41, Yesus berkata: “Barangsiapa yang meminta engkau berjalan satu mil jauhnya, pergilah sertanya dua kali ganda.”
ii. Dalam 4 tahun terakhir ini, Indonesia menjadi langganan medali emas dalam Olimpiade Fisika Internasional. Dan sebagai puncaknya adalah tahun 2006 yang lalu, dimana pelajar-pelajar Indonesia berhasil meraih 4 medali emas dan 1 perak. Di samping berhasil menyabet 5 medali, yang paling membanggakan adalah Jonathan Pradana Mailoa, siswa SMA Kristen Penabur I Jakarta dinobatkan sebagai Siswa terbaik Asia.
iii. Saya mencoba mempelajari kebiasaan belajar para peraih medali Olimpiade Fisika ini, dan menemukan bahwa mereka belajar melebihi apa yang dituntut oleh guru bahkan melebihi kurikulum. Bayangkan saudara sekalian, murid-murid SMA ini telah membahas soal-soal yang setingkat program Magister dan Doktor (Massachusetts Institute of Technology, Berkeley Univ, Princeton Univ. dll.). Bagi mereka, belajar adalah prioritas utama sedangkan bermain nomor dua. Mereka mengisi akhir pekan dan liburan dengan kegiatan belajar, sementara semua teman-teman mereka santai. Mereka belajar di atas rata-rata. Tidak heran prestasi dan pencapain merekapun di atas rata-rata.
iv. Kebiasaan membaca dan belajar bukan hanya berguna pada saat sekolah saja. Dua minggu lalu, saya membaca satu artikel tentang manusia terkaya di dunia. Tahukah saudara siapa manusia terkaya di planet bumi saat ini? Bill Gates? Selama 5 tahun yang lalu, betul Bill Gates, Raja Microsoft menjadi manusia terkaya di dunia. Tetapi pada bulan Maret yang baru lalu, rekor Bill Gates dipecahkan oleh pengusaha Mexico, bernama Carlos Slim berumur 67 tahun. Untuk kali pertama, manusia paling kaya di dunia berasal dari negara berkembang. Harta Carlos Slim tercatat bernilai $ 60 Milyar (Rp. 564 Trilliun) berbanding Bill Gates $ 56 Milyard (Rp 526 Trilliun). Pendapatan sehari Carlos Slim adalah $ 27 Juta = Rp 254 Milyar.
v. Artikel itu menuliskan bahwa sampai sekarang, Carlos Slim punya kebiasaan belajar dan membaca buku-buku sampai larut malam. Melalui membaca dan belajar dari buku, dia menemukan strategi yang manjur untuk menjalankan businessnya.
vi. Henry Ford menyimpulkan: “Menurut pengamatan saya, kebanyakan orang yang maju dan menonjol adalah mereka yang bekerja keras pada saat orang lain buang-buang waktu.”
vii. Para orang muda yang saya kasihi dalam Tuhan. Kalau engkau mau prestasi di atas rata-rata, engkau harus berusaha di atas rata-rata pula.

L. Yang terakhir saudara sekalian. Dalam hal kerohanian, Tuhan menghendaki agar kita beragama di atas rata-rata.
i. Matius 5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
ii. Saudara-saduara. Di dunia ini banyak orang yang mengaku sebagai orang Kristen yang berarti pengikut Kristus, dan hal itu diabadikan dalam KTP. Tetapi tidak semua mereka itu mengikuti teladan hidup dan ajaran Kristus. Orang yang mengaku sebagai Kristen tetapi menolak ajaran dan teladan hidup Kristus adalah Kristen mediocre.
iii. Yang menjadi pertanyaan kepada kita adalah: “Apakah saya dan saudara merupakan Kristen sejati atau Kristen mediocre?”
iv. Ny White. Dalam COL 69 menuliskan: “When the character of Christ shall be perfectly reproduced in His people, then He will come to claim them as His own.” [Bilamana tabiat Kristus dipancarkan secara sempurna dalam kehidupan umat-Nya, maka Dia akan datang untuk menebus mereka].
v. Saudara-saudara yang saya kasihi di dalam Tuhan. Selama kita di dunia ini, marilah kita hidup sesuai dengan ajaran dan teladan Kristus, sehingga pada akhirnya, tabiat Kristus terpantul dalam hidup kita. Karena Yesus akan segera datang untuk menjemput kita masuk surga. Kiranya dengan berkat Tuhan, semua kita akan tetap setia sampai Maranatha. Amen.

Mencari jejak

Pathfinder

Materi Pathfinder

Jenis – Jenis Ikatan


Simpul Biasa : Inilah ikatan yang digunakan semua orang.

Simpul Sepatu : Ikatan ini sekarang banyak digunakan dalam pembalutan P3K menggantikan ikatan persegi, yang tadinya dianjurkan pemakaiannya.


Simpul Persegi/mati : Tidak pernah terlepas atau macet. Digunakan untuk mengikat paket kiriman.


Simpul Tabib : Digunkan oleh para dokter untuk mengikat jahitan pada luka. Inilah suatu ikatan yang berharga untuk dipelajari oleh calon missionary.


Simpul lepas : Digunakan untuk menambatkan kuda pada sebuah tiang. Simpulnya lepas, tetapi apabila diikat dengan tepat, menjadi semakin ketat bilamana ujung tali ditarik.


Simpul hewan/tiang : Digunakan untuk mengikat seseorang/seekor binatang tanpa membuat simpul menjadi ketat. Contoh digunakan untuk menurunkan seseorang dari bangunan yang sedang terbakar. Inilah salah satu ikatan yang paling berguna oleh karena tidak bias terlepas ataupun macet.


Simpul layar/anyam : Digunakan mengikat tali pada sudut bagian bawah layer perahu untuk menahan dan mengaturnya. Ikatan ini juga digunakan untuk mengikat dua buah tali yang berbeda besarnya.


Simpul Ringkas/erat : Berguna untuk mengencangkan tali yang kendor apabila kedua ujung tali itu dalam keadaan terikat.


Simpul Nelayan/kembar : Sangat berguna untuk mengikat apa saja yang licin dan kaku, seperti tali sutera. Ikatan ini tidak akan dapat terlepas, tetapi mudah untuk melepaskannya. Sejajarkan kedua tali, kemudian buatlah pada masing-masing ujung tali ikatan biasa melewati masing-masing tali. Tariklah kedua tali itu.


Simpul Rangkap : Berguna karena mudah dibuat dan tidak akan terlepas dibawah beban bagaimanapun.


Simpul Pasak : Ini adalah ikatan tenda yang biasa, digunakan untuk mengencangkan tali tenda pada suatu pasak. Setiap anggota pemuda Advent Junior yang membantu bagi suatu perkemahan haruslah tangkas dalam menggunakan ikatan ini. Ikatan ini juga berguna untuk mengencangkan satu tiang ke tiang lainnya.


Simpul kail : Berguna untuk memancangkan dengan cepat sebuah tali pada sebuah sangkutan.


Simpul Balok : Digunakan untuk menganggkat balok kayu.


Simpul Tambang : Inilah ikatan yang terbaik untuk menggabungkan dua buah tali yang berat atau kaku, juga kabel penarik kapal.



Selasa, 05 Januari 2010

Curriculumvitae Pdt. Erinchan Naibaho

ERINCHAN NAIBAHO
Jl. Starry Night S-7 No 9 Zone Van Gogh
Komp. Legenda Wisata-Cibubur, Jakarta
Mobile: +62081345974772
Email : franschoisly_n@yahoo.co.id


PERSONAL INFORMATION
Full name : Pdtm. Erinchan Naibaho
Place/Birthday : Limbong, 27 December 1979
Marital Status : Single

OBJECTIVE
Spread the gospel of God all over the world generally, specially in Indonesia West Kalimantan.

FORMAL EDUCATION
 2008-2009 Master Degree, Ministry- Adventist University of Indonesia
 1998-2002 Bachelor Degree, Major in theology - Adventist University of Indonesia

MINISTERIAL EXPERIENCED
Ministry at Church:

SDA Church – Chapter Ketapang, Kalimantan Jan 2010 – Present
Church Pastor – SDA Chapter Sintang & Nangapinoh, West Kalimantan Sept 2005 – Jan 2008
Church Pastor – SDA Chapter Nangapinoh, West Kalimantan Apr 2004 – Jun 2008
Church Pastor – SDA Chapter Segina & Kayu Tanam, West Kalimantan Jul 2002 – Mar 2004

Other Experienced:
Student Labor - Monitor at Boys dormitory, Adventist University of Indonesia 2000 – 2001
Student labor – Supervisor at Boys dormitory 2001 – 2002

ACHIEVEMENT
Seminar & Baptism:

 October 2002 Organized Seminar (KKR) at Kayu Tanam, nmber of baptism 5 persons
 May 2003 Organized Seminar (KKR) at Kayu Tanam, number of baptism 4 persons
 June 2003 Organized Seminar (KKR) at Segina, number of baptism 14 persons
 June 2004 Organized Seminar (KKR) at Kotabaru, number of baptism 10 persons
 November 2005 Organized Seminar (KKR) at Penyangka Dua, number of baptism 3 persons
 May 2006 Organized Seminar (KKR) at Kotabaru, number of baptism 6 persons
 April 2007 Organized KKR at Kotabaru, number of baptism 16 persons
 June 2007 Speaker KKR at Limbong, number of baptism 115 persons
 December 2008 Speaker KKR at UNAI (KKR Mahasiswa), number of baptism 12 persons

Others Achievement:
 Year 2003, successfully encourage the church member in developing their economic condition by advised them evolving “Duck husbandry”
 Year 2003, successfully Collecting fund from governor office (due to church building)
 Sept-December 2004, successfully finishing the building of Nangapino church (legal permit, paint, etch)
 June 2004, successfully re-united the old member of SDA kotabaru (at the time, the church has no activity in the Sabbath day)
 Year 2005 successfully to set up and built the church building of Kota baru
 May 2006, overall painting of church building at Penyangka dua, Sintang
 Year 2008, successfully manage the church field by plant the rubber (approximately field wide 1.5 Ha), due to economic church member
 December 2007, building the car’s road access to the church of Penyangka Dua (Sintang)


Key Achievement:
Successfully re-unite the old member and Building a church at Kotabaru (approximately value IDR 100 Million), by collecting fund from some donators (collaborate with the church member),

CONTACT REFERENCE
PDT. ES. Kartagi – Head of District West Kalimantan (2003)
PDT. Glory Wangania – Head of District West Kalimantan (2004)
Pdt. M. Simbolon – Head of Boys Dormitory, UNAI (2001)

Senin, 04 Januari 2010

PASTOR ERINCHAN NAIBAHO, Master Ministri

Setelah kuliah ke UNAI dari Kalimantan Barat, berhasil memperoleh gelar Master Ministrial yang saat ini telah dengan senang hati untuk membangun kembali kerohanian Jemaat yang ada di Kalimantan Barat.

Kekuatan:
  1. Ahli dalam Berkhotbah
  2. Seorang Counselor di bidang kerohanian
  3. Penginjilan melalui peningkatan ekonomi Jemaat
  4. Sharp, Smart and Wise, Workhard, Attitude and Network (Jaringan yang Kuat) == SWAN
  5. Mengandalkan Tuhan
  6. Menghidupkan Buah Roh : Rendah Hati, Penyabar, Lemah Lembut, Kasih, Penguasaan Diri, Kemurahan, Sukacita, Damai Sejahtera dan Kesetiaan
  7. Mudah bersosialisasi

Pengikut