Rabu, 06 Januari 2010

"Menjadi Baru"

“Menjadi Baru”

Roma 12:2
“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

Dalam acara – acara televisi sekarang ini banyak menayangkan acara-acara perlombaan bakat. Banyak yang telah berhasil, yang dulunya penyanyi kampung sekarang menjadi penyanyi terkenal, dulu hanya seorang pedagang keliling sekarang telah menjadi seorang bintang. Dengan adanya perubahan status ini maka tentu saja dibarengi dengan perubahan gaya hidup. Mereka bukan lagi mereka yang dulu.

Tetapi apakah mereka benar – benar telah berubah? Secara penampilan memang mereka telah berubah.

Saudaraku,
Rasul Paulus memberikan sebuah tantangan kepada jemaat di kota Roma dan kepada kita sekarang ini, “Berubahlah”. Tetapi perubahan seperti apakah yang dimaksudkan disini ? 

Mari kita melihat secara detail kata-kata yang digunakan Paulus dalam kalimat”berubahlah oleh pembaharuan budimu”. 

Didalam bahasa aslinya digunakan kata “metamorphousthe”. Kata dasarnya adalah “morphe” yang artinya “inti terdalam dari sesuatu dan jati diri suatu individu”. Sedangkan kata berubah yang lain yang sering digunakan adalah “scema” yang artinya “tampilan/wujud luar”.
Dari kata asli ini maka kita bisa mendapatkan maksud Paulus dalam berubah ini adalah suatu perubahan dari dalam/inti terdalam/jati diri kita, siapa kita ini? Jadi bukan hanya tampilan luar kita saja yang diubah. 
Ada sebuah istilah yang sering kita dengar, “don’t just look the book from the cover”. Perubahan penampilan luar mungkin bisa saja menipu.

Sementara kata pembaharuan menggunakan kata “Anakainosei” berakar pada kata “kainos”. Kainos ini berarti “kualitas”, sedangkan kata yang biasa digunakan adalah “neos” tetapi neos ini berarti “baru dalam segi waktu”
Contoh: tetangga baru, tetapi setelah 15 tahun tinggal mereka bukan lagi tetangga baru. Neos ini digunakan sebagai kata yang barunya ini akan habis dengan berjalannya waktu. Sedangkan kainos baru dalam artian kualitas, benar – benar baru dan tidak akan habis dimakan oleh waktu.

Dari kata aslinya itu maka kita sudah dapat melihat sebuah gambaran apakah maksud dari Paulus memberikan tantangan ini kepada jemaat di Roma. 
Lebih lanjut Paulus memberikan penekanan mengenai perubahan ini
Roma 6:6
“ Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa”.
Manusia lama kita sudah mati, sudah turut disalibkan. Inilah perubahan itu, manusia lama kita telah diubah.

Efesus 2:15
“sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,”

Saudara dan saya telah diubah menjadi manusia yang baru, dan ini bukan hanya perubahan dari luar saja, tetapi kita telah diubah secara keseluruhan. Jadi sudah saatnya kita menunjukkan perubahan yang telah kita alami didalam Kristus.
Kita tidak bisa menjadi sama seperti yang dulu, karena manusia lama kita sudah mati. 
Inilah sebuah tantangan yang diberikan “berubahlah oleh pembaruan budimu”, sungguh – sungguhkah saudara dan saya mau untuk berubah?

Yesus telah mati untuk saudara dan saya, Yesus mati untuk memberikan sebuah perubahan dalam kehidupan kita, apakah kita masih belum mau untuk diubah secara keseluruhan oleh karena kita tidak mau dianggap berbeda oleh dunia ? Mari kita renungkan sejenak pertanyaan itu, apakah anda sudah siap untuk diubah oleh Allah unutk menjadi anak-anak-Nya ? 

Kiranya Tuhan akan memberikan kesanggupan kepada kita untuk mau diubah dan berubah sesuai dengan kemauan dan rencana Allah dalam kehidupan kita. Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pengikut