Rabu, 06 Januari 2010

Melihat! Masalah sudut pandang

Bacaan Bersahutan: Markus 8:22 - 26
Ayat Inti : 

22 Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Betsaida. Di situ orang membawa kepada Yesus seorang buta dan mereka memohon kepada-Nya, supaya Ia menjamah dia.
23 Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung. Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, dan bertanya: "Sudahkah kaulihat sesuatu?"
24 Orang itu memandang ke depan, lalu berkata: "Aku melihat orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon."
25 Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas.
26 Sesudah itu Yesus menyuruh dia pulang ke rumahnya dan berkata: "Jangan masuk ke kampung!" 
Baik atau tidaknya Allah itu didasarkan pada apa ? tentu saja dari cara kita melihat
Seberapa tajamkah penglihatan kita?
Saat ini kita sedang memiliki masalah dalam penglihatan kita.

Disini Yesus meletakkan kembali tanganNya, ini berarti Yesus mengulang atau melakukan untuk kedua kalinya. Kenapa Yesus melakukan ini ? Oleh karena apa yang dilihat tidak sama dengan kenyataannya.
Siapakah yang salah ? Yang melihat ataukah yang dilihat. Tentu saja yang salah adalah penglihatannya.

Pernahkah saudara salah melihat/salah menilai seseorang ? Apa yang kita lihat sebenarnya tidak sama dengan apa yang terjadi. Inilah kadang – kadang yang sering menimbulkan perselisihan, pertengkaran bahkan perpecahan dalam gereja. Karena masing – masing kita salah dalam penglihatan kita.

Demikian juga dengan penglihatan kita kepada Yesus. Banyak orang mengenal Yesus tetapi sedikit yang mampu melihat Yesus dengan seutuhnya. Bagaimanakah penglihatan kita terhadap Yesus, apakah sudah jelas ataukah masih samar-samar.

Mari kita sedikit melihat perbedaannya ?
Dalam Matius 8:23-27 – cerita mengenai Yesus meredakan angin ribut. Dalam ayat 25 murid – murid merasakan ketakutan yang luar biasa dengan keadaan pada saat itu, dan pada ayat 26 Yesus katakan, “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya ? Dan pada ayat 27 mereka merasa heran, “Orang apakah Dia ini ?

Cerita yang kedua dalam Matius 8:1-4 – cerita mengenai Yesus menyembuhkan seorang yang berpenyakit kusta. Diayat 2 orang kusta ini datang kepada Yesus dan langsung katakan, Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku. “ Dan Yesuspun katakan, Aku mau,jadilah engkau tahir. Orang ini sembuh dan Yesus perintahkan untuk berikan persembahan syukur sebagai bukti.
2 cerita yang sangat berbeda, yang pertama dimana murid – murid yang selalu bersama dengan Yesus dalam membuat mujizat ketika mereka dalam masalah mereka merasakan ketakutan dan yang kedua orang kusta ini dengan yakin ia serahkan dirinya kepada Yesus. Inilah penglihatan yang berbeda mengenai Yesus.
Bagaimanakah penglihatan kita tentang Yesus, apakah seperti murid-murid Yesus ataukah seperti orang kusta ini yang memiliki penglihatan yang luar biasa, ia melihat ada suatu kuasa yang dimiliki oleh Yesus.

Kita memerlukan jamahan yang kedua dari Yesus agar kita mampu melihat Yesus itu dengan jelas sehingga tidak ada keraguan, kekuatiran dan kekurang percayaan dalam kehidupan kita. 
Saat ini kita perlu pertajam lagi penglihatan kita mengenai Yesus dengan cara belajar dan berdoa sehingga tidak ada lagi penghalang-penghalang yang akan menyamarkan penglihatan kita terhadap kuasa Yesus.

Jadi bagaimanakah penglihatan saudara mengenai Yesus di tahun 2010 ini, apakah Allah itu baik, ataukah Allah telah membuat anda kecewa, ataukah Allah telah membuat anda sedih, atau apakah Allah telah membuat anda menderita?

Saudaraku Yesus akan selalu bersama dengan kita untuk menjaga dan memberkati kita, hanya saja kadang-kadang bahkan sering kita tidak bisa melihat dan merasakan. Marilah kita pertajam penglihatan kita dengan menjalin suatu hubungan yang baik dengan Tuhan melalui membaca Firman Tuhan dan berdoa. 
Saat ini kita akan segera mengadakan upacara perjamuan kudus, marilah dengan acara ini kita coba kembali merasakan kebaikan Allah yang luar biasa melalui kematian Yesus di kayu salib melalui anggur dan roti yang akan kita nikmati bersama. Sehingga pada penutupan tahun nanti kita boleh dapat mengucap syukur kepada Tuhan karena ternyata Tuhan itu sangat baik dan biarlah ucapan syukur kita itu dapat kita wujudkan dalam persembahan penyangkalan diri yang akan kita pungut pada kebaktian akhir tahun seperti orang berpenyakit kusta yang tadi diperintahkan oleh Allah untuk memberikan persembahan syukur sebagai bukti. Marilah kita persiapkan hati kita untuk menerima berkat perjamuan kudus ini dan tentu saja kita akan dahului dengan acara basuh kaki. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pengikut