Rabu, 06 Januari 2010

TIPS RAHASIA SUKSES

Faktor Pendukung Sukses:
  Faktor Penting

  Faktor yang Lebih Penting

  Faktor Terpenting

1. Faktor Penting untuk Sukses:
  Thomas Alva Edison: SUKSES= 98% kerja keras + 2% inspirasi.

Amsal 14:23
“Dalam setiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan.” 

terjemahan bebas:

“Setiap kerja keras menghasilkan keberuntungan, tetapi omong/bicara kosong alias No Action Talk Only” menuntun kepada kemiskinan.” 

Menurut laporan Penelitian Nielsen:
Sementara survey terhadap 1500 orang Amerika yang sukses menyatakan, mereka nonton TV rata-rata 1,5 jam sehari untuk berita atau acara penting.

Sementara sebagian besar penduduk dunia asyik menonton TV...

Apakah yang dilakukan oleh tokoh sukses dunia?
  Kerja Keras

Berharap SUKSES tanpa Kerja Keras adalah bagaikan berharap ada tuaian tanpa menabur.

2. Faktor Yang LEBIH Penting untuk Sukses:

Amsal 19:2
“Tanpa PENGETAHUAN, kerajinanpun tidak baik.” 

KERJA KERAS penting untuk SUKSES.

Tetapi 

PENGETAHUAN Lebih penting dari sekedar kerja keras.

  Kerja keras tanpa pengetahuan adalah BUTA. 

  Kerajinan tanpa pengetahuan adalah TIMPANG. 

  Ketekunan tanpa didukung pengetahuan yang benar adalah pemborosan tenaga dan pemborosan waktu.

3. Faktor Terpenting Untuk Sukses:

Pengkotbah 10:10 b
“tetapi yang terpenting untuk berhasil adalah HIKMAT.”

Pengetahuan ≠ HIKMAT

  Pengetahuan bersifat teori, HIKMAT selalu praktis.

  Pengetahuan dapat dicari dari buku, sekolah, orang, HIKMAT berasal dari TUHAN. (Amsal 6:2)

  Pengetahuan bersifat mental, HIKMAT bersifat moral.

  Pengetahuan diukur secara kuantiti, HIKMAT secara kualiti.

  Orang yang menonjol dalam pengetahuan disebut pintar atau berpendidikan, sedangkan orang yang menonjol dalam HIKMAT disebut arif atau bijaksana.

  Pengetahuan adalah jumlah informasi yang dihimpun sebagai hasil belajar, sedangkan HIKMAT adalah kemampuan untuk menggunakan pengetahuan secara tepat guna dan tepat waktu.

Apakah kepintaran menjamin seorang sukses dalam hidup?

 Menurut Goleman (1995) IQ hanya berperan sebanyak 20 persen dalam menentukan hidup sukses, sedangkan 80% adalah berbagai faktor yang lain. 

Memiliki pengetahuan adalah satu hal, tetapi memiliki HIKMAT adalah satu hal yang lain. 
Jangan puas dengan pengetahuan yang sudah diperoleh sekarang, kejarlah HIKMAT--kemampuan untuk menerapkan pengetahuan itu dalam realita hidup.

Amsal 3:13
“Berbahagialah orang yang mendapat HIKMAT, orang yang memperoleh kepandaian” 

Mengapa?

Amsal 3:14
“karena keuntungannya melebihi keuntungan perak, dan hasilnya melebihi emas.

Amsal 3:15
Ia lebih berharga dari pada permata; apapun yang kau inginkan, tidak dapat menyamainya. 

Amsal 3:16
“Umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan. 

Amsal 3:16
Jalannya adalah jalan penuh bahagia, segala jalannya sejahtera semata-mata.”

1 Raja 3: 5 
“Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu.” 

1 Raja 3: 7,9
7. “Maka sekarang, ya TUHAN, Allahku, Engkaulah yang mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman.”

9 “Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?"

 
Salomo meminta HIKMAT
1 Raja 3: 10
“Lalu adalah baik di mata Tuhan bahwa Salomo meminta hal yang demikian.” 

1 Raja 3: 12
Sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian. Sehingga sebelum engkau tidak ada seorangpun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorangpun seperti engkau.” 

Bagi kita yang hidup sekarang:

Yakobus 1:5
“Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan HIKMAT, hendaklah ia memintanya kepada ALLAH,-yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati. . . .” 

Kisah dua wanita memperebutkan seorang bayi

(1 Raja-Raja 3:16-28)

16-Pada waktu itu masuklah dua orang perempuan sundal menghadap  
raja, lalu mereka berdiri di depannya.

17-Kata perempuan yang satu: "Ya tuanku! aku dan perempuan ini  
diam dalam satu rumah, dan aku melahirkan anak, pada waktu dia ada di rumah itu.

18-Kemudian pada hari ketiga sesudah aku, perempuan ini pun melahirkan anak; kami sendirian, tidak ada orang luar bersama-sama kami dalam rumah, hanya kami berdua saja dalam rumah.

19-Pada waktu malam anak perempuan ini mati, karena ia menidurinya.

20-Pada waktu tengah malam ia bangun, lalu mengambil anakku dari sampingku; sementara hambamu ini tidur, dibaringkannya anakku itu di pangkuannya, sedang anaknya yang mati itu dibaringkannya di pangkuanku.
21-Ketika aku bangun pada waktu pagi untuk menyusui anakku, tampaklah anak itu sudah mati, tetapi ketika aku mengamat-amati dia pada waktu pagi itu, tampaklah bukan dia anak yang kulahirkan."

22-Kata perempuan yang lain itu: "Bukan! anakkulah yang hidup dan anakmulah yang mati." Tetapi perempuan yang pertama berkata pula: "Bukan! anakmulah yang mati dan anakkulah yang hidup." Begitulah mereka bertengkar di depan raja.

23-Lalu berkatalah raja: "Yang seorang berkata: Anakkulah yang hidup ini dan anakmulah yang mati. Yang lain berkata: Bukan! Anakmulah yang mati dan anakkulah yang hidup."

24-Sesudah itu raja berkata: "Ambilkan aku pedang," lalu dibawalah pedang ke depan raja.

25-Kata raja: "Penggallah anak yang hidup itu menjadi dua dan berikanlah setengah kepada yang satu dan yang setengah lagi kepada yang lain."

26-Maka kata perempuan yang empunya anak yang hidup itu kepada raja, sebab timbullah belas kasihannya terhadap anaknya itu, katanya: "Ya tuanku! Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia." Tetapi yang lain itu berkata: "Supaya jangan untukku ataupun untukmu, penggallah!"

27-Tetapi raja menjawab, katanya: "Berikanlah kepadanya bayi yang hidup itu, jangan sekali-kali membunuh dia; dia itulah ibunya."

1 Raja-Raja 3:28
• Ketika seluruh orang Israel mendengar keputusan hukum yang diberikan raja, maka takutlah mereka kepada raja, sebab mereka melihat, bahwa HIKMAT dari pada Allah ada dalam hatinya untuk melakukan keadilan.

1. Faktor Penting Untuk Sukses KERJA KERAS.
2. Faktor Lebih Penting Untuk Sukses PENGETAHUAN.
3. Faktor Terpenting Untuk Sukses MINTALAH HIKMAT dari  
  TUHAN.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pengikut