Rabu, 06 Januari 2010

SIAPAKAH UMAT KU

SIAPAKAH UMATKU?


Selamat datang kepada saudara sekalian yang telah hadir pada saat ini. Saya percaya kita semua diberkati Tuhan sampai hari ini, dan akan mendapat berkat dalam pertemuan kita saat ini.

• Siapa orang diantara kita yang percaya sepenuhnya kepada Yesus Kristus sebagai Juruslamat kita pribadi?
• Siapa di antara kita yang berani menyatakan bahwa kita adalah pengikut Kristus dalam keadaan apa pun?
• Malam ini kita akan memeriksa hati kita masing-2, apakah benar kita adalah pengikut Kristus yg sejati atau bukan.

Pada masa sebelum rezim komunis di Uni Sovyet runtuh, banyak orang-2 Kristen yang mati disiksa dan dianiaya bahkan dibunuh untuk membinasakan mereka. Mereka dilarang untuk berkumpul dan beribadah, bahkan Alkitab pun tidak boleh kelihatan kepada tentara atau pejabat pemerintah.

Keadaan ini membuat banyak orang-2 Kristen berusaha menghafalkan banyak ayat-2 Perjanjian Lama dan Baru secara pribadi dan mengadakan kebaktian dengan sembunyi-2 pada malam hari. Banyak peristiwa dimana umat Tuhan ditangkap setelah ketahuan mengadakan aktivitas keagamaan.

Suatu malam, sekelompok kecil umat Tuhan mengadakan pertemuan untuk berbakti, di sebuah rumah kecil di kaki bukit dengan pintu dan jendela yang terkunci. Mereka menyanyi dengan sangat perlahan-lahan supaya jangan didengar orang lain, lalu membagikan ayat yang dihafalkannya untuk saling menguatkan satu dengan yang lain. Tetapi tiba-tiba pintu didobrak dengan keras sampai terbuka, lalu masuk 2 orang berpakaian tentara dengan senapan laras panjang di tangannya. Mereka disuruh berdiri menghadap ke dinding dengan tangan ke atas.

Mereka semua ketakutan, lalu tentara itu berkata dengan keras, “Siapa yang mau menyangkal imannya kepada Yesus, dia boleh tinggalkan ruangan ini dengan aman segera!” Mereka semua gemetar, lalu tentara itu membentak lagi, maka 2 orang segera berlari keluar ruangan dengan muka tertunduk. Masih ada beberapa orang di dalam yang masih ketakutan, termasuk seorang ibu dan anak bayinya. Tentara itu membentak lagi,”Cepat tinggalkan ruangan ini untuk menyangkal iman mu, kalau tidak, harus siap menghadapi resikonya!”

Dengan tertunduk malu 3 orang segera meninggalkan ruangan itu lagi, tinggallah seorang ibu dan bayinya serta 2 orang pria. Ketika mereka benar-2 ditanyakan, mereka katakan bahwa mereka tidak akan menyangkal imannya, maka tentara itu menutup pintu dan menguncinya. Mereka yang masih tinggal ini sudah berpikir bahwa mereka akan siap masuk penjara, disiksa dan bahkan dibunuh, dan mereka sudah siap.

Tentara itu berbalik melihat kepada oarng yang masih berdiri mengangkat tangan itu dan berkata,”Tetap angkat tangan kalian, karma sekarang waktunya kita memuji nama Yesus Kristus, karena kami juga adalah orang Kristen.” Mereka masih yang tinggal kaget dan tidak percaya, lalu kemudian bertanya mengapa bisa seperti itu, lalu tentara itu menjelaskan bahwa 2 minggu lalu mereka juga ditugaskan menangkap kelompok umat Tuhan yang sedang berbakti, tetapi pada saat itu justru mereka bertobat dan menerima Kristus.”

Tentara yang satu berkata,”Maafkan kami kalau kami membuat anda sekalian ketakutan, karena kami sudah belajar berhati-hati, dan hanya yang orang yang tidak takut mati lah yang benar-2 pengikut Kristus yang sejati.”


Saudaraku sekalian, kalau malam ini kita ditanya oleh Yesus: “Siapakah saudaraku?”
Apakah yang akan kita jawab, siapakah yang akan berani berdiri dan menjawab: ”Inilah aku Tuhan”? Dan seandainya kita berhadapan dengan senjata yang siap ditembakkan, lalu disuruh untuk menyangkal iman kita, apakah kita akan tetap setia?

Di dalam Matius 12:48 Yesus bertanya: “Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?”

Pertanyaan itu juga sekarang diucapkan kepada kita yang hadir, siapa di antara kita yang adalah pengikut Kristus yang sejati?

Mungkin kita akan jawab dengan mudah, tetapi bila kita berhadapan langsung dengan moncong senjata, apakah jawaban kita masih sama?

Kemudian Yesus menambahkan dalam ayat yang berikutnya, Matius 12:50: “Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”

Barangsiapa yang melakukan kehendak Bapa di sorga adalah saudara Yesus yang sebenarnya. Apakah kita sudah melakukan apa yang Tuhan katakan melalui firmanNya dalam sepanjang hidup kita? Banyak orang yang mengaku pengikut Kristus tetapi tidak mau mengikuti jalan yang ditunjukkanNya, memilih mengikut setan daripada Yesus, memilih mengikuti kata hati walau pun berbeda daripada mengikuti Tuhan.

Tetapi pengikut Kristus yang sebenarnya adalah yang selalu menjalankan kehidupannya sesuai dengan apa yang Tuhan katakan, tidak peduli apa pun keadaannya dan dimana pun dia berada. Sekaranglah waktunya kita memperbaiki kehidupan dan tingkah laku kita kalau kita mau katakana bahwa kita adalah pengikut Kristus yang sejati.

Saudaraku sekalian, malam ini Yesus bertanya kepada kita masing-2, siapakah saudara-Ku laki-laki dan perempuan, yang tidak malu dan takut mengakui Yesus di hadapan manusia, dalam segala keadaan. Tidak malu dan segan untuk menyatakanya dalam hidup keseharian kita, bahkan menceritakan tentang Penebus kita yang sungguh mulia itu. Jangan ragu dan takut untuk memberitakan melalui hidup kita, sebelum kita tiba pada masa ujian terakhir di mana kita masing-masing akan berhadapan dengan musuh yang akan membinasakan umat Tuhan yang setia.

Kesetiaan kita harus dilatih dan dibangun dari sekarang, tidak akan datang tiba-tiba. Oleh sebab itu saudaraku, marilah kita terus menguji hati kita untuk melihat apakah kita memang sudah benar-benar pengikut Kristus yang sejati atau bukan. Karna akan tiba saatnya dimana lalang itu akan dipisahkan dengan gandum, walau sekarang kelihatannya sama, tetapi pada saatnya nanti Tuhan akan menyatakan yang sebenarnya, semoga kita akan didapati sebagi gandum yang setia di hadapan Tuhan.

Damai sejahtera dari sorga kiranya menyertai kita sekalian, untuk menjadi umat Tuhan yang sejati. Amin.

1 komentar:

Pengikut