Jumat, 23 Juli 2010

PERSEKUTUAN DENGAN TUHAN

Ayat Inti : Yoh 15:1

I. PENDAHULUAN

Yoh 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting rantingnya. Barangsiapa yang tinggal didalam Aku dan Aku didalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar aku kamu tidak dapat berbuat apa apa.
Boleh jadi pada waktu itu Yesus sedang berbicara kepada para petani anggur dan petani gandum. Karena Yesus seringkali berbicara menggunakan perumpamaan sesuai dengan latar belakang pendengarnya dan supaya mudah untuk dimengerti. Pengusaha kebun anggur tersebut adalah Bapa yang senantiasa memelihara, merawat dan memberikan pupuk dan memyirami air sehingga pokok anggur itu bertumbuh.Yesus katakan Akulah pokok anggur yang benar dan kita ini adalah ranting-rantingnya. Setiap ranting yang tidak menghasilkan buah akan ditebang oleh pengusaha kebun, kenapa? Supaya tidak mempengaruhi ranting yang lain.
II. ISI/PEMBAHASAN
Ranting-rantingnya ini akan menghasilkan buah jikalau rantingnya ini tetap melekat dan menyatu dengan pokoknya, dan ranting-rantingnya ini menghasilkan buah yang disebut dengan Buah Roh (Gal 5:22). Tetapi tidak semua ranting yang menyatu dapat menghasilkan buah walaupun menyatu. Karena banyak orang mengaku memiki Yesus tapi hidupnya tidak menghasilkan buah dan orang ini oleh pengusaha kebun harus dipisahkan dari ranting yang lain.
Apa jadinya kalau rantingnya ini terpisah dari pokoknya? Maka rantingnya akan kering akan layu dan mati serta tidak menghasilkan buah. Itu sebabnya Yesus katakan di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa apa, kamu tidak dapat menyelamatkan dirimu, kamu tidak dapat menurut hukum, kamu tidak dapat berbuat baik dan kebenaran, kamu tidak dapat mengasihi sesamamu kalau kamu tidak menyatu dengan Aku. Artinya bahwa dalam perumpamaan ini Yesus hendak mengajarkan betapa pentingnya hubungan yang akrab dengan Yesus.
Apa pengaruhya bagi kita kalau kita punya hubungan yang akrab dengan Yesus?
1. Kita akan melihat ketidakterbatasan kuasa Allah dan disaat yang sama kita merasa bahwa diri kita tidak berdaya dihadapan Allah. Kita merasa diri kita najis dan Allah adalah suci adanya. (Ayub 11:7) “Dapatkah engkau memahami hakekat Allah, menyelami batas-batas kekuasaan Yang Mahakuasa?”
2. Kita akan menjadi seorang yang rendah hati. Ada orang yang merasa hidupnya seperti katak didalam tempurung, dia mengandalkan harta, jabatan, tapi akhirnya hancur oleh karena kekayaan dan jabatan. Dia merasa bahwa hidupnya segala-galanya. Dia merasa sombong. Kenapa?? Karena dia tidak memiliki hubungan pribadi dengan Yesus. (Fil 2:3) = Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;
3. Kita akan mengasihi sesama kita. (Mat 25:40) ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” Hubungan kita adalah hubungan segitiga, yaitu kasih kepada Allah ditentukan oleh kasih kepada sesama manusia.
4. Kita akan memasrahkan kehendak Tuhan yang jadi. Rencana kita akan hilang ditelan oleh rencana Tuhan. Rencana Tuhan adalah menjadi rencana yang terbaik dalam hidup kita. (Yes 55:8,9) “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.”. Tuhan punya rencana yang terbaik bagi kita, dengan melibatkan Tuhan dalam segala rencana kita maka kita akan mengerti rencana Tuhan bagi kita. Dan hanya mereka yang punya hubungan yang akrab dengan Tuhan yang dapat melihat kepada rencana Tuhan.
Illustrasi: Mahasiswa kependetaan Unai yang meminta tanda kepada Tuhan didalam doanya supaya terjadi tanda didepan New Dormitory Girls pada waktu malam Vesper.
5. Kita akan beroleh kekuatan baru untuk mengatasi persoalan hidup. Tidak ada persoalan ekonomi, rumah tangga, pendidikan, pekerjaan dan persoalan yang lainnya yang tidak dapat diselesaikan jikalau kita mengandalkan Tuhan. (Yes 40:31) orang orang yang menantikan Tuhan mendapat kekuatan baru. Lalu dalam Yeremia 17:7 ” Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!”
Hubungan yang paling akrab bukan hubungan antara suami dan istri, bukan hubungan antara orangtua dan anak, bukan hubungan antara pendeta dengan anggota gereja, bukan hubungan antara dosen dengan mahasiswa, bukan hubungan antara seorang pria yang ganteng yang sedang pacaran dengan wanita yang cantik. Tetapi hubungan yang paling akrab adalah (personal relationship with God ) hubungan pribadi dengan Tuhan, dan essence atau inti daripada relationship adalah communication constantly before God.
III. KESIMPULAN/PENUTUP
Manakah yang benar dalam hubungan pribadi kita dengan Yesus? Kita tinggal di dalam Yesus atau Yesus yang tinggal di dalam kita?
Illustrasi: seorang anak muda bertanya kepada DR. Martin Luther. ”Pdt, mana yang benar Yesus dalam kita atau kita di dalam Yesus? Martin Luther ambil sepotong besi lalu dimasukkan dalam bara api yang membara kemudian besi yang sudah menyatu dengan api diangkat Martin Luther bertanya mana yang benar besi dalam api atau api dalam besi? Anak muda ini katakan dua-duanya, itu api dalam besi, lalu itu besi dalam api.
Demikianlah hubungan pribadi kita dalam Yesus. Kita tinggal di dalam Yesus melalui doa dan Yesus tinggal di dalam kita melalui kita mempelajari firmanNya. Apa yang Yesus harapkan dalam hubungan kita dengan Dia adalah two ways system communication. TUHAN MEMBERKATI

2 komentar:

  1. Pak Naibaho, trims atas renungannya yang memberi pengertian lebih dalam akan arti dan manfaat persekutuan dengan Tuhan. (Herwinsyah)

    BalasHapus
  2. Trim's pak Pendeta atas bahan khotbahnya.

    BalasHapus

Pengikut