Jumat, 23 Juli 2010

mazmur 23

Judul : Gembala
Ayat : Mazmur 23:1a
Thema : Tuhan Sebagai Gembala Bagiku.

Pendahuluan :
Sebelum Daud menjadi raja ia memiliki pekerjaan sebagai gembala ternak orang tuanya. Setiap hari ia berada di padang untuk menggembalakan ternak orang tuanya, dan selama musim panas maka ia selalu berada di padang untuk menggembalakan kawanan ternak itu. Setiap hari Daud melihat tingkah laku domba-dombanya, dan ia selalu memperhatikan apa-apa saja kebutuhan domba-dombanya, serta memperhatikan kelemahan dan kekurangan dari domba-domba tersebut. Dia juga mempelajari bagaimana menjaga dan merawat domba-domba itu agar domba-domba itu bertumbuh baik, sehingga boleh memberikan hasil yang memuaskan. Dia sudah terbiasa dengan pekerjaannya sebagai gembala ternak, dan dia sudah mengetahui betul karakter dari domba-domba yang digembalakannya. Oleh sebab itu ketika ia merasakan bagaimana pemeliharaan Tuhan di dalam kehidupannya, bagaikan seorang gembala yang baik, yang selalu membimbing dan memelihara serta menuntun kawanan gembalanya dengan baik. Maka ketika ia menulis sair ini, ia menempatkan dirinya sebagai seekor domba yang sangat membutuhkan kehadiran seorang gembala yang baik, yang menuntun dan menggembalakan kawanan domba dengan baik. Daut merasa bahwa Tuhan Yesus itu adalah gembala yang baik yang selalu menuntun umatNya dengan baik.

1. Siapakah Yesus itu Sehingga Ia Boleh Menjadi Gembala. Kolose 1:15-20
Yesus adalah pencipta segala sesuatu yang baik dan benar, baik yang ada di bumi ini maupun yang ada di surga. Karena segala sesuatu yang baik dan benar adalah diciptakan oleh Yesus, dan segala sesuatu yang diciptakanNya itu, diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Oleh karena Yesus adalah pencipta manusia dan kita adalah milik Yesus, itulah sebabnya, maka Yesus layak menjadi gembala bagi manusia.


2. Ada Tiga Sebab Kita Menjadi Milik Yesus.
a. Oleh penciptaan.
Yesus lah yang menciptakan manusia, oleh karena Yesus yang menciptakan kita, maka bagi Yesus kita manusia ini, walaupun dalam keadaan yang sudah jatuh berdosa, tetapi bagi Dia kita ini sangat berharga dimataNya.
Ada seseorang yang mencoba menghitung harga manusia, menurut cara penjualan daging di pasar. Harga dagingnya sekian dan harga tulangnya sekian dan seterusnya, maka ia mendapat total harga manusia itu sebanyak kurang lebih tiga ratus lima puluh dolar. Sangat murah harganya, kalau dirupiahkan maka harga manusia itu kurang lebih hanya tiga juta lima ratus ribu rupiah. Tetapi ada seseorang ahli phsykology merasa harga manusia itu sangat murah sekali. Maka ia juga mulai mencoba menghitung nilai manusia itu menurut harga medis. Kalau mengadakan operasi menggantikan kulit, harga kulitnya sekian, harga tulang, harga jantung, harga liver, harga ginjal, harga otak, harga darah dan lain-lainnya. Maka ia mendapat total harga manusia itu sebesar kurang lebih enam milyar dolar.
Harga manusia begitu mahal oleh karena Tuhan menciptakan manusia dengan akalbudi dan menurut peta Allah sendiri. Kejadian 1:26. Itulah sebabnya manusia sangat berharga di mata Tuhan, dan oleh sebab kita di ciptakan oleh Yesus, maka kita ini adalah milikNya.
b. Diciptakan kembali melalui penebusan oleh Yesus. 2 Korintus 5:17
Setiap orang yang ada di dalam Kristus atau setiap orang yang telah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, orang itu telah diciptakan kembali melalui penebusan oleh darah Yesus Kristus. Oleh sebab itu barang siapa yang sudah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, berarti orang itu sudah menjadi milik Yesus Kristus.
c. Karena Yesus telah memilih kita. Yohanes 15:16.
Yesus berkata bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Sebelum kita manusia yang berdosa ini berpikir untuk memilih Yesus atau menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, terlebih dahulu Yesus memilih kita, artinya terlebih dahulu Yesus memanggil kita, sehingga kita mau datang dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Kita manusia yang berdosa ini tidak pernah mempunyai pikiran untuk bertobat dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, bilamana kita tidak terlebih dahulu dipanggil oleh Yesus melalui bisikan Roh Kudus atau melalui seseorang yang diutus oleh Tuhan.

Kesaksian:
Sepasang suami istri berkulit putih yang tidak memiliki anak pada zaman perang dunia kedua. Oleh karena mereka tidak memiliki anak maka mereka berunding dan mendapat satu kesepakatan, mereka harus mengadopsi anak. Akan tetapi tidak ada anak yang dapat mereka adopsi, lalu mereka datang kesuatu tempat dimana ada tempat menjual budak, dari anak-anak orang kulit hitam yang menjadi budak akibat perang dunia kedua. Ketika mereka tiba di tempat itu mereka meminta kepada agen itu, agar menyediakan seorang anak untuk mereka, tetapi orang itu menjawabnya. Memang masih ada seorang anak yang tertinggal, tetapi anak ini sudah berulang kali dikembalikan ke sini karena dia budak yang bandel.
Nama anak itu Jack dan memiliki kulit yang hitam legam, karena dia adalah orang Negro. Rupanya anak ini merasa dirinya sangat tidak berharga dimata majikannya, maka ia selalu berbuat ulah sesuai keinginan hatinya, supaya majikannya tidak manyukainya dan tidak betah dengan dia, maka mereka akan mengembalikannya ke tempat yang menyalurkannya. Ketika pasangan suami istri ini mendengar bahwa hanya tinggal satu anak saja, dan anak yang bandel lagi, maka mereka mulai berunding lagi, tetapi karena mereka memang membutuhkan seorang anak, maka mereka katakan; baiklah kami beli dia.
Ketika mereka sampai kerumah mereka, katakan kepada anak itu inilah kamarmu yang sudah kami sediakan untukmu. Didalam kamar itu sudah tersedia pakaian yang indah dan berbagai mainan anak-anak, kamar itu juga ditata rapi. Setiap jam makan, anak itu selalu disediakan makanan yang bergizi dan enak, tetapi oleh karena dalam pikiran anak ini, kembali lagi saya menjadi budak, maka setiap hari ia selalu berbuat ulah. Tetapi keluarga ini tidak pernah marah malahan selalu menunjukan kasih dan sayang mereka kepada anak itu. Hingga suatu hari anak coba bertanya kepada sepasang suami istri itu, ”mengapa kalian berbuat baik kepada saya padahal saya sudah berbuat jahat kepada kalian?” Jawab mereka: ”Kami mengasihimu karena kamu adalah anak kami!” Kemudian anak itu bertanya, ”benarkah kalian menganggap aku sebagai anak kalian?” Sepasang suami istri itu menjawab; ”kamu adalah anak kami.” Ketika anak itu mendengar hal itu hatinya menjadi senang,dan ia meminta maaf karena ia telah berbuat jahat, mulai dari situ ia selalu berbuat sesuatu yang menyenangkan hati sepasang suami istri itu. Kemudian keluarga ini, ketika Jack sudah menjadi besar dan menyekolahkannya menjadi seorang pendeta.

Kesimpulan :
Yesus adalah gembala yang baik, ia memilih kita sebagai umatNya, karena Dia sangat mengasihi kita, dan Ia adalah gembala yang baik yang selalu menuntun kehidupan kita. Itulah sebab nya dalam Yohanes 10:11 Yesus berkata: ”Akulah gembala yang baik.”

Panggilan :
Yesus adalah gembala yang baik, dan kita sangat membutuhkan kehadiran seorang gembala yang baik itu. Untuk menuntun dan mengembalakan kehidupan kita setiap hari. Untuk itu marilah kita selalu datang kepada Yesus yang adalah gembala, supaya kita selalu dituntun oleh Yesus gembala yang Agung, datanglah kepadanya agar Ia menggembalakan hidupmu setiap hari. Tuhan memberkati kita, haleluya Amin!














Judul : Takkan Kekurangan
Ayat : Mazmur 23:1b
Thema : Tuhan Mencukupi Segala Kebutuhan.

Pendahuluan :
Daud menulis dalam Mazmur 23:1, bilama Yesus menjadi gembala dalam kehidupan kita, maka kita tidak akan merasa kekurangan. Dalam bahasa Inggris kata takkan kekurangan itu adalah, ”NOT WANT” tidak mau lagi, sudah cukup, tidak ada rasa untuk mengingini lagi karena sudah dipuaskan. Tidak seorangpun didalam kehidupannya pernah merasa puas dan cukup atas apa yang ia dapatkan, itulah sebabnya orang akan mencari dan terus mencari sesuatu yang lebih dari hari kemarin. Bahkan karena tidak puas dengan yang diperoleh pada hari-hari kemarin, mereka ada yang mengadakan penipuan, dan korupsi supaya penghasilan mereka lebih banyak dari hari kemarin.
Saya pernah bertemu dengan seseorang yang sudah mempunyai satu mobil tua dan satu sepeda motor, tetapi ia selalu mengeluh dengan segala penghasilannya dan segala keberadaannya. Sementara di tempat lain masih ada orang yang lebih miskin dan berkekurangan dibandingkan dengan keluarganya, tetapi mereka selalu mengucap syukur kepada Tuhan atas berkat-berkat yang mereka terima. Kita tahu bagaimana kehidupan Daud dia sering mendapatkan kesusahan, tetapi tetap berkata bahwa bilamana Yesus menjadi gembalanya, maka ia tidak akan merasa kekurangan.
Yesus adalah Tuhan dan sebagai Gembala yang baik, Gembala yang selalu berada disamping domba-dombanya dan selalu siap untuk memberi pertolongan kepada domba-domba yang digembalakanNya. Bila Yesus yang adalah Tuhan dan Gembala yang Agung itu menjadi gembala bagi kita, maka kita tidak akan merasa kekurangan lagi, karena Dia akan memuaskan kita.
Raja Daud merasa dipuaskan oleh Tuhan, atas segala berkat dan pemeliharaan Tuhan dalam kehidupannya. Oleh karena raja Daud merasa dipuaskan oleh pemeliharaan Tuhan di dalam kehidupannya, sehingga ia menyatakan dengan ungkapan, takkan kekurangan aku. Apakah arti yang dimaksudkan dengan, “takkan kekurangan aku”.

1. Takkan Kekurangan.
Takkan kekurangan artinya:
a. Tidak kekurangan.
Setiap manusia yang hidup di atas dunia tidak ada yang tidak ada kekurangan, raja Daud juga ketika ia menulis syair ini, bukan berarti ia tidak ada kekurangan. Tidak kekurangan disini artinya, Tuhan akan memenuhi segala kebutuhan kita, ketika kita umat-umatnya yang sangat membutuhkan pertolongan dari Tuhan.
Raja Daud menulis dalam Mazmur 34:20 “Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu”. Orang yang mengikuti Tuhan atau orang mengambil Yesus sebagai Tuhan dan Gembalanya tidak berarti, tidak berkekurangan secara materi. Tetapi orang yang setia menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan gembala di dalam kehidupannya, walaupun secara materi ia benyak kekurangan, tetapi Tuhan akan memberi jalan keluar kepada mereka, ketika mereka sangat membutuhkannya.
b. Tidak dibiarkan.
Tuhan tidak akan membiarkan kita umat-umatNya, apabila kita setia. Tuhan bagaikan seorang gembala yang baik, yang selalu memperhatikan kawanan domba gembalaannya. Tuhan tidak pernah membiarkan umat-umat kesayanganNya, karena, “Mata Tuhan selalu tertuju kepada orang-orang benar, dan telingaNya kepada teriak mereka minta tolong”. Mazmur 34:16.
c. Tidak diabaikan.
Tuhan Yesus yang adalah gembala yang Agung itu tidak akan mengabaikan orang-orang yang mau datang dan mau digembalakan oleh Tuhan Yesus. Karena Tuhan Yesus yang adalah pencipta alam semesta, dan hanya Dialah yang layak menjadi Gembala yang Agung. Karena Yesus adalah Gembala yang Agung maka Dia tidak akan mengabaikan setiap orang yang mau menjadi satu kawanan domba dengan satu gembala yaitu Tuhan Yesus. Raja Daud berkata: “Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku”. Yesus tidak akan mengabaikan umat-umatNya sekalipun ayah dan ibu kita meninggalkan kita, karena kasih dan kesetiaan Tuhan kepada umat-umatNya.

2. Takkan Kekurangan.
Takkan kekurangan artinya:
a. Puas.
Seseorang yang hidupnya mengambil Tuhan Yesus sebagai pemimpin atau gembala di dalam segala aspek kehidupannya, maka ia akan merasa puas dengan berkat-berkat dan pemeliharaan Tuhan di dalam kehidupannya, sehingga ia tidak akan bersungut-sungut, bahkan tidak akan menyalahkan dan menghujat Tuhan. Karena ia merasa puas terhadap berkat-berkat dan pemeliharaan Tuhan dalam kehidupannya maka ia akan selalu bersukacita dan bersyukur kepada Tuhan.
b. Bersukacita setiap saat.
Orang yang hidupnya bergantung pada Tuhan atau membiarkan Yesus menjadi gembala dan menggembalakan kehidupannya, maka kehidupannya akan selalu senang. Umat Tuhan yang membiarkan Yesus menggembalakan kehidupannya, maka ia akan tetap bersukacita walaupun ada banyak masalah yang ia hadapi, karena Yesus yang sebagai gembala yang baik akan selalu memberi kelegaan kepada umatNya. Sebagaiman yang Yesus katakan, “Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu”. Matius 11:28.

Kesaksian :
Ada satu keluarga petani yang sedang mendapat suatu kesulitan. Seorang ibu paruh baya yang harus menjadi tulang punggung keluarga , karena suami sakit lumpuh dan hanya terbaring di tempat tidur. Suaminya lumpuh karena terjatuh di dalam kamar mandi. Keluarga petani ini hanya menyewa tanah orang kaya untuk digarap. Suatu hari keluarga petani ini mendapat kesulitan keuangan, anaknya yang sedang duduk di bangku SMU harus meninggalkan asrama oleh karena uang sekolah belum dibayar. Kemudian tanah yang disewa sudah terlambat pembayarannya selama tiga bulan, ibu ini takut bertemu dengan pemilik tanah itu, padahal di tanah yang digarapnya itu ada tanaman bawang preinya, yang kira-kira satu bulan lagi baru akan dipanen. Pagi subuh kami bersama dengan ketua jemaat datang melawat dan berdoa subuh dirumah itu. Ketika kami tiba di rumah itu, waktu kami bertanya kepada ibu itu apa yang perlu didoakan, ibu itu menceritakan masalahnya sambil menangis, lalu kami memberikan beberapa nasihat dan kami berdoa khusus untuk masalah itu, kemudian tiga hari kemudian kami datang kembali kerumah itu juga pada waktu pagi subuh. Ketika kami tiba di rumah ibu itu, beliau bercerita dengan hati yang senang karena doa-doa telah dijawab oleh Tuhan, masalah yang dihadapinya telah mendapatkan jalan keluar.

Kesimpulan :
Takkan kekurangan bukan berarti hanya berkelimpahan dalam berkat materi saja, tetapi berkat olehmana Tuhan melepaskan dan memberikan jalan keluar dari segala kesusahan dan masalah yang sedang kita hadapi. Bila Tuhan sebagai gembala kita, maka kita akan merasa tidak kekurangan lagi, karena iman kita.

Panggilan :
Tuhan adalah gembalaku takkan kekurangan aku. Oleh sebab itu marilah kita datang kepada Yesus yang adalah Tuhan kita dan sebagai gembala yang Agung, kita serahkan segenap kehidupan kita agar Yesus menggembalakan kita, maka kita akan merasa puas, sehingga kita tidak lagi selalu merasa kekurangan, melainkan selalu bersukacita dan bersyukur kepada Tuhan, karena Tuhan selalu memberkati kita, haleluya Amin!















Judul : Membaringkan
Ayat : Mazmur 23:2a
Thema : Tuhan Membaringkan Aku di Tempat Yang Aman.

Pendahuluan :
Ada beberapa sebab utama orang berbaring:
a. Orang berbaring bila mana matanya sudah mulai terasa mengantuk, maka ia akan berbaring untuk tidur, sehingga ia akan bangun besok paginya dengan tubuh yang lebih segar.
b. Orang akan berbaring bila ia sudah merasa lelah dan capek, maka ia akan berbaring untuk melonggarkan otot-ototnya supaya badan akan terasa segar dan pulih kembali.
c. Orang akan berbaring bila ia sedang sakit, karena ia akan merasa bahwa badannya lemas dan memang ia harus berbaring dan beristirahat.
d. Ada juga yang berbaring oleh karena malas-malasan, tetapi berbeda dengan domba. Domba adalah binatang yang jarang berbaring, kecuali: Ada empat hal yang membuat domba itu mau untuk berbaring.
1. Yang Membuat Domba Mau Berbaring.
a. Bebas dari rasa takut.
Oleh karena rasa takut, membuat domba itu sangat berhati-hati untuk berbaring. Domba akan berbaring bilamana ia merasa sudah bebas dari segala masalah dan rasa ketakutan, selama domba itu merasa tidak aman dan ada rasa ketakutan, maka selama itu pula domba itu tidak akan berbaring.
b. Bila bersama kawanan domba lainnya.
Domba akan berbaring bila ia bersama-sama dengan kawanan domba lainnya. Domba adalah binatang yang jarang tersesat, karena domba selalu mau bersama-sama dalam satu kawanan dan domba selalu mau dekat dengan gembalanya. Dalam kehidupan kita sehari-hari sebagai umat Tuhan, bilamana kita adalah domba yang satu kawanan dengan satu gembala yaitu Yesus Kristus, maka kita tidak akan tersesat. Karena domba tidak mau terpisah dari kawanan domba lainnya dan tidak mau jauh dari gembalanya. Bila kita masih suka tersesat berarti kita belum menjadi domba, mungkin kita adalah kambing yang berada dalam kawanan domba.
c. Bila bebas dari gangguan lalat, ulat dan serangga.
Lalat di padang dan ulat serta serangga adalah musuh bagi domba, dan hal inilah yang membuat susuah bagi domba-domba untuk berbaring. Selama domba-domba itu belum bebas dari lalat, ulat dan serangga yang ada di padang, selama itu juga domba itu tidak akan berbaring.
d. Bila sudah kenyang.
Domba tidak akan berbaring selama ia masih merasa lapar, maka domba itu akan terus dan terus mencari makanannya sampai ia kenyang. Setelah domba itu sudah merasa kenyang barulah ia akan berbaring.
2. Jalan Keluar Dari Permasalahan Itu.
Domba sulit untuk berbaring karena empat hal di atas, untuk menghadapi hal itu, maka kawanan domba itu sangat membutuhkan kehadiran seorang gembala yang baik, yang selalu memperhatikan sehingga membuat kawanan domba itu merasa aman. Untuk mengatasi dan jalan keluar dari masalah itu, domba hanya membutuhkan kehadiran seorang gembala yang baik. Domba cepat panik karena masalah-masalah yang mereka hadapi; itulah sebabnya domba sangat membutuhkan kehadiran seorang gembala.
3. Apa Yang Membuat Kita Takut.
Takut artinya:
1. Tidak tenang.
2. Merasa tidak aman.
3. Merasa tidak tentram.
a. Hal inilah yang membuat kita takut, sesuatu yang tidak kita ketahui dan tidak kita harapkan. Kita takut sesuatu yang tidak kita harapkan, akan terjadi di dalam kehidupan kita, sehingga hal itu yang membuat kita takut. Tetapi Alkitab memberi suatu penghiburan bagi kita, karena ada kurang lebih 365 kali kata jangan takut di dalam Alkitab.
Ulangan 31:6,8. ”Jangan takut....Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau”. Tuhan berjanji bahwa Ia akan berjalan di depan dan menyertai kita.
Kesaksian :
Seorang ibu rumah tangga merasa ketakutan ketika ia melihat anaknya sakit, sementara suaminya tidak ada di rumah karena tugas. Ibu ini coba bawa anaknya itu tidur di rumah temannya, tetapi kira-kira tengah malam suhu badan anak itu bertambah tinggi dan akhirnya pingsan. Mereka tidak tahu apa lagi yang bisa mereka lakukan, ibu hanya bisa menangis dan berdoa, ia mengira anak itu sudah mati. Karena tangisannya yang keras membuat tetangga mendengarnya dan datang ketempat itu, kemudian seorang bapak memegang anak itu sambil mengurut perut dan semua badan anak itu, tiba-tiba anak itu buang angin, lalu sadar dan sembuh. Ketakutan sering kali membuat seseorang itu menjadi panik dan tidak tahu apa yang harus ia perbuat. Oleh sebab itu Tuhan katakan ”Jangan takut” karena Tuhan akan menyertai kita dan memberi jalan keluar tepat pada waktunya.

b. Yang membuat kita takut adalah:
1. Ada ketegangan.
2. Ada kompetisi atau persaingan. Takut kalah oleh saingan kita yang membuat timbul perasaan takut.
3. Ada permusuhan. Permusuhan membuat hati tidak tenang dan rasa ketakutan itu muncul, karena selalu ada rasa dendam.
Tetapi dalam hal ini ada Parakletos, Parakletos artinya; seseorang yang selalu berada di sisi kita, yaitu Tuhan kita Yesus Kristus yang adalah gembala Agung, selalu berada di sisi kita melalui kehadiran Roh Kudus dan selalu siap menolong kita. Dalam hal ini mungkin kita sama seperti domba yang susah untuk berbaring, karena rasa takut. Takut akan lalat-lalat masalah, ulat-ulat masalah dan serangga-serangga permasalahan, yang membuat perasaan tidak tenang dan penuh dengan ketakutan. Tetapi Tuhan berkata: ”Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepadaNya, dan ia akan bertindak”. Mazmur 37:5.




Kesimpulan :
Gembala yang baik sanggup membuat kawanan domba itu berbaring dengan tenang di atas rumput yang hijau. Yesus adalah Tuhan kita yang sanggup membuat kita berbaring dengan tenang, ”membuat perasaan kita tenang” di atas rumput hijau, ”di tempat yang aman”. Hanya Yesus yang adalah Tuhan dan Gembala yang baik itu, yang sanggup membuat kita berbaring dengan tenang di padang yang berumput hijau, bila kita memberikan kehidupan kita digembalakan oleh Dia.

Panggilan :
Yesus rindu memberi ketenangan kepada bapak-ibu dan saudara-saudari, Yesus rindu untuk menjadi gembala yang baik bagi bapak-ibu dan saudara-saudari, kita semua, tetapi Yesus tidak dapat menjadi gembala yang baik bagi kita, bila kita tidak menyerahkan kehidupan kita kedalam tangan penggembalaanNya. Oleh sebab itu Yesus menunggu dan menunggu saudara-saudari dan saya, menyerahkan segenap kehidupan kita untuk digembalakanNya. Jangan sampai saudara mempercayai penggembalaan itu pada diri saudara sendiri, sehingga saudara-saudari selalu merasa ketakutan. Marilah kita datang kepada Yesus agar Dia menggembalakan kehidupan kita, ”membuat perasaan kita tenang” dan menuntun kita, ”ke tempat yang aman”. Tuhan memberkati kita, Haleluya Amin!












Judul : Membimbing.
Ayat : Mazmur 23:2b.
Thema : Tuhan Membimbing Aku ke Air Yang Tenang.

Pendahuluan :
Suatu hari berapa orang yang sedang mandi di sebuah sungai kecil yang sangat dangkal, tetapi berada di antara tebing yang cukup tinggi. Ketika mereka sedang mandi tiba-tiba ada suara yang bergemuruh datang dari sebelah atas, masih dalam keadaan bingung tiba-tiba banjir besar dating dari sebelah atas sungai itu. Mereka belum sempat melarikan diri air sudah menerpa mereka dan membawa hanyaut beberapa orang. Ada di antara mereka yang sempat berpegangan pada pohon yang ada di dekat mereka, sehingga mereka dapat selamat walaupun ada yang tertutup dengan lumpur. Tetapi oleh karena peristiwa itu, ada tujuh jiwa yang meninggal dunia. Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 1989, karena tanggul roboh. Air adalah kebutuhan yang vital bagi mahluk hidup, tetapi air yang deras dapat membahayakan.

1. Kebiasaan domba.
Domba adalah binatang yang penakut, dan domba suka tinggal di tempat yang kering. Domba hanya dapat minum jika ada seorang gembala yang membawanya ke tempat air yang tenang. Itulah salah satu yang membuat domba sangat membutuhkan kehadiran seorang gembala yang baik, yang dapat menyediakan air yang tenang untuk diminunnya.

2. Tubuh Membutuhkan Air.
Salah satu tanda bahwa tubuh kita membutuhkan air, yaitu haus. Yesus berkata, ”Barangsiapa minum air ini (air dari sumur Yakub) ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus lagi”. Yohanes 4:13,14. Tanda tubuh membutuhkan air salah satunya adalah haus, setiap tubuh membutuhkan air maka akan terasa haus, bila sudah haus maka kita akan cari air minum. Selama kita hidup maka kita tidak akan berhenti membutuhkan air minum. Tetapi Yesus berkata, ”tetapi barangsiapa yang minum air yang Kuberikan ia tidak akan haus lagi”. Haus yang dimaksudkan Yesus disini adalah haus akan kebenaran. Orang yang haus akan kebenaran maka ia akan dipuaskan, Matius 5:6. Orang yang haus akan kebenaran, akan dipuaskan oleh pemeliharaan Tuhan dalam kehidupannya. Oleh sebab itu Yesus mengundang, ”Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang...mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma”. Wahyu 22:17.
Minum artinya : Menerima dan percaya kepada Yesus.

Kesaksian :
Seorang anak laki-laki yang terlahir dari keluarga pendeta, ketika ia tamat SMU, ayahnya menyarankan kepada anaknya ini agar ia sekolah mengambil sekolah kependetaan. Tetapi anak laki-laki ini menjawab; “ayah saya sudah bosan hidup seperti ini, saya mau hidup yang lebih baik lagi”. Anak ini merasa menjadi keluarga pendeta itu sangat menderita, itulah sebabnya dia tidak mau menjadi pendeta. Sehingga ia mengambil keputusan menjadi seorang pelaut dan dia mendapatkan apa yang ia inginkan, uang berlimpah ia merasa senang. Ketika ia sudah mulai tua barulah ia menyadari bahwa kehidupannya jauh dari Tuhan dan ia tidak pernah puas dengan apa yang ia peroleh. Ia hidup dalam kehidupan yang selalu mengejar uang, sehingga ia merasa kehidupannya bagaikan dikejar-kejar sesuatu.
Orang yang mengejar harta dan kepopuleran duniawi, bagaikan seseorang yang menggali kolam untuk dirinya, tetapi kolam itu bocor dan tidak pernah penuh. Firman Tuhan berkata, “...mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air”. Yeremia 2:13. Apa yang kita kumpulkan didunia ini bagaikan kolam yang bocor diisi dengan air, tetapi tidak pernah penuh, dan tidak akan dapat membuat kita merasa puas atau memuaskan keinginan kita.

3.Ada Tiga Sumber Air Untuk Domba.
a. Dari embun-embun pada rumput dipagi hari.
b. Dari sumur yang digali.
c. Dari mata air yang mengalir atau aliran air.
Domba dapat bertahan hidup selama satu bulan tanpa minum air, bila ia diberi makan rumput yang masih berembun di pagi hari. Hanya melalui embun-embun pada rumput di pagi hari, dapat membuat domba bertahan hidup tanpa minum sepanjang hari. Kebiasaan domba bangun pagi-pagi benar untuk mencari makan rumput yang berembun di pagi hari.

Kesimpulan :
Air embun itu jernih, bersih dan segar, sehingga embun itu adalah merupakan sumber air yang tenang bagi domba. Hidup yang tenang bangun pagi-pagi makan firman Tuhan, yaitu belajar firman Tuhan melalui renungan pagi sebelum memulaikan segala kegiatan di sepanjang hari itu, dan renungan malam untuk menutup segala kegiatan sebelum tidur. Yesus juga mempunyai kebiasaan bangun pagi-pagi benar untuk berdoa dan membaca firman Tuhan. Maka Yesus yang adalah Tuhan kita dan gembala yang baik, akan menuntun kita kepada air yang tenang, “memberi ketengan dalam kehidupan kita”.

Panggilan :
Marilah kita datang kepada Yesus pada pagi-pagi benar untuk makan makanan rohani, dan minum air rohani yang segar karena Yesus sumber air kehidupan melalui renungan pagi. Maka kita akan sanggup menghadapi masalah-masalah dlam kehidupan ini, oleh karena Yesus yang membimbing kita keair yang tenang, karena Dia sendirilah sumber air yang tenang itu. Yesus tunggu saudara-saudari di pagi hari untuk memproleh bimbingan dan kekuatan dari Dia. Tuhan memberkati kita, haleluya Amin!









Judul : Disegarkan.
Ayat : Mazmur 23:3a.
Thema : Tuhan Menyegarkan Jiwaku.

Pendahuluan :
Ada satu keluarga yang baru pindah ke suatu tempat, di mana lingkungan, halaman rumah dan rumah itu sendiri sangat menyenangkan hati mereka, karena tempatnya indah dan udaranya sejuk. Mereka merasa sangat senang dan menyukai tempat itu, sehingga mereka merasa bahagia dan betah tinggal di tempat itu. Suatu hari di hari libur keluarga ini dengan suka cita keluar dari rumah itu, untuk pergi piknik. Sepanjang hari mereka bergembira dan bersuka cita, ketika senja, mereka baru pulang dari tempat piknik, dan ketika gelap barulah mereka tiba di rumah. Ketika mereka tiba di rumah, sang ayah kaget melihat pintu dapur terbuka, sang ibu bertanya, “papi tadi lupa tutup pintu dapur ya?” sang ayah menjawab, “mungkin”! Ketika keluarga ini masuk kedalam rumah, ternyata rumah itu di masuki oleh maling, kebahagian seketika itu juga hilang. Kebahagian kita sering dicuri oleh pencuri yang merenggut kebahagiaan kita, sehingga kita mengalami kesusahan dalam hidup ini, sehingga kita tidak merasakan kesegaran jiwa, yang membuat hidup kita tidak tenang.

1. Hidup Yang Ditawarkan Yesus.
Yesus berkata, “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyai dalam segala kelimpahan”. Yohanes 10:10. Pencuri yaitu Iblis datang untuk mencuri dan membunuh serta membinasakan kebahagiaan kita, tetapi Yesus menawarkan kehidupan yang berkelimpahan. Yesus datang untuk memberi hidup yang berkelimpahan dan hidup yang dengan kesegaran. Tetapi Iblis datang untuk merampas bahkan membinasakan segala kebahagiaan dan kesegaran jiwa kita, itulah sebabnya kita sering kehilangan kebahagiaan dan kesegaran jiwa.
Raja Daud juga pernah merasakan tekanan jiwa, yang membuat ia merasa tidak aman dan tidak tenang, sehingga ia menulis syair, “Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam jiwaku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepadaNya, penolongkudan Allahku”! Dalam tekanan jiwa yang begitu hebat, Raja Daud ada jalan keluar dengan berharap kepada Tuhan. Bilamana dalam tekanan hidup, kita tidak dapat menghadapinya hal ini dapat membuat kita tersesat, bagaikan domba yang tersesat dan hilang.

2. Penyebab Domba Tersesat.
a. Domba yang santai-santai, sehingga membuat domba itu tertinggal dari rombongannya dan akhirnya ia tersesat.
b. Domba yang terlentang ketika ia beristirahat, maka ia akan panik. Domba suka bermain-main dan berbaring ketika beristirahat, sehingga membuat ia terlentang. Maka domba itu akan menjadi panik, oleh karena ia tidak dapat berbalik untuk berdiri, yang membuatnya tertinggal dari kawanan domba lainnya dan akhirnya tersesat. Disinilah kehadiran seorang gembala itu sangat dibutuhkan, untuk menolong domba-domba itu. Perjalanan kerohanian kita sama seperti domba yang sangat membutuhkan kehadiran seorang gembala. Jika ada seseorang yang merasa dirinya kuat berhati-hatilah karena pada saat ia merasa kuat maka ia akan jatuh, 1 Korintus 10:12, karena kerohanian kita tergantung pada dekatnya kehidupan kita dengan bergantung kepada gembala yang baik, yaitu Tuhan kita Yesus Kristus.

3. Arti Disegarkan.
a. Jiwa kita dipulihkan oleh Yesus, sehingga selalu merasa ada ketenangan dan kedamaian.
b. Disegarkan, ada kesejukan dan sukacita.
Tuhan kita Yesus Kristus akan menyegarkan jiwa kita melalui, ”...Sebab Allah setia dan karena itu ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar...” 1 Korintus 10:13. Dalam Roma 8:28 menyatakan, Allah juga ikut bekerja dalam segala sesuatu yang baik untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia. Sehingga mereka yang mengasihi Dia, jiwanya akan disegarkan oleh Tuhan.

Kesaksian :
Seorang pemuda perantau di negara orang, yang mempunyai masalah dengan keuangan kuliahnya. Ketika kuliahnya akan selesai, kira-kira satu minggu lagi akan ujian akhir, pemuda ini merasa gelisah karena ia masih banyak utang di kampus yang belum dibayar. Bilamana utangnya tidak dapat dibayar, maka ia tidak akan dapat ikut ujian dan pasti tidak akan tamat. Semakin dekat dengan hari ujian maka hatinya semakin tidak tenang dan semakin takut. Pemuda ini sangat setia kepada Tuhan dan dia banyak terlibat dalam kegiatan-kegiatan gereja. Ketika hatinya semakin gelisah dan semakin takut, ia mulai berdoa kepada Tuhan. Dalam doanya pemuda ini berdoa, ”Tuhan berikan kepada saya ketengan hati’. Ia tidak meminta agar Tuhan memberi jalan keluar dari masalahnya dan ia berdoa berulang-ulang sampai dia sendiri merasa tenang. Sesudah hatinya tenang, kemudian ia berbaring dan tidur, besok paginya pemuda ini bangun pagi-pagi berdoa kembali. Setelah mempersiapkan dirinya pemuda ini berangkat ke kampus dengan hati yang tenang. Ketika ia tiba di kampus, ada seorang teman kuliahnya memanggil dia, lalu memberitahukan bahwa ada seseorang yang mau bertemu dengan pemuda ini. Kemudian ketika dihubungi orang itu bertanya kepada orang muda ini, ”berapa lagi utangmu di kampus”. Ketika pemuda ini memberitahukan berapa utangnya, orang itu bilang besok kamu datang ke kantor keuangan kampusmu. Besok paginya pemuda ini menghubungi kantor keuangan kampusnya, ternyata semua uang kuliahnya sudah dibayar dan lunas. Hati pemuda ini betapa senang dan gembiranya, ia bersukacita dan bersyukur kepada Tuhan, kemudian ia kembali berdoa untuk bersyukur kepada Tuhan.

Kesimpulan :
Yesus adalah gembala yang baik, Ia menuntun umatnya yang takut akan Tuhan, ke padang yang rumput hijau dan ke air yang tenang, sehingga membuat hati dan kehidupan kita serta jiwa kita disegarkan oleh-Nya.

Panggilan :
Marilah kita selalu bergantung kepada Yesus, agar Dia selalu menggembalakan kehidupan kita, sehingga kita selalu memproleh kesegaran jiwa. Tuham memberkati kita, Haleluya Amin!

Judul : Menuntun.
Ayat : Mazmur 23:3b.
Thema : Tuhan Menuntun Aku di Jalan Yang Benar.

Pendahuluan :
Pertama kali saya tiba di kota Pematangsiantar, saya berada di terminal Parluasan sedang mencari angkutan kota yang jurusannya menuju ke arah kampus Perguruan Tinggi Advent Surya Nusantara. Karena belum tahu harus ke arah mana saya pergi, saya memcoba untuk bertanya kepada beberapa orang di terminal itu. Tetapi beberapa orang yang saya tanya mereka mengatakan bahwa mereka tidak tahu. Kemudian saya coba bertanya lagi kepada seorang pemuda, ia menunjukan satu angkutan kota yang harus saya ikut, kemudian saya ikut angkutan itu dan saya diturunkan di sebuah perguruan Surya Komputer. Perguruan ini adalah kebalikan arah dari Perguruan Tinggi Advent Surya Nusantara. Kemudian saya berusaha mencari orang yang nomor telponnya, yang bisa saya tanya informasi tentang dimana Perguruan Tinggi Advent Surya Nusantara. Setelah saya dapat alamat yang saya harus tuju, kemudian saya naik angkutan yang menuju arah perguruan itu. Dalam angkutan itu saya bilang sama sopirnya, ”bang turunkan saya di jalan Rakuta Sembiring”, sopir itu bilang, ”jalan Rakuta Sembiring itu panjang”. Kemudian saya bilang, ”di Perguruan Tinggi Advent Surya Nusantara”, ”kalau itu gampang”, kata sopir itu, ketika kami sampai di pintu gerbang kampus itu, saya diturunkan.
Orang yang tidak tahu jalan maka ia sangat membutuhkan orang yang bisa menunjukan jalan yang benar kepadanya, karena kalau salah petunjuk maka akan salah jalan, dan bahkan ia akan tersesat.

1. Domba Sangat Membutuhkan Kehadiran Seorang Gembala.
Domba sangat membutuhkan kehadiran seorang gembala yang baik untuk menuntunnya, ada beberapa sebab mengapa domba sangat membutuhkan kehadiran seorang gembala?
a. Karena domba adalah binatang yang penakut. Domba tidak akan berani untuk berpindah dari tempat yang satu ketempat yang lain untuk mencari rumput, kecuali ada seorang gembala yang menuntunya untuk membawanya pindah ketempat yang lain.
b. Karena pandangan mata domba tidak itu jauh, domba hanya dapat melihat beberapa meter kedepan. Itulah sebabnya domba itu penakut dan ia mengharapkan tuntunan dari seorang gembala yang akan membawa ia ke air yang tenang dan ke rumput yang hijau. Bila domba tidak dituntun oleh gembala maka ia akan memakan rumput di situ berulang-ulang. Akhirnya domba itu tidak dapat lagi memakan rumput-rumput yang hijau dan segar, oleh sebab itu domba sangat memerlukan kehadiran seorang gembala untuk menuntunnya. Bila domba itu tertinggal dari rombongan kawanan domba itu, maka ia akan tersesat. Karena pandangan mata domba itu tidak jauh, sehingga membuat domba tidak berani berpindah jauh dari tempatnya, bila tanpa kehadiran seorang gembala.

2. Salah Jalan.
Domba tidak pernah tersesat dan salah jalan, karena domba takut jalan sendirian tanpa tuntunan seorang gembala, domba bisa tersesat bilamana ia tertinggal dari kawanan domba lainnya, tetapi manusia sering kali tersesat. Mangapa manusia bisa tersesat atau salah jalan? Karena ada kuasa untuk memilih. Tetapi hanya ada satu jalan kepada keselamatan, yaitu Yesus Kristus. Walaupun hanya ada satu jalan kepada keselamatan, tetapi banyak orang tersesat. Mengapa?
Karena manusia mempunyai konsep sendiri-sendiri dalam kehidupan mereka, maka manusia itu bisa tersesat dan bahkan sering tersesat. Amsal Salomo berkata, ”Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut”. Amsal 14:12. Ada orang yang hidupnya tidak mau dituntun oleh orang lain, ia lebih memilih untuk mengikuti keinginannya sendiri, hal inilah yang membuat manusia sering tersesat karena pilihan yang salah. Kita manusia yang lemah dan tak berdaya ini, perlu tuntunan dari Yesus Kristus yang adalah Tuhan dan Juruselamat kita. Kita perlu melihat kebelakang bagaimana kehidupan kita dituntun oleh Tuhan, karena Tuhan campur tangan disetiap aspek kehidupan kita.
Raja Daud merasakan bagaimana tuntunan dan pemeliharaan Tuhan di dalam kehidupannya. Dia yakin bahwa Tuhan telah campur tangan dan menuntunnya di dalam setiap aspek kehidupannya. Sehingga Daud mengajak agar kita untuk mengecap kebaikan Tuhan. ”Kecaplah dan betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung padaNya”. Mazmur 34:9. Tuhan akan menuntun umatNya dalam segala aspek kehidupan kita, bila kita menyerahkan kehidupan kita dalam tuntunan Tuhan, cuma sering kali kita tidak menyadari bahwa Tuhan telah menuntun kita dan kita sering menuruti keinginan hati kita saja, dari pada mengikuti tuntunan Tuhan di dalam kehidupan kita, yang membuat kita sering salah jalan.

3. Kutuk Menjadi Berkat.
Kalau kita ingat minuman U C1000 yang diambil dari jeruk yang sangat asam, jeruk itu diolah menjadi minuman yang bervitamin tinggi dan menjadi minuman yang enak. Jeruk yang begitu asam, ketika diolah dengan begitu rupa sehingga menimbulkan suatu rasa yang enak dan menyehatkan. Bila kita menjdi umat Tuhan yang benar-benar setia kepada Tuhan, maka Tuhan akan merubah kesusahan itu menjadi suka cita dan kutuk menjadi berkat.
Ketika Bileam disuruh Balak raja orang Moab untuk mengutuk orang Israel, tetapi Allah merubah kutuk itu menjadi berkat. ”Tetapi TUHAN, Allahmu, tidak mau mendengarkan Bileam dan TUHAN, Allahmu, telah mengubah kutuk itu menjadi berkat bagimu, karena TUHAN, Allahmu, mengasihi engkau”. Bilangan 23:5. Bila umat Tuhan benar-benar setia kepada Tuhan dan hidup menurut tuntunan Tuhan saya yakin, Tuhan akan memberkati dan merubah sebuah kutukan itu agar menjadi berkat.

Kesaksian :
Seorang anak laki-laki yang hanya tamat SD, dia memiliki kerinduan untuk meneruskan pendidikannya tetapi karena orang tua tidak mampu maka ia harus putus sekolah. Kemudian ia pergi meninggalkan kampungnya dan tinggal di sebuah keluarga yang cukup mampu, dia tinggal dirumah itu sebagai pembantu dan setiap hari ia pergi mengantar anak majikannya ke sekolah, walaupun ia tidak pernah menerima gajih. Suatu hari dari sebuah yayasan pendidikan yang baru di buka, menulis surat kepada anak ini agar ia ikut sekolah di sekolah itu, tanpa di pungut biaya. Tetapi majikannya tidak menyampaikan surat itu, sampai beberapa tahun kemudian, anak ini menemukan surat itu. Ketika ia menemukan surat itu, hatinya menjadi benci kepada majikannya itu, kemudian ia pulang kampung dan memberitahukan kepada orang tuanya tentang masalah itu dan rencananya untuk sekolah lagi. Ketika orang tuanya mendengarkan hal itu orang tuanya berusaha mencari uang untuk memberangkatkan anaknya itu ke pulau Jawa, walaupun dari segi umur anak itu sudah harus tamat SLTA. Ibunya membuat satu baju dan satu celana dari kain seprei, dan membuat sandal jepit dari ban mobil bekas. Waktu berangkat tidak ada uang di tangan dengan tiket kapal, ayahnya berpesan dalam perjalananmu jangan lupakan Tuhan dan berkata bila kamu tiba di Jakarta Tuhan akan mengutus orang untuk menjemputmu. Singkat cerita ketika orang muda ini di sebuah perguruan yang berasrama, ia diterima bersekolah di tempat itu, tetapi ia harus bekerja untuk membiayai uang sekolahnya. Mulai dari SMP, SLTA sampai tamat Perguruan Tinggi ia hampir tidak pernah mandi dan mencuci pakaiannya, pakai sabun dan makan sehari-harinya ia sering minta-minta dari orang lain yang bersimpati padanya. Selama kurang lebih 10 tahun di perguruan itu orang ini selalu mengandalkan Tuhan di dalam kehidupannya. Setiap subuh ia berdoa di toilet, sehingga toilet ini selalu dibersihkanya, menjadi seperti kamar tidurnya. Setelah ia tamat ia berkerja dengan baik, bahkan ketika ia sudah pensiun sekarang ini ia masih mendapat gaji dengan Dolar Amerika. Beliau bilang yang tadinya ia benci kepada majikannya, tetapi sekarang ia berterimakasih kepada majikannya itu, karena jika majikannya itu tidak melakukan hal itu, ”maka saya tidak menjadi seperti sekarang ini”.

Kesimpulan :
Bagaimana Tuhan merubah penderitaan menjadi kesukaan dan kutuk menjadi berkat, kepada orang-orang yang setia kepaNya dan mau dituntun oleh Tuhan sebagai gembala yang baik. Tuhan akan menuntun umatNya yang setia ke jalan yang benar dan Tuhan campaur tangan dalam setiap perkara kita, karena dalam hal itu ada rencana Tuhan bagi kita.




Panggilan :
Yesus mengasihi saudara dan saya, Ia menunggu saudara dan saya datang kepadaNya untuk dituntunNya kehidupan kita. Marilah kita datang kepadaNya untuk menyerahkan kehidupan kita untuk dituntun olahNya, karena Tuhan ingin merubah kesusahan kita menjadi sukacita, penderitaan menjadi kegembiraan dan kutuk menjadi berkat. Tuhan memberkati kita, Haleluya Amin!


























Judul : Lembah Kekelaman
Ayat : Mazmur 23:4a
Thema : Berjalan Bersama Dengan Tuhan Melawati Lembah Bayang Maut

Pendahuluan :
- Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, lembah bayang-bayang maut aku tidak takut bahaya,
- Di Ambon ada kekacauan tetapi agt tetap setia
- Dari ayat 1-3 domba yang berbicara, Daud berbicara sebagai domba yg bangga terhadap gembalanya, yaitu Tuhan.
- Waktu musim panas maka gembala membawa domba ke pegunungan, tempatnya agak dingin dan rumput hijau.
- Ada 4 musim : Panas, gugur, dingin, semi
- dari ayat 4 mulai terjadi dialok.
- Lembah bayang-bayang maut = lembah - bahaya :
1. sungai meluap
2. es pecah
3. batu-batu yang terjal
4. binatang buas
- Saya terus berjalan melewati lembah2 bayang maut, karena saya berjalan bersama dengan Tuhan yang sebagai gembalaku.
- Kej 19:17
- Jangan kita tetap dalam lembah (masalah) dikendalikan olh masalah tetapi kita harus atasi masalah.
- Ilustrasi kuda yg mau dikuburkan – jgn biarkan masalah berada di atas kita.
Stress
Set = sedih
Solo = sedih
Masalah
Rest = istirahat – Mat 11:28
R – rilek = santai
E – Easy =
S – smile = senyum
T – text full = bijaksana
- kita tdk lagi berada di lembah tetapi di pegunungan.







Oleh Pdtm. Erick Salim
Judul : Gada & Tongkat
Ayat : Mazmur 23:4b
Thema : Teguran dan Amaran Tuhan Adalah Perlindungan dan Pengharapan

Pendahuluan :
- GadaMu dan tongkatMu yg menghibur aku.
- Perlengkapan: tas kecil yang berisi makanan, minuman.
- senjata – daud membawa ali2
- di timur tengah mrk membawa tongkat dan gada.
- tongkat itu disesuaikan dengan tubuhnya d mrk berlatih memegang tongkatnya.
- tongkat lambang = kekuatan, kekuasaan, otoritas.
Gunanya;
Pelindung dirinya dan dombanya.
Apa saja yang dilambangkan oleh tongkat itu:
a. Firman Tuhan- firman punya kuasa, kekuatan, otoritas
Mengapa percaya kpd Alkitab. Rom 1:16 ilustrasi dr tiongkok Yoh 3:16
b. Mendisiplin, Amsal 29:15 – tongkat d teguran mendatangkan hikmat
- manfaat disiplin Ibr 12:11 – menghasilkan buah kebenaran.
- Membuat kita menjadi org yg bermanfaat.
c. Utk menghitung & memeriksa – domba bulu2nya panjang kalau ada luka tdk kelihatan, tongkat utk memeriksa apakah domba itu ada luka
Wol lambang bela diri – cinta diri – bulunya lebat = suka bela diri Maz 139:23,24
d. Perlindungan = Firman Tuhan mjd jawaban dr pertanyaan, Yer 15:16 Aku menikmatinya dan mjd kesukaan
Pesta – makan makanan yg paling nikmat – pesta rohani tdk ada yg makan sambil ngantuk
Gada – hanya dimiliki olh gembala
- di ujung gada seperti kail
- Gada simbol kepedulian, belas kasihan = Roh Kudus
Pungsi gada :
1. Membuat domba dekat dgn domba yang lain mjd satu kawanan
Manusia menjadi satu Kej 2:24
Doa Yesus, Yoh 17:21
2. Untuk menjangkau, menangkap domba2
Roh Kudus menjangkau siapa siapa saja – gada dan tongkat itu menghibur aku
3. utk menuntun domba. Yoh 16:13













Judul : Menyediakan
Ayat : Mazmur 23:5a
Thema : Tuhan Mencukupkan Kebutuhan Kita

Pendahuluan :
Engkau menyediakan hidangan bagiku dihapan lawanku
- Sebelumnya gembala mencari tempat dimana utk menggembalakan dombanya
- rumput hijau di dataran tgi seperti meja
- gembala yang baik mencabut rumput yang beracun
- binatang buas – rumput beracun = lawan
- Yesus rela berkorban utk kt d memberi semua isi surga utk kita
- Ilustrasi – pameran lukisan –


Oleh Pdtm. Elfinson Nainggolan
Judul : Mengurapi
Ayat : Mazmur 23:5b
Thema : Tuhan Mencurahkan Berkat Dengan Berkelimpahan

Pendahuluan :
Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak
- di musim panas banyak serangga yg berkembang
1. Lalat hidung paling dibenci olh domba
- Suka hdp di dlm hidung – menyebabkan iritasi hidung, otak, mata buta, kematian.
- lalat = masalah2
- gembala tahu betul apa penyebabnya
- lalu gembala mengoles minyak zaitun kekepalanya dan mengoleskannya kelobang hidung domba itu, mjd tenang, sembuh
- antinya hanya minyak
- minyak = Roh Kudus
- Yesus mengirim penghibur = Roh Kudus, Yoh 14:16
2. yang mengganggu – kudis, scabies – terjadi pd musim panas
- domba merasa gatal dan menggosokkan badan ke pohon
- kudis, scabies = dosa
- gembala yang baik bila melihat domba mulai gelisah olh kudis dia mengoles domba dengan minyak
- Minyak zaitun + sedikit ter + sedikit belerang
- di akhir musim panas – angin kencang, salju mulai menetes
- mulai dari musim gugur sampai musim dingin domba berada di kandang, hati domba senang krn bebas dr gangguan lalat, serangga, kudis.
- olh sbb itu Daud berkata Engkau mengurapi kepalaku dgn minyak, pialaku penuh melimpah.
- biarlah Roh Kudus mengoles kita dgn minyak utk menyembuhkan dosa kita.
- dosa tdk dpt diampuni yaitu menolak Roh Kudus.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pengikut