Rabu, 10 Februari 2010

MENGAPA SEKS SEBELUM NIKAH SALAH.doc

PENDAHULUAN
Banyak pemuda telah membiarkan dorongan seksnya yang normal menjadi-jadi ketika berpacaran. Mereka jatuh dalam perangkap yang serupa, merusak dan
menghancurkan apa yang sebenarnya dapat menjadi pertunangan dan pernikahan yang indah. Sekalipun hubungan seks di luar nikah dinyatakan salah, ditolak oleh orang tua, gereja, sekolah dan masyarakat, namun kenyataannya tetap terjadi.

Bilamana pelanggaran seks sebelum pernikahan ini terjadi maka orang itu tidak bisa dipulihkan menjadi seperti sebelumnya, dia telah menjaadi “berbeda.” Apabila benda rusak atau mobil ditabrak badannya masih bisa diperbaiki, tetapi bilamana pelanggaran ini terjadi maka efeknya akan besar sekali mencakup: fisik, sosial kejiwaan, dan rasa berdosa.
 Fisik : tidak bisa diperbaiki.
 Sosial : dia malu, orang tua malu, keluarga malu, dan gereja malu.
 Jiwa : rasa tidak berharga.
 Rohani : rasa berdosa, mempersalahkan diri, dan penyesalan dan benci.

Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.
Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu! (1 Kor. 6:18-20)
“Kita bisa memisahkan banyak dari mereka dengan Kristus dengan kesenangan dunia, keinginan daging dan kesombongan. Mereka berfikir mereka selamat dan aman karena mengetahui kebenaran, tetapi kegemaran selera yang rendah, akan mengaburkan pertimbangan dan menghancurkan kemampuan membedakan akan menyebabkan kejatuhan mereka.” ( E G White, The Great Visions, p.135)


Seks Karunia Dari Tuhan
Dari sejak mulanya Allah menciptakan “laki-laki dan perempuan” (Kej. 1:27) dan memerintahkan mereka untuk “beranak cucu dan bertambah banyak” (ayat 28)
Reproduksi alamiah ini hanya mungkin terjadi bila melalui kesatuan pria dan wanita, melalui kesatuan seksual antara “laki-laki da perempuan,secara biologis.”
Allah menambahkan, “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya sehingga keduanya menjadi satu daging.” (Kej. 1:24). Ayat ini menyebutkan tiga hal yang mutlak bagi satu perkawinan: meninggalkan, bersatu, dan menjadi satu daging.

Walter Trobisch menerangkan arti “menjadi satu daging” sebagai berikut:
“Menjadi satu daging” mempunyai satu pengertian lebih dalam dari sekedar bersatu
Secara jasmaniah. Arti yang lebih dalam itu ialah bahwa dua orang saling membagi
segala apa yang mereka miliki. Bukan cuma tubuhnya, bukan Cuma hartanya, tetapi
juga segala pikiran dan perasaan, segala suka cita dan pahit getirnya, segala harapan
dan kekuatiran, keberhasilan dan kegagalannya. “Menjadi satu daging” berarti
bahwa dua orang melebur menjadi satu tubuh, dan roh, namun masing-masing tetap
memiliki kepribadiannya.” (Jodohku p. 31).

Setelah Alah menciptakan mereka dan mengusir mereka keluar dari taman Eden, Alkitab berkata, “manusia itu bersetubuh dengan Hawa, istrinya dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain.” Rasul Paulus menuliskan dengan jelas:
“tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri. Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya. Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya.” (1 Kor. 7:2-4)



Seks Dikuduskan oleh Allah: hanya untuk pernikahan
“Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkhawinan dan janganlah kamu
mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan penzinah akan dihakimi
Allah.” (Ibr. 13:4.)
Akan menjadi berkat bila mana dilakukan pada: orang yang tepat, waktu yang tepat, tempat yang tepat.

Seks di luar Pernikahan: di sebut percabulan dan perzinahan
“Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia,
terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap
dirinya sendiri.” (1Kor. 6:18)
“Janganlah kamu berzinah.” (Kel. 20:14) “Tetapi Aku berkata kepadamu:
Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan
perempuan lain, ia berbuat zinah.” (Mat. 19:9)

Hukum Torat mengatakan, mereka yang melakukan persetubuhan sebelum menikah diwajibkan untuk menikah
“Apabila seseorang bertemu dengan seorang gadis, yang masih perawan dan belum
bertunangan, memaksa gadis itu tidur dengan dia, dan keduanya kedapatan, maka
haruslah laki-laki yang sudah tidur dengan gadis itu memberikan lima puluh syikal
perak kepada ayah gadis itu, dan gadis itu haruslah menjadi isterinya, sebab laki-
laki itu telah memperkosa dia; selama hidupnya tidak boleh laki-laki itu menyuruh
dia pergi”. (Ul. 22:28,29)







Arti dan Tujuan seks Tuhan karuniakan dalam pernikahan

Onenees with God
"Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. (Kej. 1:26,27)

Reproduction
“Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” (Kej. 1:28)

Intimacy
TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” (Kej. 2:18)

Commitment
Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. (Kej. 2:24)

Release
Tetapi mengingat bahaya percabulan, baiklah setiap laki-laki mempunyai isterinya sendiri dan setiap perempuan mempunyai suaminya sendiri. Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya.Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya. (1 Kor. 7:2-4)


Pleasure
Diberkatilah kiranya sendangmu, bersukacitalah dengan isteri masa mudamu:
rusa yang manis, kijang yang jelita; biarlah buah dadanya selalu memuaskan engkau, dan engkau senantiasa berahi karena cintanya. (Amsal 5:18-19)

Alasan Menolak Hubungan Seks Sebelum Menikah

1. Bahaya kehamilan di luar pernikahan.
Kerusakan sosial dan pribadi yang mengikuti bertahun-tahun dapat menjadi tragis.
Paling berat menanggung derita: bayi itu sendiri, ibunya dan keluarga si wanita.

2. Merusak terhadap sikap-sikap dan konsep-konsep pemuda tentang seks.
Kaum muda biasanya menganggap seks sebagai sesuatu yang indah dan dinanti-
nantikan bila sebelum nikah mereka tidak melakukan percobaan seks. Mereka
memimpikan kepenuhan dan kepuasan seks yang sempurna dalam kehidupan
pernikahan kelak. Ini merupakan sikap yang sehat dan normal. Tetapi percobaan seks
sebelum pernikahan sering menghancurkan pendekatan yang sehat ini. Tidak ada
kepuasan seks yang didapat dalam situasi seperti itu

3. Gangguan kata hati nurani dan rasa bersalah yang diakibatkan oleh percobaan
hubungan seks sebelum menikah, cenderung merusak minat satu dengan yang
lain dalam berpacaran.
Hati nurani merupakan bagian dasar sifat manusia yang tidak ada pada binatang. Kata
hati dan rasa bersalah merupakan bagian yang integral dan perlu dari kehidupan
mental dan emosi manusia.

4. Meningkatkan ketidakpercayaan, ketakutan dan kecurigaan.
Pengawasan diri sendiri sebelum pernikahan meningkatkan kepercayaan dan
keyakinan satu orang terhadap yang lain, dan justru sifat-sifat inilah yang sangat
diperlukan dalam berpacaran dan pernikahan.

5. Hubungan seks sebelum pernikahaan didorong oleh sifat-sifat yang tidak stabil,
kurang luwes, dan seringkali oleh gangguan urat syaraf.
Tingkah laku seperti itu menunjukan ketidakdewasaan, rasa tidak yakin akan diri,
tidak adanya penghargaan Kristen terhadap orang lain, dan kurang perhatian terhadap
nilai-nilai hidup yang baik.

6. Merusak arti pentingnya bulan madu, dan menjadikannya tidak berarti dan
kosong.
Maksud sebenarnya bulan madu ialah untuk melengkapi dan menyempurnakan
upacara pernikahan secara sosial, hukum dan rohani. Sedangkan surat kawin dan
upacara perkawinan menjadikan perkawinan itu resmi diterima masyarakat, bulan
madu mengubah semua upacara yang simbolis itu menjadi kenyataan “satu tubuh.”

Akibat Dari Hubungan Seks Sebelum Pernikahaan

1. Kedamaian akan pudar dari Jiwa
“Sebab itu saya minta dengan sangat supaya kalian jangan menurut hawa nafsu
manusia yang selalu berperang melawan jiwa.”1Pet. 2:11(BIS)
Perang meniadakan damai. Itulaah pasti yang akan dialami bila melakukan hubungan yang tidak bermoral. Saudara akan dihantui dengan perasaan bersalah, terhukum, tidak tenang, dan tidak bahagia. Akhirnya kekacauan jiwa akan timbul dan bahkan bisa membuat bunuh diri.

2. Hubungan dengan Tuhan akan terganggu.
 Dosa akan menjadi pemisah antara kita dengan Tuhan. (Yes. 59:2)
 Dosa seksual akan membuat seseorang kehilangan minat terhadap hal-hal rohani. (Yoh. 3:20).
Berhubungan dengan Tuhan, seperti Doa, pemahaman Alkitab, kesaksian, dan khotbah menyingkapkan dosa-dosa kita dan membuat kita merasa bersalah, kita menjauhi hal-hal tersebut.

3. Kegunaan saudara bagi Tuhan akan banyak berkurang.
 Allah tidak mau memakai perabot yang kotor. (2 Tim. 2:21)

4. Hubungan sesama akan terganggu.
 Hal itu benar hanya dalam hubungan pernikahan. Akan tetapi sebelum pernikahan, Justru merenggangkan hubungan.

5. Menghambat komunikasi.
 Yang diinginkan bila berdua hanya hubungan fisik.
 Menimbulkan prasangka buruk.
 menghilangkan rasa hormat terhadap diri dan kekasih.
 Membuat seseorang tidak jujur.
 menimbulkan kepahitan.
 memudarkan hubungan rohani.

6. Menimbulkan masalah kehidupan pernikahan.
 Masa depan kita sangat dipengaruhi oleh masa lalu kita.

7. Menempuh resiko hamil.

8. Mengundang hukuman Allah.
“jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karna apa yang
ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.” (Gal. 6:7)
Dosa selalu mendatangkan hukuman.







Bagaimana Agar Tidak Melangkah Terlalu Jauh

Rasul Paulus memberi nasihat kepada orang-orang percaya di Roma yang hidup dalam masyarakat yang bejat moralnya, terlibat dalam pesta pora, kemabukan, percabulan, luapan hawa nafsu, iri hati dan lain-lain. Ia menasehati mereka agar meninggalkan perbuatan-perbuatan dosa dan mengenakan perlengkapan senjata terang.
“Biarlah Tuhan Yesus Kristus yang menentukan apa yang kalian lakukan. Dan
janganlah menuruti tabiat manusia yang berdosa untuk memuaskan hawa
nafsu.” (Rom. 13:14)
Salah satu dalam kehidupan kita yang dikuasai oleh hawa nafsu ialah kehidupan seks. Lalu bagaimana agar kita “tidak memberi kesempatan kepada hawa nafsu?"

Memelihara Kesucian Seksual

1. Berjalan di dalam roh.
“Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.” (Gal.
5:16) Kita hanya dapat mempuyai kuasa untuk mengatasi godaan dalam masa
pencobaan kalau dorongan di dalam diri kita lebih kuat untuk menyenangkan
Tuhan lebih kuat daripada dorongan untuk menuruti hawa nafsu seksual.

2. Berpegang Teguh pada Firman.
Mengenal hikmat Allah dan memahami FirmanNya akan menghindarkan kita dari
melakukan pelanggaran seksual. (Ams.7:1-5)

3. Tentukan suatu standar tentukan standar moral.
Janganlah terbawa arus tetapi tentukanlah standar moral. Standar moral ibarat garis
pertahanan militer agar musuh tidak melewati batas garis. (Ayub 31:1)

4. Jangan berkencan dengan orang yang moralnya rendah.
Berkencan dengan orang yang moralnya rendah akan merupakan godaan yang
sangat berat bagi saudara. Apabila si pemuda mengetahui bahwa si pemudi memiliki standar moral yang rendah, ia akan semakin tergoda untuk melibatkan diri secara fisik. Amsal memperingatkan pemuda-pemuda untuk menjauhkan diri dari perempuan-perempuan yang tidak bermoral karena perempuan-perempuan semacam itu dapat menjerumuskan mereka ke dala dosa. (Amsal 6:20-29)

5. Pandanglah satu sama lain sebagai saudara dalam Yesus.
Pandangan kita terhadap seseorang akan mempengaruhi tingkahlaku kita
terhadapnya. (1Tim. 5:1,2)

6. Hati-hati dengan situasi yang menggoda.
Jangan biarkan diri kita terperangkap ke dalam situasi yang dapat menimbulkan
godaan yang kuat. Sama seperti kalau saudara sedang “diet” tidak baik kalau kita
dia di dapur dimana tersedia makanan yang enak-enak. Demikian juga kalau kita
mudah tergoda oleh seksual, kita harus menghindari situai yang dapat menggoda
kita seperti, berduaan menonton TV, di sofa waktu malam, pergi berduaan ke
tempat-tempat yang sepi, tetapkan jam pulang malam tidak terlalu larut.

7. Berpakaian yang pantas.
Demikian juga hendaknya perempuan. Hendaklah ia berdandan dengan pantas,
dengan sopan dan sederhana, rambutnya jangan berkepang-kepang, jangan
memakai emas atau mutiara ataupun pakaian yang mahal-mahal, (1Tim. 2:9) Ini sangat penting karena kaum pemuda mudah bangkit gairah seksnya
melalui apa yang dilihat. Dalam berpakaian jangan:
 jangan menonjolkan aspek seksual
 jangan memamerkan tubuh

8. Tunda hubungan seks sampai pernikahan.
Allah mensahkan rencana ini bagi keintiman seksual yang eksklusif pada waktu dia
berkata “ Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan
bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.” (Kej.2:24)
KESIMPULAN

Dari apa yang dibicarakan kita bisa mengambil kesimpulan tentang realitas seks sebelum pernikahan untuk membantu kaum muda dalam membuat keputusan.

 Seks dikuduskan Allah hanya untuk pernikahan. (Kej.1:27,28; 1Kor. 7:2)
 Alkitab mengatakan hubungan seks sebelum nikah sebagai tindakan dosa,
menyalahguankan, dan berzinah.
 Pernyataan cinta selama waktu pacaran itu menuntut pengendalian pribadi,
disiplin pribadi, dan penghargaan terhadap sang kekasih.

Nasehat bagi mereka yang bertunangan:
“Malaikat-malaikat setan memperlihatkan mereka yang pergi bertunangan sampai larut malam. Sekiranya mereka dapat dicelikkan, mereka akan melihat malaikat mencatat perkataan dan perbuatan mereka. Jauh lebih pantas kalau yang dilakukan pada saat-saat sebelum menikah dilakukan sesudah menikah.”
( Nasihat Bagi Sidang, p. 258 )















DAFTAR PUSTAKA

Alkitab, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dalam Terjemahan Baru (Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2004).

, Nasihat Bagi Sidang , Bandung : Percetakan Advent Indonesia, 1974 .

Kirby, Scott. Berkencan. Taman Sari, Bandung. Lembaga Literatur Baptis, 2001.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pengikut