Jumat, 23 Juli 2010

sang pemenang sejati

“SANG PEMENANG SEJATI”

Pendahuluan
Mungkin sudah merupakan kesepakatan alam atau kesepakatan social yakni bila kita berbuat baik maka kita akan dibalas dengan kebaikan sebaliknya kalau kita berbuat yang buruk maka kita juga akan menerima hal buruk. Hukum ini berlaku secara umum dan orang yang tidak memahami Alkitab-pun memahami ini sebagai standar moral atau sesuatu yang logis. Nah, seandainya dalam kehidupan ini kita telah melakukan hal yang baik dan benar tapi justru terjadi yang buruk pada diri kita, maka cenderung kita akan berontak, tidak mau menerima akan hal ini, ini. Ini tidak adil! Ini curang! Dsb yang dapat kita sebutkan.
Michael D Guinan menuliskan komentar seperti ini :Salah satu ciri dasariah manusia ialah kemampuan untuk merasakan adanya ketidak adilan dan untuk menentangnya. Kita mengalami ada sesuatu yang tidak adil dan kita ingin bangkit untuk melawannya.” Dan saya rasa kita semua menerima pernyataan ini. Bisa dibilang tidak ada atau mungkin jarang orang yang tidak mau menanggapi kalau dia mengalami kesusahan atau kemalangan padahal tidak ada yang salah yang telah diperbuatnya.
Kalau masih ada orang yang kayak gitu, kita cenderung mengatakan, “tolol sekali orang itu!” POLUBI (polos, lugu, BIONGO, orang manado bilang) orang ANEH! Dan berbagai julukan yang menyudutkan seseorang. Satu hal mungkin bisa kita katakana bahwa, “Kecenderungan manusia secara umum akan berontak baik kepada manusia sendiri maupun kepada Allah, manakala dia mengalami kepahitan, kemalangan yang bukan akibat perbuatan buruknya”
(berikan beberapa ilustrasi)

ISI
Tapi ternyata didunia ini atau Alkitab mencatat dengan bangga kisah seorang yang dianggap fenomenal utk urusan yang satu ini, siapakah dia? Yah, anda tidak salah lagi AYUB, ada beberapa kelebihan ayub perhatikan yang Alkitab sebutkan
1. Saleh & jujur (bah Inggris, Good man Living Bible Perfect KJV, Blameless NIV, Worshipped God goodnews Bible)
2. Takut akan Allah (Faithful to Him Goodnews,)
3. Menjauhi kejahatan

Didalam Alkitab tidak ada seorangpun yang pernah dicatat secara istimewa seperti Ayub, selain Yesus sendiri, mungkin kita bisa dengan tanpa berpikir orang ini pasti jauh dari malapetaka, pencobaan dan kemalangan. Mungkin anda akan tak habis pikir kalau membaca kisah orang ini seterusnya kok bisa yah ada orang seperti ini pernah hidup…..tapi begitulah kenyataannya.
Ayub namanya berarti, “Dimanakah Ayah?” disebutkan dalam Alkitab kurang lebih 56 kali, dalam 3 buku, Ayub, Yehezkiel, & Yakobus,dikenal sebagai orang yang kaya raya, (sebutkan hartanya dalam alkitab ayat 3) memiliki banyak anak (ayat 2) Kitab Ayub sendiri adalah kitab yang unik karena memiliki kurang lebih 100 kata yang tidak terdapat dalam kitab-kitab yang lain dalam Alkitab.
Episode pertama dalam kisah Ayub berjalan mulus tapi tragedi datang silih berganti dan segalanya berlangsung cepat skali nampaknya tanpa persiapan.
Lihat langkah-langkahnya :
1. Pertemuan disorga antara Allah dengan mahluk2 yang lain diseluruh alam semesta termasuk setan. (jelaskan tentang kasih Allah kepada setan dengan memberikan kesempatan kepadanya datang dan pergi keluar sorga)
2. Setan berargumentasi masalah Ayub dengan Allah (ayat 10, “Tuhan terlalu over protect pada Ayub”,kata setan)
3. Jelaskan sedikit tentang proteksi Allah itu……….
4. Mulainya episode buruk, tragedi beruntun jelaskan satu persatu
a. Harta,-hewan (ayat 13-17)
b. Keluarga, - anak (ayat 18,19)
c. Fisiknya sendiri, - Penyakit (Pasal 2 ayat 5-7)
d. Istri (ayat 9)
e. Sosial, - teman-teman,Bildad, Zofar, Elifas (Jelaskan dengan detail satu persatu)
5. Namun sungguh indah Alkitab memberikan komentar exklusif tentang dia,”Dalam kesemuanya itu ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut” (Ayub 1:22)

Didunia ini ada dua hal yang bisa membuat orang lemah imannya yakni,
1. Kesenangan yang luar biasa enaknya
2. Kesusahan yang luar biasa susahnya
Mana yang saudara pilih kalau seandainya itu menjadi suatu ujian bagi saudara? Saya rasa pasti saudara akan pilih yang senang sekali, sangat tidak logic kalau kedengaran saudara pilih kesusahan. Tapi bagaimana kalau itu merupakan suatu ujian untuk menaikan iman kita? (Berikan Ilustrasi)
Tuhan ingin iman saya dan saudara itu bertumbuh dan iman biasanya akan bertumbuh subur saat kita mengalami penderitaan, ada sesuatu yang luar biasa yang hanya dapat diresapi dari hati dan bibir yang berduka memohon pertolongan Allah. Saudara aminkan itu? Yah….
Tengok bagaimana rintihan seorang janda (dlm 2 Raja 4)
Perhatikan peristiwa ketika bangsa Israel hampir dibebaskan dari Mesir (Kel 2:23-25)
Dan renungkanlah kejadian ketika orang Mesir mengejar orang Israel dalam perjalanan mereka, padahal mereka dalam bahaya (Kel 14:15)
Dan masih banyak lagi contoh2 dalam Alkitab tentang iman yang bertumbuh dalam penderitaan.
Tapi dari kesemuanya itu, saya senang dengan pernyataan yang lugas, tegas dan menguatkan kita dalam Alkitab yang terdapat dalam, I Kor 10:11, Kita buka bersama dan baca serta renungkan ayat ini, (berikan ilustrasi bermain sepak bola di SLA) “seorang juara, atau pemenang sejati disebut pemenang kalau dia dapat bermain baik pada dua sisi yang berbeda atau dapat menang dalam segala situasi lapangan dan kondisi”. Dan seorang beriman juga hanya dapat disebut beriman kalau dia dapat menang dalam berbagai macam pencobaan
• Kembali pada kisah Ayub, Baca kutipan,
“saya pikir peristiwa Ayub ini adalah tontonan alam semesta ketika semua memperhatikan bagaimana setan dengan segala macam cara yang buruk dan menyakitkan mencoba untuk melemahkan iman seseorang, dan kisah ini merupakan gambaran yang nyata akan pertentangan Allah yang selalu baik dengan setan yang selalu buruk dengan aktor utamanya Ayub”
tapi kisah ini sungguh berakhir happy Ending tatkala akhirnya Ayub berdiri sebagai pemenang, saya rasa ketika alam semesta menonton ini mereka seperti tegang, menunggu bagaimana hasil akhir, sama seperti orang yang menonton pertandingan sepak bola dan akhirnya sang idola keluar sebagai pemenang, luar biasa…Ayub akhirnya keluar sebagai pemenang dalam cerita ini karena dia berserah kepada Tuhan. Justru dalam penderitaannya kualitas Ayub itu semakin mengkilat tampaknya. Tidak pernah dia mengutuki Allah, justru buku ayub terbanyak kata ELSHADDAI, God Almighty, Allah maha tinggi, 31 kali digunakan dalam kitab ini.
Dia layak dapat bintang. Sorga bersorak menyambut kemenangannya, dan Allah juga sangat senang Ayubpun dapat hadiah yang pantas
6. Bagian akhir bagaimana Allah membalas dan mengganti satu persatu yang hilang dari kehidupan Ayub
7. baca ilustrasi

Kesimpulan
Tidak ada penderitaan yang saudara dan saya alami yang tidak ada maksud dari Allah, Allah senantiasa memiliki rencana yang indah yang sayangnya kita sering tidak memahami karena keterbatasan kita. Mungkin beberapa diantara kita pernah mengalami itu, bersyukurlah saudara sudah menang, sementara saudara2 yang lain yang belum mengalaminya, ingatlah Allah tidak sekali kali tidak meninggalkan kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pengikut