Rabu, 10 Februari 2010

”BILA ALLAH MENYETUJUI RENCANA KITA”

Ayat pembahasan, Matius 1:18-25. Harap dibaca sebelum khotbah. Bersahutan, Mazmur 145:1-10; Ayat tema, Matius 1:19-20. Lagu Buka LS 185, Lagu Tutup LS 37.


I. PENDAHULUAN:

Saya pastikan banyak diantara kita masih ingat nostalgia, saat masih berpacaran, apa yang anda impikan satu saat nanti akan menikah.
Sebelum menikah tentu, kedua orang tua sudah ada pertemuan, bagaimana
Caranya meminang, mengatur tanggal pernikahan, persiapan-persiapan akan akan diadakan. Detik-detik acara pernikahan hampir dimulai.
Pada saat ini saya ingin membagi sukacita/dukacita pernikahan Yusuf dan Maria 2000 tahun lalu.
Pernikahan ini nampaknya seperti tersendat oleh karena;
1. Untuk hamil diluar pernikahan itu bukanlah rencana Yusuf & Maria.
2. Untuk hamil secara mujizat dari Roh Kudus dan akan melahirkan Tuhan Yesus Kristus itu bukanlah yang terpenting dalam pikiran mereka berdua.
3. Malah Maria bingung waktu mendengar berita dari Malaikat bahwa Ia hamil. ”Bagaimana hal itu terjadi, karena aku belum bersuami?” Lukas 1:34.
4. Bagaimana reaksi Yusuf ada sedikit perbedaan, Yusuf percaya bahwa Maria adalah orang setia dan dia hamil secara Mujizat oleh kuasa Roh Kudus? Atau ia mau putuskan pertunangannya dengan Maria secara diam-diam. Namun semua rencana pernikahan Maria dan Yusuf ini Allah merestuhinya. Mari kita lihat ada tiga observasi yang didasarkan pada pandangan Alkitab:


A. ALLAH TIDAK BERTANYA KEPADA YUSUF & MARIA

Saya tidak dapati dalam ayat-ayat dimana malaikat mengumumkan rencana Allah itu, bertanya dulu kepada Maria & Yusuf apakah mereka menerima rencana ini atau tidak! Tuhan hanya menyatakan rencanaNya kepada mereka dan segala kehendakNya didalam hidup mereka berdua.
Kadang-kadang rencana kita berubah oleh karena keadaan diluar pengetahuan kita. Allah yang mengontrol segala sesuatu dalam hidup kita. Contoh saja waktu calon suami saya ini mau dipanggil ke Timor, secara manusia tidak mungkin karena sudah voting suara di komite daerah dua kali tapi suara 50% sama untuk dua orang. Tetapi ada seorang anggota komite masuk & ternyata Pdt Rakmeni terpilih sebagai Direktur Departemen Penerbitan daerah Nusa Tenggara. Dan akhirnya bertemu dengan saya, kami berkenalan dan kemudian menikah.

Allah tidak bertanya bila ia hendak memilih kita ia akan meletakkan berbagai keadaan/sikon di dalam kehidupan kita.
Sebagaimana Allah punya rencana untuk Maria dan Yusuf, Tuhan Allah juga punya rencana untuk saudara dan saya secara pribadi dalam hidupmu. Karena Ia telah membuat rencana sebelum engkau dan saya diciptakan. Dan saya boleh memilih untuk menerima atau menolok Dia, tetapi saudara tidak dapat mengubah kehendakNya demi kehidupanmu.

OBSERVASI II

B. RENCANA ALLAH BAGI YUSUF DAN MARIA BUKANLAH SESUATU YANG MUDAH.

Kadang-kadang kita berpikir bahwa apabila kita sudah berada di dalam kehendak Allah, segala sesuatu nampaknya berjalan mulus dan hidup ini tanpa cobaan atau kesukaran. Ada beberapa kasus yang patut dipertimbangkan sebagai berikut:

1. Mengapa Allah tidak mengatur agar pengumpulan pajak itu diadakan sebelum Yusuf dan Maria menikah, atau sesudah lahir bayi Yesus? Bukankah Ia dapat melakukan sesuatu sesuai dengan kehendakNya? Saya maksudkan memiliki seorang wanita yang hamil tua yang berjalan kaki atau naik unta atau keledai ke Bethlehem, itu tidaklah muda. Sesungguhnya Allah turut bekerja bersama-sama dengan umatNya sehingga sesuatu itu bisa lebih baik.
2. Bayi itu lahir di palungan sebab tidak ada kamar di dalam penginapan. Sekali lagi saya mau katakan bahwa kedua pasangan ini frustrasi, setelah mengadakan perjalan yang jauh, Maria sangat lelah dan sedia untuk melahirkan bayinya, tapi mereka berdua tidak menemukan satu tempat yang menyenangkan untuk melahirkan bayinya! Sekarang, Allah itu adalah Allah yang sangat berkuasa. Ia berkuasa berbuat sesuatu sesuai dengan kemauanNya. Dia tau sebelumnya bahwa tidak ada kamar dalam penginapan itu. Bukankah Ia membuat mereka melalui kesukaran walaupun mereka menuruti kehendak Allah dalam kehidupan mereka.
3. Mengapa mereka harus dipaksa untuk keluar dari Bethlehem ke Mesir, karena perintah raja Herodes? Berulang-ulang kita melihat tangan Allah turut bekerja karena Dia memberi amaran kepada mereka akan ada bahaya, jadi mereka semua harus meninggalkan Bethlehem. Mengapa Allah tidak melunakan hati raja supaya semua anak-anak tidak dibunuh. Perintah Herodez saat semua bayi berumur 2 tahun kebawah dibunuh oleh kaki tangan Herodes setelah Yusuf & Maria ke Mesir? Yesus berumur 2 tahun pada saat Bapa (Yusuf) dan Ibunya (Maria) ke Mesir. Itu adalah satu perjalanan yang tidak muda bagi Maria dan Yusuf pada saat itu.
4. Kemudian, sesudah semuanya terjadi pada saat Yusuf dan Maria kembali ke Nazareth. Sampai ketika Yesus berusia 30 tahun saat itu Yusuf meninggal dunia. Yesus menjadi kepala keluarga, memelihara keluarga, termasuk ibunya, saudara & saudari tiriNya. Kadang-kadang kita membuat kekeliruan yang dasyat di dalam konsep kekristenan kita, bahwa apabila kita percaya bahwa Allah akan membuat hidup ini muda, bila kita dalam kehendakNya dan bahwa jalan yang muda adalah jalan Allah. Mari kita lihat, Yesus mengatakan bahwa ada dua jalan:
a. Jalan yang lebar dan luas banyak orang yang mengikutinya, tapi menunju kepada kebinasaan.
b. Karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya. Mat 7:13,14

Apabila kita memilih jalan yang tampaknya muda, tidak perlu harus memilih jalan itu karena itu bukanlah kehendak Allah; sebagai contoh:

- Tuhan Yesus memilih jalan sempit jalan salib
- Rasul Paulus memilih jalan menuju ke penjara dan hukuman mati, kedua-duanya memilih jalan yang telah ditentukan Allah bagi mereka. Ia tidak menjanjikan jalan yang muda, tetapi Ia menjanjikan jalan yang sukar namun berjanji akan menyertai kita. Yesaya 43:2. ”Apabila engkau menyebrang melalui air, Aku akan menyertai Engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; Apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan dan nyala api tidak akan mebakar ngkau.” Inilah janji tuhan yang pasti.

OBSERVASI YANG KE III

C. MELALUI HAL-HAL YANG SUKAR, ALLAH TELAH MEMBERKATI

Ada dua hal penting yang perlu dipikirkan

1. Mereka kagum melihat Anak itu bertumbuh sehat. ”Yesuspun makin bertambah hikmat dan besarnya, makin diperkenan Allah dan manusia.
Lukas 2:52.
”Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada padaNya.” Lukas 2:52.
”Dan Bapa serta ibunya, amat heran akan segala yang dikatakan tentang Dia.” Lukas 2:33.
Satu sukacita besar/luarbiasa melihat Yesus bertumbuh semakin besar bertumbuh seimbang antara Spiritual, fisik, mental, & sosial.

2. Pada akhirnya, Yesus Bertumbuh menjadi dewasa serta menjadi satu berkat bagi seluruh dunia. Banyak orang tua akan bahagia, apabila anaknya bertumbuh menjadi seorang yang berpengaruh dan menjadi orang penting dalam dunia. Ada anak yang menjadi terkenal karena berbuat sesuatu yang sangat berguna demi sesama manusia seperti Samanta Smith diberi julukan ”Ratu Perdamaian” seorang anak SD dari Amerika Serikat menulis surat ke Presiden Uni Soviet saat itu agar hentikan peperangan, akhirnya ia diundang presiden Uni Soviet ke Kremlin beberapa hari tinggal diistana bersama ayah dan ibuya. Tetaapi sebaliknya seperti Yang disaksikan orang tua Yesus........
Kita dapat bayangkan Maria harus melihat dengan mata kepala sendiri anakNya harus dianiaya sampai mati diatas kayu palang.
Melihat Yesus bangkit dari antara orang mati dengan satu kemenangan, dan akhirnya naik kesurga dengan penuh kemuliaan. Dan Ia akan datang lagi dengan satu sorak kemenangan bersama beribu-laksa malaikatNya.
Yesus Kristus akan mengangkat umat suci bersamaNya kesurga, Ia akan membuka pintu surga semua yang percaya dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat akan senang selamanya di surga dan di dunia yang akan dibaharui.

Bapa, ibu saudara-saudara sekalian, rencana Allah bagi kita tidak selamanya sesuatu yang muda tetapi rencana itu akan menuntun kita menjadi berkat bagi orang banyak. Kadang-kadang rencana itu melalui kematian sekalipun, kalau itu menuntun kita kepada keselamatan banyak orang. Sebagai Contoh:
1. H.G. Spafford, seorang business man di Amerika, tahun 1872 mengijinkan istri bersama 4 orang anaknya berlayar ke Eropa, ditengah perjalanan, kapal yang ditumpanginya tenggelam bersama 268 penumpang lainnya. Ny. Anna Spafford selamat sendiri dari bahaya maut itu. Sementara ia dan istrinya berkabung, ia mendapat inspirasi untuk menulis dan menggubah lagu yang sangat menolong beribu-ribu orang dari zaman itu sampai Yesus datang kembali.
” Apabila damai perjalananku, atau ombak kras memalu
Apapun nasipku aku berseru, baiklah, baiklah bagiku.”
Reff. Baiklah, bagiku, baiklah, baiklah bagiku.
Bahkan Horatio R. Spafford mendirikan Rumah Sakit untuk anak-anak di Kota Yerusalem menolong beribu-ribu anak yang membutuhkan pertolongan. Allah tidak pernah bertanya kepada Spafford menjadi sebagian dari rencanaNya dan saya pastikan Horatio Spafford tidak pernah berencana untuk dirinya. Allah punya rencana untuk saudara dan saya didunia ini agar kita ke surga.

2. Fanny J. Crosby, lahir sebagai bayi normal namun dokter salah memberikan obat mata, sebagai akibatnya, ia buta seumur hidup. Gantinya ia hidup dalam kesulitan, ia mengubah kesukaran hidupnya menjadi kesempatan memiliki kerohanian yang lebih sensitif; Ia menulis syair lagu yang mengangkat jiwa kita kepada Tuhan antara lain; Tuhan Slalu Pimpin Aku, PadaMu Batu Zaman, Berkat Yang Tentu Tuhan Janji, dll.


KESIMPULAN


1. Kalau kita serahkan diri kita kepada Allah sungguh, Ia akan menuntun jalan hidup kita sampai di tujuan demi kemuliaan namaNya.
2. ”Jikalau kita setuju mengikuti rencana Allah, tidak menjadi masalah, betapapun sulitnya, Allah bersama kita. Kita pasti sukses.” Tuhan memberkati kita sekalian. Amin!!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pengikut