Rabu, 10 Februari 2010

ORANG YANG SUKA DAMAI ATAU JURUDAMAI

Satu kali ada seorang pejabat yang sedang mewawancarai tiga orang calon
untuk dipertimbangkan menduduki sebuah fungsi penting.

Masuk calon yang pertama.
Setelah masuk calon yang pertama
Bapak pejabat mulai bertanya.
Saudara Anton,
dua ditambah dua berapa?
Sang calon kaget!
Tapi Setelah berpikir sebentar dia menjawab:
Dua ditambah dua sama dengan empat. Pak!

Pak Pejabat mengernyitkan dahinya,
sambil berpikir.
Wah, orang ini punya pendirian.
Orang yang punya pendirian
biasanya susah diatur

Nanti dia bisa bikin sulit sama saya
Jadi, saudara Anton ditolak -
tidak diterima bekerja oleh si pejabat


Kemudian masuklah calon yang kedua.
Saudara Berson,
dua ditambah dua berapa?
Saudara Berson juga terhenyak,
tapi segera menjawab
Dua ditambah dua sama dengan tiga Pak!

Pak pejabat menggaruk-garuk kepala.
Sambil berpikir,
orang ini cerdik dan licik
Nanti saya bisa dia makan.
Jadi Saudara Berson ditolak.


Jadi, masuklah calon yang ketiga
Saudara Carlo,
dua ditambah dua berapa?

Pak Carlo juga kaget,
Tapi sambil merunduk dia berpikir
Kemudian dekan takzim Pak Carlo menjawab.
Dua ditambah dua,
Ah, itu terserah Bapak sajalah.


Mendengar jawaban itu,
bapak pejabat tersenyum.
Dan saudara Carlo diterima.

Itulah, saudara, yang disebut konformisme
Kerelaan untuk hanyut dan larut dalam arus, tanpa mengeluh.

Penyakit ikut-ikut-ikutan; Seperti daun kering,
terbang ke mana saja mengikut -angin yg kuat.


Lihat temannya di Jakarta pakai anting-anting,
banyak anak muda juga terus ingin pakai anting-anting


Tapi itulah konformisme
Penyakit konformis dan kompromis ini -
gampang sekali menjadi wabah.
Sebab mengikuti arus - tentu lebih aman dari pada melawan dan menentangnya.

Menjadi bebek
yang gampang digiring ramai-ramai,
adalah jauh kurang resikonya
dibandingkan menjadi seekor burung garuda,
yang berani terbang tinggi sendirian..


Itu sebabnya Rasul Paulus berkata,
bahwa orang percaya tidak boleh sekali-kali menjadi konformis.

Orang percaya tiak boleh menghanyutkan
&melarutkan diri menjadi "serupa dengan dunia."

Ini tentu bukan berarti

bahwa orang Kristen
harus menjadi eksentrik-eksentrik
yang harus menjadi lain dari pada yang lain.

Yang bajunya, rambutnya, sikapnya
dan cara bicaranya unik, tak ada duanya.
bukan itu yang dimaksudkan Paulus.

Tetapi "berubahlah oleh pembaharuan budimu."
(Rom 12:2)

Yang mesti lain,
bukanlah mode pakaian kita,
bukanlah gaya potongan rambut kita.

Melainkan budi kita.
Kepribadian kita,
Cara berpikir kita,
Prinsip dan keyakinan kita.

Orang Kristen harus pandai-2 menempatkan
dan menyesuaikan diri.
Tak dapat lain.
Ini adalah tuntunan mutlak
bila kita kalau mau hidup bermasyarakat.

Jangan hanya karena ingin menjadi lain daripada yang lain,
kita lalu membentuk persekutuan yang ekslusif
yang terasing dari sekitar kita. Tidak!

Orang Kristen mesti dengan kedua kaki dan sepunuh hati
berada ditengah-tengah dunia ini.

Garam mesti larut, baru dapat mengasini.
Terang mesti berada ditengah kegelapan, baru dapat menerangi

Tetapi semua itu kita lakukan
dengan satu prinsip yang jelas.

Sampai batas tertentu,
kita dapat mengatakan:
"Baik, kami besedia menyesuaikan diri!"

Tetapi pada satu saat, bila perlu,
kita juga harus berani mengatakan:
"Maaf, kami tidak dapat pergi lebih jauh lagi!"


Penyakit konformisme atau ikut-ikutan,
mudah berjangkit ketika orang merasa diri amat kecil dan lemah
di tengah-tengah kekuatan-kekuatan raksasa di sekitarnya.

Namun sebenarnya tidak boleh
dan tidak perlu begitu
Kecil dalam jumlah,
tidak pernah merupakan faktor utama.

Bukankah gereja di mulai dengan 12, malah 11 orang saja?

Illustrasi:

1. Daniel dan kawan-kawan berhasil mempertahankan kehormatan mereka karena mereka berani berdiri demi kebenaran

2. Yusuf, mampu mempertahankan kehormatannya karena dia setia pada firman Tuhan

3. Petrus dan Yohanes, mengatakan, dalam Kisah 4:19, bahwa mereka mau menurut Allah lebih dari pada mengikuti kehendak Manusia

Itu sebabnya dalam Mazmur 119:9 11 Raja Daud menulis:

"Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dgn firman Mu.

Dalam hatiku aku menyimpan janji Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau."

Dalam Alkitab kita membaca,
bahwa oleh karena orang Kristen tidak bersedia menjadi kompromis dan konformis, mereka mendapat tekanan-2 yang hebat sekali.

Dicurigai dan dianiaya.
Numun sesungguhnylah, di sini letak kekuatan mereka.

Dinsinilah kunci rahasianya,
mengapa gereja mampu mempertahankan kehormatan mereka

Bila gereja hanya bersikap ikut-ikutan belaka,
maka ia sudah akan habis-lenyap
ratusan tahun yang lampau

Sebab bila sudah kecil dalam jumlah,

lalu ditambah lagi dengan kesedian menjual prinsip dan jati diri
dengan harga murah,
apalagi yang akan tersisa?

Tentu, kita tidak boleh ketinggalan zaman.
Dalam banyak hal, kita bahkan harus peka terhadap perubahan zaman.
Namun janganlah kita menyangka,
bahwa kehormatan kita tergantung pada kecerdikan kita mengikuti zaman.

Sebaliknya, kekuatan kita kehormatan kita justru terletak pada komitmen yang tak tergoyahkan kepada prinsip dan keyakinan yang mesti kita saksikan pada setiap zaman.

Dalam mempertahankan kehormatan anda,
Dalam mempertahankan keyakinan ada
janganlah membiarkan orang lain menentukan
apa yang harus anda pikirkan,
apa yang harus anda katakan atau
apa yang harus anda lakukan.
Selama itu berdasarkan firman tuhan
pertahankan prinsip serta komitment anda dalam menghadapi cobaan dan godaan yang berat di dunia ini.




Secara sederhana barangkali dapat dikatakan bahwa yang dituntut dari kita adalah
menjadi orang-2 yg punya pendirian & keyakinan - people of conviction,
dan bukan menjadi konformis-konformis.


Sikap kritis bukan berarti oposisi. Kalau orang bersuara kritis lalu orang yang mendengar menganggap itu oposisi, bukan demokrat dia. Seorang demokrat itu harus bisa menerima beda bendapat dengan baik.

Orang yang selalu belajar keras, biasanya dia akan selalu kritis. Dan kritis itu baik, karena merupakan nilai sangat terhormat, tapi ya harus diterima dengan baik.


PRO DEMOKRASI


Di mana demokrasi diperkenalkan untuk pertama kali? Di Taman Eden. Kisah purba tentang penciptaan di Taman Eden menampilkan Allah sebagai demokrat pertama dalam sejarah. Alkisah, ketika itu Allah mau memberi nama kepada semua binatang yang diciptakanNya. Ada ribuan jenis binatang, jadi mereka perlu diberi nama. Dalam budaya Yahudi purba perbuatan memberi nama dinilai sangat penting. Pihak pemberi nama dianggap mempunyai wibawa dan kekuasaan atas penerima nama. Lalu apa yang terjadi? Ternyata Allah melimpahkan wewenang itu kepada Adam. Mungkin Allah berpikir, sebaiknya Adamlah yang memberi nama sebab Adam yang akan menjadi mitra dan sesama makhluk di bumi dengan binatang-binatang itu. Begitulah Adam dipercayakan dan diberi wewenang penuh untuk memilih nama bagi tiap jenis binatang. Hikayat Kejadian mencatat, ALalu Tuhan Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. DibawaNyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup demikianlah nanti nama makhluk itu@ (Kejadian 2:19).

Dalam Kejadian 18 juga dicatat sebuah praktek demokrasi yang lain. Ketika Allah mau menentukan hari depan kota Sodom dan Gomora, Allah tidak membuat keputusan itu seorang diri. Allah melibatkan Abraham dalam proses pengambilan keputusan. Masukan dari Abraham dijadikan faktor yang turut menentukan dalam keputusan Allah (Kejadian 18:16-33).

Itulah asas demokrasi (demos: umat, warga, rakyat; kratos: wewenang, kekuasaan). Asas demokrasi sebenarnya sederhana sekali: keputusan dibuat bukan hanya oleh orang yang memimpin, melainkan secara bersama dengan orang yang memimpin.


Tetapi dalam kehidupan sehari-hari begitu banyak kericuhan terjadi di sekitar asas yang sederhana ini. Istri merasa suami mengambil keputusan sepihak dan anak remaja jengkel karena orangtua memaksakan kehendak. Mahasiswa ribut karena merasa rektor bersifat tertutup dalam kebijakannya. Karyawan mengeluh karena merasa majikan bertindak sewenang-wenang. Rakyat resah karena... dan sebagainya. Kericuhan terjadi karena keputusan dibuat sepihak sehingga keputusan ini tidak diterima oleh pihak lain. Sebenarnya kericuhan itu tidak perlu terjadi kalau asas demokrasi digunakan, yaitu melibatkan umat dalam pembuatan keputusan. Tetapi tidak semua pemimpin (baca: orangtua, majikan, pengurus, pendeta, direksi, kepala sekolah, pemerintah dan sebagainya) rela bersikap demokratis. Melibatkan orang yang dipimpin dalam proses pengambilan keputusan memang bisa merepotkan dan menjengkelkan pemimpin. Prosesnya menjadi lama dan ada kemungkinan timbul pendapat yang berbeda atau bertentangan dengan pendapat pemimpin. Melibatkan orang lain dalam pembuatan keputusan dapat juga menakutkan, yaitu jika pemimpin merasa takut kehilangan pamor dan kekuasaan sebab melibatkan orang lain dalam pengambilan keputusan merupakan perbuatan berbagi kekuasaan. Tetapi sebenarnya pemimpin yang mau berbagi kekuasaan tidak akan kehilangan pamor, malah sebaliknya pamornya akan bertambah sebab umat menghargai pemimpin yang mau memperhatikan suara umat.

Dalam komunitas yang demokratis, pendapat yang berlaku bukanlah pendapat yang diucapkan oleh orang yang paling atas kedudukannya, melainkan pendapat yang paling benar, tidak soal siapa yang mengucapkannya. Disitu terjadi pertarungan gagasan. Lalu yang diberlakukan adalah gagasan yang paling cemerlang, paling masuk akal dan paling memberi faedah kepada semua pihak. Dalam komunitas otoriter, hanya gagasan pemimpin yang terdengar. Umat tidak perlu memberi gagasan, sebab memberi gagasan ke atas dianggap lancang dan kurang sopan. Akibatnya, umat menjadi pasif, apatis dan hanya menunggu petunjuk dari atas. Tetapi dalam komunitas demokratis, umat malah justru dimampukan untuk berpartisipasi dan berkontribusi.

Sikap demokratis itu tampak di praktekkan oleh Gereja Pertama. Kisah Para Rasul 15 mencatat adanya pertikaian pendapat di Gereja Yerusalem. Menurut ayat 6 mula-mula hanya ada rasul-rasul dan penatua-penatua. Lalu di ayat 12 dicatat bahwa juga Aseluruh umat@ hadir. Kemudian di ayat 22 dicatat bahwa pengambilan keputusan dilakukan oleh Arasul-rasul dan penatua-penatua beserta seluruh jemaat itu.@ Di situ keputusan tidak hanya dibuat oleh pemimpin melainkan bersama-sama dengan orang yang dipimpin.

Hidup dalam keluarga, sekolah, perusahaan, gereja, negara dapat menjadi lebih bermutu dan bermakna kalau tiap orang saling menghargai dan saling mengikutsertakan; kalau yang memimpin mau memahami aspirasi yang dipimpin dan kalau yang dipimpin mau turut berperan serta. Pro demokrasi bukan berarti bertindak semaunya atau melawan peraturan, melainkan turut membuat keputusan dalam menentukan arah kebijakan aspek-aspek hidup dan turut bertanggungjawab dalam pelaksanaannya.

Untuk itu diperlukan pemimpin yang berjiwa besar, yang tidak takut untuk berbagi kekuasaan. Kisah Kejadian menggambarkan Allah sebagai Allah yang mau berbagi kekuasaan. Kalau Allah mau berbagi kekuasaan, mengapa kita tidak? Demokrasi bukan hanya asas, melainkan sikap hidup. Di Taman Eden Allah sudah bersikap hidup demokratis.



Untuk mengubah dunia
kita harus mengubah gereja-gereja.
Untuk mengubah gereja-gereja
kita harus mengubah kepemimpinan.
Karena kepemimpinan adalah dasar bagi kesehatan gereja


Masalah Dalam Gereja

Kita perlu mengenali dan menerima perbedaan tubuh Kristus yang unik. 1 Korintus 12:4-6 memperjelas hal ini

Berbagai-bagai jenis karunia, tetapi satu Roh

Berbagai-bagai pelayanan tetapi satu Tuhan

Berbagai-bagai pekerjaan, tetapi satu Allah yang bekerja dalam semua dan semua manusia

Allah tidak saja menciptakan seti-ap kita dlm cara yg unik untuk me-lakukan fungsi yg unik, tetapi Ia juga menciptakan setiap orang lain unik untuk melakukan pelaya-nan yg unik

Banyak masalah terjadi dalam gereja karena kurangnya peng-hargaan kepada orang lain kare-na perbedaan-2nya dengan kita

Setiap anggota berasal dari latar belakang gereja yg berlainan, memiliki karunia-2 yg berbeda, dimotivasi oleh hal-2 yg berbeda, dan menghadapi masalah-2 dengan cara-2 yg berbeda.

Kurangnya pengertian dan penghargaan mengenai fakta-fakta ini menimbulkan masalah-masalah. Tingkat toleransi rendah dan kesabaran di uji.

Jika kita mengharapkan setiap orang untuk mulai pada tempat yang sama dan keluar dari tempat yang sama dalam setiap masalah, maka kita akan terus menerus frustrasi. Allah tidak menciptakan kita dengan cara demikian.

Salah 1 masalah terbesar dalam keluarga & gereja sekarang ini adalah kegagalan untuk mem-biarkan oranglain berbeda dari kita.

Kita perlu belajar bagaimana memiliki pendirian-pendirian pribadi yang kuat dan pada saat yang sama menghargai pandangan-pandangan orang lain dan belajar mengerti bagaimana Allah akan menggunakan kehidupan orang lain untuk mempengaruhi kehidupan kita.

Kekuatan tubuh terletak pada kesatuan yang Allah bangun di-tengah-2 berbagai perbedaan.



PERSEKONGKOLAN YG KEJI

Nasihat-nasihat Tuhan sangat sering dikesampingkan dari rapat-rapat mu. Bagaimana caranya? Oleh beberapa orang melalui persekongkolan yang jahat. AKita akan bertahan bersama,@ kata mereka. AAnda menyokong saya, dan saya akan menyokong mu.@ Ini adalah prinsip yang mengendalikan beberapa pekerja di kantor. Allah menyebutnya persekongkolan yang keji. Anugerah Nya dan Roh Nya tidak ada hubungannya dengan peraturan manusia ini. . .
Ellen White,
Surat 71, 1894

Mereka sudah bergerak dengan Roh yang merasa dapat berdiri sendiri, sehingga pekerjaan rusak di tangan mereka. Mereka bersekongkol untuk mendukung dan membela satu sama lain - dalam hal apa? Biarlah mereka yang menjawabnya. Surat 71, 1894


Mereka itu akan menyatakan keinginan yang menggebu untuk bersekongkol, mengadakan komplotan di kalangan mereka sendiri agar saling menyokong dalam prinsip-prinsip keliru yang mereka pertahankan. Mereka masing-masing akan saling mendukung.
MS 24, 1891


Kita tidak boleh berada di bawah pengendalian orang-2 yg tidak bisa mengendalikan diri mereka sendiri serta dari orang-2 yg tidak suka sepaham dengan Allah. Kita tidak boleh dibimbing oleh orang-2 yg menghendaki kata-2 mereka menjadi kuasa yg mengatur. Perkembangan keinginan untuk mengatur sudah sangat jelas, & Tuhan sudah mengirimkan amaran demi amaran, melarang persekongkolan & pemusatan kekuatan. Ia mengamarkan kita terhadap pengikatan diri untuk memenuhi persetujuan-2 tertentu yg akan dikemukakan oleh orang-2 yg berusaha untuk mengatur gerak-2 dari saudara- mereka. - Surat 114, 1903.


Bilamana kekuasaan terlalu besar di tangan segelintir orang, Setan akan melakukan usaha yang sungguh-sungguh untuk mencemari pertimbangan, menghembuskan angin prinsip-prinsip yang salah, untuk memasukkan satu peraturan yg salah; dalam hal berbuat demikian dia tidak hanya merusak satu lembaga saja, tetap melalui ini dia mendapatkan kendali atas lembaga-lembaga yg lain dan menaruh satu sifat yang salah pada pekerjaan di tempat-tempat yang jauh. Dengan demikian pengaruh kejahatan akan menyebar dan meluas.
7 T 172

Apabila kuasa yg Allah telah berikan kepada gereja diserahkan kepada satu orang, & orang itu diberi wewenang untuk menghakimi pikiran orang-2 lain, maka peraturan Alkitab yg sejati itu sudah diubah. Usaha-2 Setan atas pikiran seseorang begitu liciknya & terkadang demikian berpengaruh, karena melalui pikiran satu orang inilah dia mengira dapat mempengaruhi banyak pikiran yg lain. . . Allah tidak pernah merencanakan agar pekerjaan Nya hanya merupakan hasil pemikiran dari satu orang & dengan pertimbangan satu orang saja.
3 T 493 (9 T 260, 261)

Allah tidak menentukan suatu kekuasaan seperti raja di Gereja MAHKetujuh guna mengendalikan seluruh organisasi atau pun mengendalikan bidang mana pun dari pekerjaan ini. Ia tidak menetapkan bahwa beban kepemimpinan hanya akan dipikul oleh beberapa orang saja. Tanggung jawab-2 dibagikan di antara sejumlah besar orang-2 yg berwewenang. 8 T 236


Biarlah orang-2 yg berada pada kedudukan-2 yg bertanggung jawab mempertimbangkan satu maksud bahwa tidak ada satu peraturan lain untuk golongan yg diwajibkan untuk patuh kepada keputusan-2 mereka; bukan satu peraturan untuk direktur, & peraturan lain untuk yg dianggap sebagai bawahan. Saya katakan dianggap, karena banyak orang yg diperlakukan sebagai bawahan sebenarnya adalah orang-2 yg prinsip serta tindakan mereka disetujui oleh surga. Mereka mungkin dianggap sebagai bawahan dalam dunia yang jahat ini, dunia yang palsu dan penuh dengan kepura-puraan, namun pada pemandangan Allah mereka diperhitungkan lebih mahal dari emas walaupun diuji dengan api; mereka akan didapati terpuji dan terhormat serta mulia pada waktu kedatangan Kristus. Surat 75, 1895



Telah ditunjukkan kepada saya bahwa mereka yg memimpin didalam lembaga2 kita harus selalu ingat bahwa ada satu direktur utama, yaitu Allah di surga. Harus ada kejujuran yg ketat dalam semua urusan bisnis di setiap bidang pekerjaan. Harus ada keteguhan dalam melestarikan peraturan, namun rasa pengasihan, rahmat & panjang sabar harus dipadukan dengan ketegasan. Keadilan memiliki saudara kembar, yakni kasih. Keduanya harus berdiri berdampingan. Alkitab harus menjadi petunjuk buat kita. Tidak ada muslihat yg lebih besar daripada bila seseorang menganggap bahwa dia telah mendapat satu petunjuk yg lebih baik ketimbang Firman Allah waktu dalam kesulitan. Firman berkat itu harus menjadi sebuah pelita bagi kaki kita. Persepsi-2 Alkitab harus dijalankan dalam kehidupan se hari-2. 5 T 559.

Tidak ada perintah, tidak ada penyelenggaraan wewenang seperti raja . . . Manajemen yang kasar ini, yang main perintah dan membentak bukan berasal dari Allah, melainkan dari musuh itu.
Surat 55, 1901

Cara memaksa orang kepada keadaan yg sulit kalau mereka tidak mau menerima gagasanmu tidaklah sesuai dengan perintah Allah. Mereka yg mempraktikkannya bila hal itu cocok bagi mereka akan membawa jiwa-2 kepada ketidakpercayaan & penggodaan, serta mendesak mereka ke medan peperang-an Setan. Mereka lupa bahwa Allah akan berurusan dengan mereka sama seperti mereka berurusan dengan sesamanya. Pekerjaan Allah tidak akan ditentukan oleh satu orang, atau setengah lusin orang . . . Manusia tidak boleh lupa bahwa Allah semawi itu adalah juga Allah keadilan, pada Nya tidak ada pihak memihak, tidak ada kemunafikan. Ia tidak akan melayani dengan cara manusia mementingkan diri, juga tidak menyetujui rencana-2 mereka untuk merampok hak-2 seseorang mentang-2 mereka bisa menekannya secara se mena-2, & membuat pernyataan serta rencana-2 yg memaksa untuk menyerah atau membiarkannya tak berdaya . . . Surat 4, 1895

Tidak ada kedudukan yg terlalu tinggi sehingga Allah tidak dapat menurunkan orang yg menempatinya. Tidak ada kerendahan yg begitu dalam sehingga Allah tidak bisa mengangkat orang-2 yang rendah itu untuk menikmati berkat-2 yg terbesar. Tuhan bekerja untuk merendahkan kesombongan manusia dalam diri siapa pun itu terdapat, agar manusia bisa belajar mengembangkan satu Roh kepatuhan yg sejati terhadap kehendaknya. Surat 35, 1900

Allah tidak akan mempertahankan sarana apa pun dengan mana manusia dengan cara sekecil apa pun memerintah atau menindas sesamanya. . . Begitu manusia mulai memberlakukan peraturan tangan besi atas orang-orang lain, begitu dia mulai mengekang dan memaksa orang lain dengan pikirannya sendiri, saat itulah dia menghinakan Allah, dan membahayakan jiwanya sendiri maupun jiwa saudara-saudaranya. . . Surat 55, 1895.

Terhadap pengendalian oleh segelintir orang ini di protes oleh Ellen White. . .


Akan tetapi gereja harus tetap waspada untuk mencegah gaya kepemimpinan >seperti raja= dan mengawasi mendesaknya kembali gaya seperti itu. Pengendalian pengaturan gereja jangan sampai jatuh ke tangan segelintir orang atau badan.

Trustees, Ellen G. White Estate

Hendaklah mereka yang menghadiri rapat-2 mengingat bahwa mereka sedang mengadakan pertemuan dengan Allah yang telah memberikan mereka pekerjaan. Biarlah mereka datang dengan rasa hormat dan hati yang mengabdi. Mereka berkumpul untuk memperbincangkan hal-2 yang penting sehubungan dengan pekerjaan Tuhan. Dalam setiap hal tindakan mereka harus menunjukkan bahwa mereka memiliki kerinduan untuk memahami kehendak Nya yang menyangkut rencana yang akan dibuat untuk memperluas pekerjaan Nya. Biarlah mereka tidak membuang-buang waktu sesaat pun dalam pembicaraan yang tidak penting; karena bisnis Tuhan harus di jalankan di dalam cara bisnis yang sempurna. 7 T 256

Kepada saya telah diinstruksikan bahwa pertemuan-2 rapat tidak selalu menye-nangkan Allah. Sebagian orang sudah datang dengan Roh yg kaku, keras, kritis, & tidak ada kasih. Orang-2 seperti itu bisa berbuat kesusahan yg besar; karena bersama mereka adalah si jahat yg menahan mereka tetap pada pihak yg salah. Tidak jarang sikap mereka yg tidak berperasaan terhadap aturan-2 yg sedang di perbincangkan me-nambah kebingungan, sehingga menunda keputusan-2 yg seharusnya dibuat. Hamba-2 Allah yg memerlukan istirahat berpikir, dan tidur, menjadi sangat tertekan dan berat dengan masalah-2 tersebut. Karena berharap akan mencapai suatu keputusan, lalu mereka melanjutkan rapat itu sampai larut malam. 7 T 256.

Sebagian orang mungkin bertanya, apa hubungannya (makan terlalu banyak macam makan pada waktu yang sama) dengan komite? Banyak sekali.

Akibat-2 dari salah makan terbawa sampai ke dalam rapat atau komite. Otak dipengaruhi oleh keadaan perut, Lambung yg tidak beres menimbulkan kelainan & keadaan pikiran yg tidak menentu. Lambung yg sakit menyebabkan keadaan otak yg sakit pula, dan sering membuat jadi yg sakit menyebabkan keadaan otak yang sakit pula, dan sering membuat jadi keras kepala dalam mempertahankan pendapat-2 yg salah. Apa yg disangka kebijaksanaan sebenarnya adalah suatu ketololan bagi Allah 7 T 257

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pengikut