Rabu, 10 Februari 2010

FROM ZERO TO HERO

FROM ZERO TO HERO
Hall Of Fame, Walk Of Fame adalah tentang orang-orang termashyur yang berprestasi atau memiliki pencapaian yang luar biasa di bidangnya masing-masing. Beberapa yang namanya masuk Hall Of Fame:
 Pele dari Brasizilia, legenda sepak bola.
 Muhahammad Ali, legenda tinju.
 Magic Jordan, legenda bola basket.
 Elvis Presley, sang raja rock and roll.
 Madonna, sang diva.
 Arnold Scwazenegger, aktor yang sekarang mejadi gubernur California.
 Sharon Stone, seorang aktris.

Nama-nama tadi menorehkan catatan spektakuler dalam kariernya masing-masing, sehingga dianggap layak masuk Hall Of Fame.

Hanya orang-orang yang luar biasa saja yang dapat masuk Hall Of Fame ini. Orang-orang biasa apalagi yang dianggap golongan bawah atau pinggiran jangan bermimpi namanya akan masuk dalam daftar ini.

Kecuali terhadap seorang wanita yang curriculum vitaenya sbb:
Alamat : Lantai 2, Jericho Apartment.
Agama : Kafir.
Hobby : Make up.
Pekerjaan : Kupu-Kupu Malam.
Nama : Rahab.

Josua 2:1: “Maka pergilah mereka dan sampailah mereka ke rumah seorang perempuan sundal, yang bernama Rahab, lalu tidur di situ.”

Rahab berprofesi sebagai pelacur atau sering disebut perempuan sundal, sampah masyarkat, tidak berharga, dicibir dan dijauhi. Namun dia masuk Hall Of Fame yang terdapat didalam di kitab Ibrani 11. Kitab Ibrani 11 berisi nama-nama pahlawan Iman.

Dan nama wanita si kupu-kupu malam ini terdapat di Ibrani 11:31: “Karena iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa bersama-sama dengan orang-orang durhaka,”

Beberapa nama besar yang masuk dalam Hall Of Fame Ibrani 11 adalah:
• Henokh
Yang selama 360 tahun hidup bergaul dengan Allah dan akhirnya diangkat hidup-hidup ke sorga.
(Kejadian 5:24)

• Nuh
Seorang yang tidak bercela diantara orang-orang sezamannya, dan hidup bergaul dengan Allah. (Kejadian 6:9)

• Abraham
Bapa semua orang percaya. (Roma 4:11)

• Musa
Pemimpin besar bangsa Israel, sahabat karib Allah yang berbicara berhadapan muka dengan Allah. (Ulangan 34:10)

Tetapi mengapa wanita yang hidupnya tidak terhormat ini bisa masuk di daftar tokoh-tokoh terkemuka dalam iman didalam Ibrani 11? Perbuatan spektakuler apa yang dia lakukan sehingga dia disejajarkan dengan mereka.

Inilah yang Rahab lakukan:

1. PERCAYA.

Yosua 2:11: “sebab TUHAN, Allahmu, ialah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah.

2. MENURUT.

Yosua 2:18: “sesungguhnya, apabila kami memasuki negeri ini, haruslah tali dari benang kirmizi ini kauikatkan pada jendela tempat engkau menurunkan kami, dan ayahmu serta ibumu, saudara-saudaramu serta seluruh kaum keluargamu kaukumpulkan di rumahmu.”

Hasil penurutan:
Yosua 6:20: “Lalu bersoraklah bangsa itu, sedang sangkakala ditiup; segera sesudah bangsa itu mendengar bunyi sangkakala, bersoraklah mereka dengan sorak yang nyaring. Maka runtuhlah tembok itu, lalu mereka memanjat masuk ke dalam kota, masing-masing langsung ke depan, dan merebut kota itu, 21 Mereka menumpas dengan mata pedang segala sesuatu yang di dalam kota itu, baik laki-laki maupun perempuan, baik tua maupun muda, sampai kepada lembu, domba dan keledai.”

Bagaimana nasib Rahab?
Yosua 6:23: “Lalu masuklah kedua pengintai muda itu dan membawa ke luar Rahab dan ayahnya, ibunya, saudara-saudaranya dan semua orang yang bersama-sama dengan dia, bahkan seluruh kaumnya dibawa mereka ke luar, lalu mereka menunjukkan kepadanya tempat tinggal di luar perkemahan orang Israel.”
Satu hal lagi yang sangat penting untuk kita perhatikan. Rumah bordil milik Rahab yang menjadi tempat maksiat berubah menjadi tempat perlindungan, rumah keselamatan saat dia percaya kepada Allah dan menurutinya.

3. MELAKUKAN.

Yosua 2:12: “karena aku telah berlaku ramah terhadapmu,”
Yosua 6:17: “Dan kota itu dengan segala isinya akan dikhususkan bagi TUHAN untuk dimusnahkan; hanya Rahab, perempuan sundal itu, akan tetap hidup, ia dengan semua orang yang bersama-sama dengan dia dalam rumah itu, karena ia telah menyembunyikan orang suruhan yang kita suruh.”

Perbuatan baik yang sekecil apapun apabila dilakukan dengan cara benar dapat mendatangkan dampak yang besar.

Kindness is language the deaf can hear and the blind can read.

Rahab si pelacur berangkat dari titik nol alias ZERO – Percaya kepada Allah yang hidup – Menuruti perintahNya – Melakukan kebaikan dengan cara yang benar – Rahab menjadi Hero, bahkan menjadi nenek moyang Yesus. Dalam Matius 1, tentang Silsilah Yesus Kristus nama Rahab tercantum di ayat 5.

5 BC. 278: “Whatever the case, the Rahab of Joshua 2 holds an honored place in the hall of heroes of faith.”

Rahab – From Zero To Hero.

Kita semua yang ada diruangan ini pada malam ini, tidaklah lebih baik dibandingkan dengan Rahab saat dia masih berada di titik NOL
Roma 3:10:12 “Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak), walaupun dalam versi yang berbeda.

Tetapi dengan belajar kepada Rahab dan mengambil mata kuliah :
- Trust in God (7SKS),
- Obey God’s Words (7SKS) dan
- Doing Good in Right Way (7 SKS), teori dan praktek lapangan. Kita bisa seperti Rahab – From Zero To Hero.

Illust. The King.
Bob berjalan hendak pulang dari garasi tempat obral ketika matanya tertuju kesatu benda yang sebagaian besar tersembunyi dibawah taplak meja dan syal wol tua. Bentuknya jelas sekali. Sebuah sepeda motor Harley-Davidson.

Jelas sekali bahwa Harley itu tidaklah termasuk dalam cuci gudang yang sedang berlangsung. Tetapi secara iseng Bob bertanya kepada penjaga acara obral itu, “Apakah sepeda motor ini dijual?” Penjaga itu mengangkat bahunya dan berkata: “Yah…mengapa tidak? Isteri saya menyuruh saya menjualnya. Namun, terus terang, benda ini tidak pernah dipakai sejal saya membelinya. Mesinnya mogok. Tidak bisa hidup. Dengan uang yang dibutuhkan untuk memperbaikinya, anda dapat membeli sebuah sepeda motor baru.

Bob mengangguk, “Ah, tak apa. Berapa harga yang anda inginkan untuk sepeda motor ini?” Penjaga itu menjawab: “Saya dapat menjualnya seharga 35 dollar ke tukang loak. Bagaimana kalau seharga itu?”

Bob memandang benda karatan. Apa kata isterinya nanti jika ia membawanya pulang? Namun, tetapbagi mata yang terlatih, benda itu memiliki potensi. Walaupun tidak dapat diapakai, benda itu masih bisa dibuat mengkilap untuk dibanggakan kepada teman-temannnya, dan pasti dapat dijual lagi lebih dari 35 dollar.

Setelah membayar 35 dollar, Harley tua itupun berpindah tempat ke garasi Bob. Setelah satu minggu, Bob menelepon diler Harley-Davidson, hanya sekedar bertanya suku cadang apa saja yang ada di diler itu yang cocok dengan motor bututnya ini.

“Berikan saja nomor seri sepeda motor itu, saya akan memberikan informasi yang anda butuhkan.”
Bob memberikan nomor seri yang diminta. “Tunggu sebentar saya akan mencarikannya.”Kata si diler. Bob menunggu ditelepon, sambil mendengarkan stasiun radio rock tahun 60 an yang dihubungkan ke saluran telepon. Sudah dua lagu selesai dia dengarkan, ketika dia hendak meletakkan gagang teleponnya suara diler terdengar, tapi agak aneh, seperti sungkan, solah-olah ada sesuatu yang terjadi.

“Pak…saya akan menelepon anda kembali, dapatkah anda memberikan nama lengkap, alamat, dan nomor telepon anda?” Untuk apa dia meminta nama dan alamat saya?’ Bob bertanya dalam hati. Tapi ia memberikannya.

Namun, setelah beberapa menit, Bob menjadi khawatir. Ia menyesal telah memberikan informasi tentang dirinya. Bagaimana jika sepeda motor itu telah terlibat dalam satu aksi kejahatan? Bagaimana jika sepeda motor itu barang curian? Mungkin polisi sedang menuju ke sini. Bob gelisah dua hari berturut-turut tanpa ada kabar dari diler Harley.
Satu siang, teleponnya bordering, kali ini bukan orang diler yang bicara, melainkan seorang eksekutif
Harley. Nada bicara pria itu terlalu bersahabat membuat Bob makin merasa kikuk.
“Pak Bob, bersediakah Anda melakukan sesuatu untuk saya?” “Mmm…saya kira bisa?” jawab Bob dengan terbata-bata.
“Pak, saya ingin anda melepaskan jok sepeda motor itu dan melihat apakah ada sesutu yang tertulis di bawahnya?” Bob kebingungan, namun, ia mengambil obeng dan melakukan seperti yang diperintahkan, kemudian ia kembali ke telepon. “Ya,” katanya, “memang ada sebuah tulisan disana, Tulisan itu diukir, tulisannya “THE KING” (Sang Raja). Apakah ada masalah.” Tanya Bob dengan penuh curiga.

Tidak ada sahutan. Hening seketika. “Pak, bos saya menawar sepeda motor itu 300 dollar, dan langsung bayar. Bagaimana, setuju?”
Bob tercengang. Ia hampir tidak dapat berbicara. “Saya harus memikirkannya dulu.” Sahutnya terbata-bata.

Keesokan harinya Bob kembali menerima telepon dari Jay Leno, Pembawa acara bincang-bincang yang biasa disiarkan larut malam di TV, dia menawar Harley butut itu seharga 500.000 dollar.

“Sang Raja” tidak lain adalah Elvis Presley. Nomor seri telah membuktikannya, dan ukiran “The King” dibawah jok melenyapkan semua keraguan.

Sepeda motor yang dibeli Bob dari tumpukan rongsokan seharga 35 dollar itu ternyata bekas milik “raja rock ‘n roll”. Dan nilainya setengah juta dollar – paling sedikit.

Nilai Harley itu, tentu saja, bukan pada logam atau suku cadangnya. Motor butut itu bahkan tidak bisa dipakai. Nilainya tidak terletak pada keindahannya, dari apa ia dibuat, atau seberapa bagus penampilannya.

Nilainya bersumber pada fakta bahwa ia pernah dimiliki oleh “Sang Raja”, yang pernah menyentuhnya, mengendarai dan memilikinya. Dan nilai yang diletakkan oleh budaya orang Amerika kepada Elvis Presley, yang seolah-olah didewakan-diteruskan kepada apa yang pernah ia miliki, termasuk Harley-Davidsonnya.

Hal apa yang paling menentukan nilai diri kita:
 Apakah penampilan fisik?
 Apakah kekayaan?
 Apakah kedudukan atau kuasa yang kita milik?
 Apakah kepintaran atau kekuatan kita?
Satu hal yang membuat kita berharga dan berarti adalah bahwa kita milik Allah. Kita telah ditebus oleh anak-Nya sendiri dengan penderitaan besar dan harga yang sangat mahal. Kita milik-Nya. Kita milik dari “The King of the kings.”

Dosa telah membuat kita Zero, Allah merobah kita menjadi Hero.
Untuk masuk dalam Hall Of Fame di dunia ini, syaratnya, harus popular, terkenal, termashyur.
Namun untuk masuk dalam Hall Of Heroes Of Faith syaratnya:

- PERCAYA KEPADA ALLAH
- MENURUT PERINTAHNYA
- MELAKUKAN KEBAIKAN DENGAN CARA YANG BENAR
- MENJADI MILIK DARI “THE KING OF KINGS”
- Niscaya hidup kita akan seperti Rahab – FROM ZERO TO HERO.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pengikut