Rabu, 10 Februari 2010

AKIBAT DOSA DALAM “BERPACARAN”

Persetubuhan pertama yang disertai dengan perasaan berdosa biasanya sangat mengecewakan. Mungkin mereka melakukannya di :
 Tempat parkir yang gelap
 Di jok belakang mobil yang sempit
 Di kos-kosan
 Di hotel
Dengan perasaan yang:
 Tidak bebas
 Was-was
 Takut dilihat orang
 Rasa bersalah yang dalam
Si gadis:
 Harus berusaha menekan dan melupakan nasihat dan peringatan orang tua agar tidak muncul di pikiran ketika sedang berbuat dosa.

PERSETUBUHAN DAN AKIBAT JANGKA PENDEK

Bagi si GADIS:
o Disertai rasa sakit.
o Takut
o Cemas
o Tegang
o Rasa berdosa
o
Memang pengalaman seks yang pertama ini tidak dapat dinikmati dengan baik. Dengan adanya rasa berdosa dan rasa kuatir akan kesetiaan pacarnya, ia tidak dapat merasa pasrah dan rela. Ini menambah rasa sakit yang sebetulnya wajar pada hubungan seks yang pertama kalinya. Seorang wanita yang baru pertama kali berhubungan seks pada malam pengantinpun biasanya akan merasa sakit, padahal ini dilakukan dengan bebas tanpa rasa takut dan rasa bersalah yang dengan pasrah ia ingin membahagiakan lelaki yang sudah resmi menjadi suaminya.

Si GADIS ynag kini sudah tidak perawan lagi itu akan pulang dengan perasaan:
o Takut
o Cemas
o Mungkin menangis
o Dan mulai membenci pacarnya

Pada saat pulang kerumah, ia berharap orangtuanya sudah tidur. Ia sangat ketakutan. Jika orang tuanya sedang duduk-duduk di ruang depan, ia akan merasa seolah2 mereka mengetahui apa yang telah dilakukannya. Ia mungkin akan cepat-cepat masuk ke kamarnya, mandi lama-lama untuk “membersihkan diri” dari sisa-sisa ejakulasi pacarnya dan dari dosanya. Mungkin sesudah itu semalam-malaman ia menangis di tempat tidurnya. Sejak saat itu timbullah benih kebencian terhadap si pemuda yang dalam perasaannya sudah menyia-nyiakannya dan mementingkan diri saja.

Sebelum peristiwa itu gadis itu menganggap pacarnya:
o pria idaman
o pria yang paling baik
o pria yang paling dikasihi dan yang mengasihinya

Namun kini semuanya telah berubah. Ia ragu-ragu dan cemas, apakah pacarnya akan tetap setia kepadanya? Ia juga takut kalau-kalau ia menjadi hamil. Ia mulai kehilangan kepercayaan terhadap pacarnya.

Bagi si PRIA:
o Ia tidak merasa sakit ketika bersetubuh
o Ia dapat menikmati ejakulasi meskipun tidak penuh karena dilakukan dalam suasana tegang, takut akibatnya, cepat-cepat, agar si gadis yang di paksanya itu tidak menolaknya.
o Pengalaman ini akan sangat mengecewakannya.

Dalam perjalanan pulang pada malam itu ia akan dihantui pertanyaan:
o Apa hanya begitu saja?
o Apabila menikah dengan dia, apakah akan hanya demikian saja seumur hidup?
o Pandangan terhadap pacarnya juga akan mengalami perubahan drastis. Pacarnya yang semula kelihatan murni, suci, gadis ideal, wanita idaman,calon isteri yang terbaik, calon ibu anak-anaknya, sekarang nampak rendah dan murahan.
o Mengapa cewekku begitu mudah di ajak? Saya tekan sedikit saja sudah menyerah, ia akan sangat kecewa terhadap pacarnya.
o Penghargaan terhadap pacarnya akan berkurang banyak.
o Mungkin akan timbul perasaan menghina dan muak terhadap si gadis.

“Ini suatu kenyataan dan merupakan sebab yang banyak mengakibatkan pria yang sudah diberi seks sebelum pernikahan meninggalkan si gadis.”

Bagi KEDUABELAH PIHAK(si GADIS dan SI PRIA):
o Akan kehilangan rasa kebanggaan terhadap dirinya sendiri
o Si GADIS merasa “murahan” dan tidak suci lagi, si PRIA merasa egois dan mementingkan diri.

Ini akan menyebabkan mereka mudah membenci pacarnya karena kita pada hakekatnya cenderung membenci orang yang menyebabkan kita membenci diri sendiri.

“ Cara yang efektif untuk mengurangi atau melenyapkan cinta pacar kita terhadap kita ialah dengan memberinya seks sebelum menikah.”

Jika keesokan harinya mereka bertemu (entah di mana), mereka akan malu dan menunduk, sama sekali berbeda dengan cerita2 yang dilukiskan dalam novel atau film dimana kemudian mereka berlari untuk saling berpelukan, diperlambat langkah-langkah mereka denga slow-motion dan suasananya diberi warna biru muda atau merah muda.

“Akibat negatif dari perbuatan dosa adalah banyak pria meninggalkan pacarnya setelah diberi seks tidak saja terjadi di Indonesia yang masyarakatnya masih menghendaki pengantin-pengantin wanita suci sebelum nikah,tetapi juga di masyarakat modern yang tidak lagi menganggap hal kesucian itu penting. Sekali lagi ini disebabkan adanya perasaan muak, benci dan hilangnya penghargaan pada si gadis itu karena “gampangan” dan “murahan”

PERSETUBUHAN DAN AKIBAT JANGKA PANJANG.

Ada dua kemungkinan kelanjutan dari perbuatan dosa itu yaitu:


1. hubungan mereka putus
2. hubungan mereka dilanjutkan sampai mereka menikah

HUBUNGAN PUTUS

Hubungan dapat putus karena:
 Sudah kehilangan penghargaan dan timbulnya kebencian terhadap pacar
 Mereka masih remaja, mereka belum sungguh-sungguh mampu mendirikan keluarga (baik secara emosionil karena belum dewasa atau secara ekonomis karena belum berpenghasilan memadai).

Dalam hal putus hubungan ini biasanya yang lari meninggalkan pacar adalah pihak pria
Kadang-kadang ada juga gadis yang memutuskan hubungan karena ia mengetahui ia tidak sesungguhnya jatuh cinta dan tidak dapat mencintai si pria. Tetapi biasanya prilah yang meninggalkan si gadis yang telah dinodainya.

Jika hubungan itu putus, siapa yang RUGI BESAR?
 Tentu saja si GADIS.
 Si PRIA enak saja pergi, tertawa ha…ha…..ha dan bersiul-siul mencari mangsa baru.
 Kalaupun ia menyesal dan tidak tertawa-tawa, tidak ada “bekas” padanya secara fisik yang merugikan hubungannya dengan teman wanita yang lain. TIDAK DEMIKIAN DENGAN SI GADIS !!

Kita hidup di abad 21 yang serba modern ini, pria-pria kita masih mengikuti standard ganda maysarakat. Harga diri pria memang rapuh, mudah retak. Ia perlu yang terbaik. Ia butuh tahu bahwa isterinya hanya untuk dia saja. Lebih sulit lagi ia menerima jika ia tahu bahwa pacarnya adalah “bekas” dari laki-laki. Pikirannya kelak akan selalu dihantui bahwa isterinya “bekas pakai”.Memang ini adalah pikiran kekanak-kanakan, tetapi banyak pria yang tidak dapat menghilangkan hal itu dan menerima pacar atau isterinya sebagaimana adan ya.

HUBUNGAN TETAP DILANJUTKAN SAMPAI MENIKAH

Hubungan tetap dilanjutkan sampai menikah karena:
 Adanya kehamilan
 Karena hubungan yang sudah terlalu intim sehingga orang tua wanita memaksa dan mengancam. (untuk tidak mempermalukan nama keluarga, juga karena gengsi)
 Meskipun merasa terjebak, karena pertimbangan-pertimbangan lain seperti cantik, kaya, sudah ada umur, dll)
 Mereka saling mencintai.

Pernikahan seperti ini kemungkinan besar akan diracuni oleh perbuatan dosa masa lalu itu:
 Kedua belah pihak tak dapat saling mempercayai pasangannya secara penuh dan utuh.
 Sering ada rasa cemburu dan curiga. Si istri akan curiga, “Dahulu saja ketika saya masih muda, cantik dan menawan, suami saya tidak teguh moral dan imannya, apa jaminannya sekarang ia tetap setia apabila ia dikelilingi oleh sekretaris yang cantik dan bahenol di kantornya sedangkan saya sekarang sudah berusia 40 tahun, sudah mulai beruban, keriput dan tidak langsing lagi.”
 Si suami mungkin juga curiga dan cemburu, terutama apabila ia merasa kurang sukses dalam usahanya atau menganggap dirinya kurang tampan. “Dahulu isteri saya begitu mudah menyerah setelah saya tekan sedikit saja, bagaimana jika ia bertemu laki-laki yang berkedudukan tinggi, tampan dan kaya (naik Camry sedangkan saya naik Honda Bebek tahun 1979).”
 Mereka akan terus-menerus saling menyalahkan.

“Sekali lagi, Pertahanan terutama dan terakhir terhadap seks terdapat di dalam diri WANITA/ SI GADIS.”

Hai para GADIS : “Engkau adalah seorang putri di istana ALLAH.”
Jika engkau adalah seorang putri di istana Allah, apa artinya itu? Bagaimana seharusnya seorang putri dari Raja segala raja, yang Mahatinggi, bertingkah laku? Apakah karakter Saya adalah karakter seorang putri? Dan apa berkat-berkat dari posisi kerajaan seperti itu?




Mazmur 127:3,4,5
:3 Sesungguhnya anak-anak lelaki adalah milik pusaka daripada Tuhan, dan buah kandungan adalah suatu upah.
:4 Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.
:5 Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapaat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.

Amsal 23 : 22,24,25
:22 Dengarkanlah ayahmu yang memperanakkan engkau dan janganlah menghina ibumu kalau ia sudah tua
:24 Ayah seorang yang benar akan bersorak-sorak, yang memperanakkan orang-orang yang bijak akan bersukacita karena dia.
:25 Biarlah ayahmu dan ibumu bersukacita, biarlah beria-ria dia yang melahirkan engkau.

Amen

1 komentar:

  1. Thx untuk artikelnya.

    Di sini ada link untuk memahami pacaran yang benar, silahkan dilihat.
    Pasti akan memberkati Anda!

    http://datinginsightindonesia.wordpress.com

    untuk melihat siaran ini di youtube klik link di bawah ini:

    http://www.youtube.com/watch?v=7EgeN-oXl7k

    BalasHapus

Pengikut